
Riuh sesak memadati parkiran dimana mobil mewah tengah parkir didepan gerbang sekolah dan menjadi pusat perhatian para siswa siswi meski banyak pemilik mobil mewah diparkiran namun mobil ini berbeda apa lagi melihat sosok Hendri yang sedang bersandar didepan mobilnya
( Wah tampan sekali dia )
( Dia begitu sempurna,siapa sosok yang ditunggu? )
( Ingin sekali berkenalan dengannya )
( Andai saja pacarku seperti dia )
Dan masih banyak lagi bisik-bisik tetangga
'' Hallo Maknae apa kau sudah keluar aku akan menjemputmu disekolah sekarang''ucap Prilly melalui sambungan ponselnya
''Ya sebentar lagi aku keluar kau tunggulah didepan ''sahut Friya
''Ok''...tutup ponsel Prilly
Sepuluh menit kemudian Sebuah mobil metalix warna silver berbaris dibelakang mobil mewah Hendri tak kalah membuat perhatian publik
( Wuuuaahh mobil dibelakang itu sangat keren siapa orang dibalik mobil tersebut' )bisik-bisik siswa yang melihat mobil tersebut
( Iya aku penasaran entah siapa kali ini yang dijemput,setahuku meski sekolah disini sangat elit namun jarang ada orang yang bisa membeli mobil semahal itu apa lagi mobil itu edisi terbatas )
'' Sayang....'' seru Kartika menghampiri Hendri
Hendri pun langsung memeluk Kartika
''Apa sudah selesai ?tanya Hendri tersenyum
''Iya '' balas Kartika seraya berglanyut manja
pada Hendri
Tak lama muncul Friya tengah berjalan menuju gerbang pintu sekolah dan dengan sombongnya Kartika berkata ''Sayang hari ini temani aku kesalon ya aku ingin perawatan agar kulitku tetap terawat''ujar Kartika manja
Friya hanya menatap Hendri penuh dengan kasih sayang seorang adik yang merindukan kakaknya namun justru Kartika menyalah artikan tatapan Friya
''Friya...''Panggil Prilly yang baru saja turun dari mobil mewahnya
Friya sedikit terkejut ia pikir Prilly akan datang menjemputnya dengan mobilnya yang ada dibagasi namun malah membawa mobil mewah yang mencolok hingga membuat kehebohan disekolah.
Hendri yang melihat Prilly terkejut bagaimana bisa seorang pengusaha jaringan hotel terbesar itu mengenal adiknya.Bahkan menurut laporan anak buahnya yang ia tugaskan untuk menyelidiki adik hanya mendapatkan informasi jika adiknya hanya menghabiskan waktu home scoling dan jarang berinteraksi dengan dunia luar
''Sebenarnya apa yang aku tidak tau tentang mu Friya'' batin Hendri,Sedangkan Kartika sudah menarik Hendri masuk kedalam mobilnya
''Maaf aku maknae karna aku tidak punya kendaraan jadi aku pakai mobil ini''ujar Prilly tanpa rasa bersalah
''Bukankah digarasi ada mobilku Pril,kenapa tidak memakainya saja kau tau kau sudah membuat kehebohan disekolahku''sahut Friya mendesah letih akhir-akhir ini lebih sering lelah dan mudah cepat tidur
''Hehehe maafkan aku Maknae ''sahut Prilly cepat
__ADS_1
Karna tidak mau berdebat dengan Prilly ia lebih baik tidur saja.
Di dalam salon spa Kartika selalu memperhatikan Hendri sang tunangan karna kartika merasa Hendri mulai bersikap dingin padanya
''Sayang apa yang kau pikirkan?tanya Kartika lembut
''Tidak ada,apa sudah selesai jika sudah aku akan kembali kekantor ada hal yang harus aku urus''ujar Hendri berdiri dan meninggalkan kartu kreditnya pada Kartika
''Tap...Tapi Hendri aku masih belum selesai''teriak Kartika namun diabaikan oleh Hendri
''Ugh...sial awas kau alien akan aku buat perhitungan dengan mu''ujar Kartika marah
''Darel apa dia sudah kembali dari sekolah?tanya Juan pada asistennya
''Belum Tuan seharusnya ini sudah waktunya pulang tapi sampai sekarang nona Friya belum ada tanda-tanda masuk kedalam Cafe''jawab Darel
''Apa Tuan ingin makan sesuatu?tanya Darel lagi
''Tidak, jika aku makan aku akan memuntahkannya kembali''ujar Juan yang sudah tidak berdaya lagi
Darel mengangguk tanda mengerti baru saja berpisah satu minggu sudah membuat dunia Juan jungkir balik.
