DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
62


__ADS_3

waktu berganti waktu ,dan kini pun sudah dua bulan zayen belum juga menunjukkan perkembangan nya,melihat kondisi suaminya yang semakin hari hanya diam membisu Tampa ada perbedaan sedikitpun tak membuat Azura patah semangat ia terus berdoa bahwa tak lama lagi suaminya akan segera sadar dan kembali dalam pelukan nya.


dalam ketegaran yang Azura miliki tentunya tak luput dari dukungan dari orang terdekatnya atau keluarga nya baik itu orang tuanya maupun mertuanya Bahkan sahabat , yang setia selalu ada saat Azura membutuhkan tameng untuk berlindung dalam rasa takut , khawatir dan rasa pilunya atas kondisi orang tercintanya.


kondisi zayen saat ini masih tetap sama dan azura tak sedikit pun berlalu untuk pergi dari sisi suaminya walaupun beberapa kali keluarga yang menasehati Azura untuk tidak terlalu lelah dan agar tetap menjaga kesehatan nya karena setelah tiga Minggu zayen di rawat Azura memang dinyatakan sedang mengandung dan itu adalah kabar bahagia sekaligus rasa sedih karena saat ia sedang mengandung benih cintanya bersama sang suami justru suami tercintanya kini sedang terbaring lemah.


" sayang kapan kau akan sadar? ,zayen ayolah kenapa kau tega membiarkan aku seperti ini ,apa kau tak mau menemaniku nanti saat cek up kandungan? zayen kamu tau gak aku kangen banget sama kamu ,aku pingin kamu ada di saat aku membutuhkan mu,tanpamu aku lemah sayang aku tak memiliki kekuatan untuk terus tetap semangat dalam menjalani kehidupan ini , zayen aku dan baby sangat membutuhkan pelukan mu , belaian mu dan perhatian mu sayang ,jadi.....aku mohon ayo bangun lah " ucap azura dengan disertai tetesan air mata .

__ADS_1


" Azura " panggil seseorang yang kini berada di samping Azura .


Azura mendongakkan kepalanya dan Betapa terke jutnya saat melihat seseorang yang kini berdiri tak jauh dari samping nya yang tak lain adalah sang mertua ,ya saat ini Danur memang berkunjung untuk melihat kondisi anaknya dan juga menantunya.


" papa? papa kapan sampai? " tanya Azura pada Danur ayah kandung zayen.


" aku baik pa,cucu papa juga baik ,hanya saja ..........saat ini kami seperti sedang kehujanan yang membutuhkan payung untuk kami berlindung, seperti seseorang yang sedang kepanasan yang membutuhkan naungan, seperti seseorang yang kedinginan yang membutuhkan pelukan ,Azura gak tau pa apa Azura kuat untuk melewati semua ini Tampa zayen di sisi Azura ,Azura gak tau sampai kapan Azura akan mampu bertahan saat Azura sudah mulai lemah dan pas..."

__ADS_1


Azura tak melanjutkan perkataannya tat kala Danur menarik dirinya kedalam dekapannya memberikan ketenangan pada menantunya agar tak lagi meneruskan jeritan hatinya yang hanya akan membuat menantunya semakin rapuh Tampa suaminya di sisinya.


" menangis lah sayang ,keluarkan semua apa yang kamu rasa ,tapi papa mohon setelah ini cobalah untuk ikhlas dan cobalah untuk kuat jika kau tak bisa melakukan semua itu demi zayen paling tidak lakukanlah semua itu demi cucu papa ,Azura...papa tau kamu sedih dengan kondisi zayen saat ini tapi perlu kamu ketahui selain papa ,mama ,bunda kamu ,ayah kamu Kinan dan yang lainnya juga sedih melihat kondisi mu saat ini, kami juga seding sayang atas kondisi zayen saat ini kami juga merasa sunyi walaupun sebelum musibah ini terjadi zayen sudah lebih dulu membuat hati papa sunyi dengan kebencian yang dia berikan pada papa,tapi.... apa kah papa haru menyerah ? tidak sayang papa berusaha kuat walaupun sebenarnya papa sangat merindukan zayen di sisi papa ,papa rindu panggilan zayen pada papa, papa tak bisa lagi menahan diri untuk bertemu dengannya bercanda dengannya bahkan papa ingin zayen bisa tidak bersikap dingin lagi ke papa ,tapi papa yakin semua akan indah pada waktunya dan papa harap kamu juga seperti itu kamu harus yakin zayen akan sembuh ,zayen akan kembali kepelukanmu ,andai kamu tau Azura zayen adalah anak papa yang kuat ,tegar bahkan ia sama seperti mendiang ibunya yang selalu merasa tak terima jika orang yang ia cintai meremehkan kemampuan nya hehe"ungkap Danur sambil tersenyum masam saat mengingat sekilas memori yang ia bangun bersama mendiang istrinya seseorang yang saat ini begitu amat ia cintai .


mendengar penuturan sekaligus ungkapan hati sang mertua Azura hanya mampu diam tak menyangga atau memotong perkataan mertuanya dengan ungkapkan yang memilukan dari mertuanya Azura memang tidak mengetahui seberapa besar rasa sedih yang papa mertua nya alami saat orang yang ia cintai yang ia sayangi bersikap seakan tak memiliki hubungan Dengan nya akan tetapi kini Azura sadar bahwa dari balik sikap tegarnya kedua lelaki yang kini menjadi bagian dari hidupnya memiliki rasa yang sama, sama-sama saling merindu hanya saja mungkin semua masalah ini terjadi akan sebuah kesalah pahaman yang membuat suami dan papa mertua nya ini berseteru dan sama saling mempertahan kan ego masing-masing.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


salam manis♥️♥️♥️ untuk Kalian semua yang tetap setia menunggu cerita ini.


__ADS_2