
seminggu telah berlalu tak banyak hal romantis yang terjadi,semua berjalan seperti ala kadarnya.
sudah menjadi rutinitas bagi seorang istri menyiapkan segala keperluan suami , Karena bagi seorang istri itu wajib hukumnya melayani suami dengan sepenuh hati.
rutinitas yang setiap hari Azura lakukan sebelum berangkat kebutik adalah menyiapkan semua kebutuhan suaminya dari mulai yang terkecil sampai kebutuhan yang sangat ia butuhkan seperti sarapan pagi.
"selesai" ucapnya setelah meletakkan makanan di atas meja.
tap..tap..tap.. terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga ,terlihat zayen yang telah rapi dengan pakaian kantor nya .
" apakah kau tidak sarapan dulu?"tanya Azura saat melihat zayen yang ingin melangkah pergi Tampa menyentuh sarapan pagi terlebih dulu.
langkah zayen terhenti dan melihat kearah meja makan ,yang mana sudah ada beberapa makanan yang tertata rapi di atasnya.
" aku sudah menyiapkan semua itu untuk mu,setidaknya sebelum berangkat kau cicipi dulu masakanku" ada rasa sakit saat mengungkapkan kata-kata itu lagi setiap melihat zayen yang tak pernah menyentu masakannya sedikitpun.
" aku buru-buru ,ada...." ucapan zayen terhenti karena Azura langsung menyanggah omongannya.
" ada alasan apa lagi untuk menolak permintaanku,setiap pagi kau selalu menggunakan alasan yang sama bahkan alasan yang kau katakan terlihat sangat kuno sehingga aku malas untuk mendengarkan nya" ucap azura yang sudah mulai berkaca-kaca.
" zayen ,walaupun pernikahan kita terjadi secara tiba-tiba,aku harap kamu mengizinkan aku berbakti layaknya sebagai seorang istri yang setiap saat melayani kebutuhan suaminya" ucap azura sebelum akhirnya pergi meninggalkan zayen yang sama sekali tak bergeming .
azura mengunci pintu kamar ia menangis sejadi-jadinya ,ia merasa apa yang di lakukan zayen terhadap nya sebagai seorang suami sangatlah keterlaluan .
zayen melangkah ke meja makan ia melihat makanan yang begitu menggiurkan telah siap menantinya .
" aku tau kamu telah menyiapkan ini semua Azura ,kamu rela bangun pagi hanya untuk menjalani tugasmu sebagai seorang istri" gumam zayen.
__ADS_1
zayen kemudian pergi Tampa menyentuh makannya sedikit pun.
tak lama setelah itu Azura pun turun melihat kearah meja makan .
"dia benar2 tak menghargai usahaku ,dasar laki-laki tak berperasaan" ucap azura dengan perasaan kecewa atas apa yang dilakukan suaminya.
kemudian Azura melangkah ke dapur mencari sesuatu yang sering ia lakukan setiap hari ketika makanan yang ia masak tak pernah sedikitpun di sentuh oleh zayen.
sampai di butik Azura menuju ruangan caila,dan disana sudah ada CAILA Yang sedang asik dengan benda pipihnya , nampaknya ia sedang asyik chatingan denga seseorang .
" hayoooooo....ketahuan kan lagi asik pacaran" ucap azura mengangetkan caila .
" iiiiiihhh apaan sihh Ra , orang ini chatan sama teman kok" elaknya.
" alah teman apa teman?" goda Azura.
walaupun Azura telah mencoba menjelaskan dengan berbagai macam cara agar caila tak curiga alasan yang sebenarnya, akan tetapi tetap saja alasan yang Azura katakan sama sekali tak mengurangi rasa penasaran nya.
" ra ada yang kamu sembunyikan dariku ya?" tanyanya penuh selidik.
" apaan sih cai ,ini memang aku masak untuk makan siang agar aku gak perlu capek-capek keluar untuk makan siang"ucapnya gugup.
" benar? gak ada hal yang lain?" tanyanya lagi.
" ia benar ,lagian kenapa sih kamu kayaknya curiga gitu,emangnya salah kalau aku bawa bekal ke tempat kerja?"
" ya bukan begitu Ra cuma aku heran aja sama perubahan kamu belakangan ini,secara aku kenal kamu ,kamu tu paling anti yang namanya bawa bekal,bahkan kamu pernah bilang itung-itung kamu sedekah dengan para penjual dengan cara kamu membeli jualannya "
__ADS_1
" iya itukan dulu cai ,lagian setiap orang kan pasti berubah tidak menetap hanya pada itu - itu saja"
" ya ..ya.. terserah kamu deh ,aku harap apa yang kamu katakan itu benar tidak ada hal lain yang membuatmu berubah menjadi seperti sekarang ini" ucap caila yang tak mau lagi melanjutkan perdebatannya dengan Azura.
"maafin aku caila aku terpaksa bohongin kamu ,aku cuma tidak mau urusan rumah tanggaku semua orang tau " gumam azura dalam hati.
" ya udah cai aku ketempat kerjaku dulu ya...." pamit Azura kemudian pergi dari ruangan caila,caila hanya membalasnya dengan senyuman.
zayen sedang sibuk mengerjakan beberapa berkas ,ia sesekali memijit keningnya yang terasa pusing .
"zay ini berkas yang harus kamu tanda....." Nevan tak melanjutkan ucapannya.
" zay kamu kenapa? kok mukamu pucat apa kamu sakit? " tanya Nevan khawatir.
" aku gak kenapa-napa kok Van cuma sedikit pusing aja, tapi kamu tenang aja bentar lagi juga sembuh"ucapnya lemah.
" gak zay kamu lagi gak baik-baik aja,badanmu panas zay ayo aku antar kamu kerumah sakit" ajak Nevan tapi lagi-lagi di tolak oleh zayen.
walaupun Nevan sangat khawatir dengan kondisi zayen tapi ia tak mau memaksakan , ia memilih diam .
" oiya van tadi katamu ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani mana? tanya zayen
"oiya nihh "meyerahkan berkas-berkas yang belum sempat ia berikan kepada ZAYEN.
ketika zayen ingin bangkit mengambil berkas yang ada di tangan Nevan tiba-tiba tubuh zayen tak bertenaga kemudian ia mulai tak sadarkan diri,tubuh zayen terkulai lemas di kursi kebesaran nya.
Nevan yang melihat itu langsung panik dan membawa zayen kerumah sakit,sampai di rumah sakit zayen langsung di tangani dengan dokter kepercayaan nya.
__ADS_1