Hari ini Friya,Prilly,Calvin dan Edward sedang menikmati pantai di Bali dimana mereka berempat menikmati liburan melepas sebentar pekerjaannya dalam beberapa hari.
''Ahh...akhirnya kita bisa berkumpul lagi''seru Edward
''Ya Setelah Friya kembali keindonesia rasanya sangat sepi''celetuk Calvin
''Ya kalian benar mari kita bersenang-senang''seru Friya tersenyum
Sontak saja membuat semuanya tertawa bahagia,disini Friya tidak memakai riasan apapun kecantikannya begitu natural ia tak lagi menutupinya karena berada diantara orang-orang yang peduli bahkan melebihi keluarganya orang-orang yang begitu menyayanginya.
Saat akan kembali ke hotel tempat mereka menginap tiba-tiba saja Friya jatuh pingsan
''Maknae....''teriak Prilly
''Quin....''teriak Calvin
''Honey....''teriak Edward
Mereka semua panik dan langsung membopong tubuh Friya lalu memasukannya kedalam mobil mereka langsung membawa Friya ke rumah sakit terdekat.
Sesampainya dirumah sakit Friya langsung ditangani oleh dokter.
Ketiga sahabat Friya nampak menunggu didepan pintu dimana Friya mendapat penanganan dari dokter
''Aku bersumpah jika terjadi sesuatu pada Quinku aku akan membuat perhitungan dengan orang yang telah merampas mahkotanya''ujar Calvin penuh emosi
''Bukan hanya kau Cal tapi aku juga akan membuat perhitungan dengannya tidak peduli dia siapa''timpal Edward
''Bisakah kalian diam yang paling penting adalah Maknae kita baik-baik saja tidak peduli dengan yang lain''seru Prilly menengahi argumen kedua sahabatnya
__ADS_1
Ceklek.....Pintu terbuka lalu keluarlah suster,ketiga sahabatnya langsung berdiri
''Bagaimana keadaannya?tanya mereka kompak
Sang suster tersenyum melihat betapa mereka menghawatirkan temannya ''Em begini dokter menyarakan jika nona yang ada didalam dibawa keruang obgyn disebalah sana''ujar suster sambil menunjukan arah ruangan tersebut.
''Kenapa harus dibawa kesana apa ada masalah serius?tanya Prilly
Suster tersebut menggelengkan kepala ''Tidak ada masalah serius hanya untuk memastikan saja nona''
''Baiklah kami akan menunggu disana''jawab Prilly
Setelah tiga puluh menit kemudian
''Baiklah,siapa diantara kalian suami nona yang ada didalam?tanya suster
''Aku...''jawab Calvin dan Edward spontan hingga membuat sang suster melongo
''Aishh...suster jangan hiraukan mereka biarkan aku masuk''putus Prilly lalu masuk menemui Friya
''Maknae...''seru Prilly langsung menghambur ke pelukan Friya
Friya yang mendapat perlakuan dari Prilly tak kuasa menahan tangisannya ''Pril ad..ada bayi dalam perutku ap..apa yang harus aku lakukan Pril Aku..aku takut tidak bisa membesarkannya''ujar Friya terisak tangis
''Tenanglah Maknae ada aku yang akan menjagamu semua pasti akan baik-baik saja''hibur Prilly ia tau bagaimana perasaan Friya saat ini dimana usianya masih terbilang sangat muda tidak mudah baginya menerima kenyataan ini
''Terimakasih Pril kau yang terbaik''jawab Friya
''Lalu siapa ayah sijabang bayinya?celetuk sang dokter
''Aku dady nya''jawab Calvin
''Aku papanya''sahut Edward yang tak mau kalah
''Jika begitu aku Momy nya ''seru Prilly
''Aisshh...kalian ini jika semua peran kalian ambil lalu bagaimana denganku?tanya Friya polos
Sontak saja membuat ketiga temannya terharu lalu menghambur ke pelukan Friya ''Tentu saja kau adalah ibunya''jawab mereka kompak
Tak lama kemudian mereka berempat pergi meninggalkan ruang dokter kandungan.
Lalu muncul Juan yang baru saja keluar dari ruang Felix,samar-samar ia mendengar suara Friya.
''Friya...''ujar Juan lirih lalu menoleh keruang obgyn tanpa berfikir lagi Juan langsung menerobos ruangan tersebut membuat Darel sang asisten terkejut.
''Siapa orang yang baru saja keluar dari ruangan ini dan berikan datanya padaku''ujar Juan pada sang dokter
Dengan suara bergetar ''Tapi maaf tuan kami tidak bisa memberikan informasi pasien kami pada orang tak dikenal''
''Dokter lebih baik menurut saja jika masih ingin bekerja dirumah sakit ini''ancam Darel yang mengerti suasana hati Juan
__ADS_1