
Juan mengendarai mobil mewahnya dan membawa Friya pergi,karna terlalu lelah Friya pun mulai terpulas dengan masih mengenakan seragam sekolahnya.
Hampir dua jam lebih perjalanan dimana Juan tengah membawa Friya pergi kesebuah villa yang sudah dihias sedemikian rupa oleh Juan dimana telah dipersiapkan khusus untuk menyambut Friya.
Bugh...
Pintu mobil ditutup keluarlah sepasang sepatu hitam mengkilat Juan lalu ia perlahan memutari mobil dan membuka pintu dimana Friya masih dalam posisi tidur.
Senyum manis mengembang di wajah Juan memandangi gadis mungil yang ia ingin taklukkan ada dihadapannya perlahan tangannya menyentuh wajah Friya yang begitu lembut seperti kulit bayi.
''It'a shame we've arrived at our destination''ucap Juan lembut
Merasakan sentuhan tangan Juan Friya mulai mengerjakan kedua matanya ''Apa kita sudah sampai?tanya Friya yang masih mengumpulkan sisa nyawanya sambil menguap
''Yes...''jawab Juan seraya membuka pintu lebar-lebar
''Em dimana ini,bukankah tadi kau bilang akan mengantarkan ku pulang Juan''ucap Friya yang bingung melihat sekitar yang nampak asing
''Tenanglah nanti kau juga akan tau,ayo ikut aku ''jawab Juan seraya mengandeng tangan Friya
Sepanjang menyusuri jalan banyak bunga berjajar rapi dan balon putih bergelantungan saat membuka pintu masuk hamparan kelopak bunga mawar merah menjadi alas kaki membuat kedua pupil mata terbelalak kagum akan dekorasi yang disuguhkan mata.
Friya nampak kagum dengan apa yang dilihat sampai Juan membawa Friya kesebuah dekorasi dari kelopak bunga mawar yang membentuk gambar hati
''Bagaimana apa kau suka?tanya Juan tersenyum
''Kau yang membuat semua ini? Friya malah bertanya bukannya menjawab pertanyaan Juan
Juan hanya tersenyum manggut-manggut sambil melonggarkan dasinya
''Hemm.... sangat cantik ''puji Friya tersenyum lepas dan pertama kalinya Juan melihat senyum lepas itu membuat hatinya seakan ingin keluar dari tempatnya
Dengup jantung Juan semakin berdetak keras hingga membuatnya salah tingkah dan wajahnya bersemu merah.
Juan lalu bersimpuh dihadapan Friya dengan menekuk sebelah kakinya dan berkata ''Aku tidak bisa menjanjikan kebahagian yang sempurna karena kesempurnaan hanyalah milikNYA aku akan berusaha semampuku sesuai kemampuanku untuk tidak membuatmu meneteskan air mata,dan menjagamu aku tidak bisa menyediakan rumah seperti istana tapi aku menyediakan tempat dimana kau mengadu akan lelah dan keluh kesah mu,aku adalah tempat sekaligus rumah untukmu kembali pulang''ujar Juan memberi jeda ''Will You Merry Me?tanya Juan dengan tatapan sorot kasih sayang.
__ADS_1
Tubuh Friya bergetar dan kedua matanya mulai berkaca-kaca seraya menutup mulut dengan kedua tangannya.Mencoba mencari kebohongan dikedua mata Juan namun tidak menemukannya
Setelah banyak pertimbangan akhirnya Friya menjawab ''Ya,aku bersedia''
Juan yang tadinya menunduk kini mengangkat kepala setelah mendengar jawaban dari Friya,Juan langsung berdiri san memeluk erat Friya sambil meneteskan air mata bahagia
Juan lalu menerogoh saku celananya dan mengeluarkan kalung berlian.Kalung berlian Ruby seringkali diasumsikan dengan kedamaian, kekuatan, serta cinta, yang menjadikannya sebagai pilihan batu perhiasan yang romantis di dunia kini tengah bertengger cantik dileher Friya kalung berlian Ruby berwarna merah terang
Juan sengaja memilih kalung dari pada cincin karena bagi Juan melihat wanitanya memakai kalung tersebut akan terlihat bersinar,untuk pertama kalinya Juan mencium kening Friya namun saat kedua mata mereka saling menatap tiba-tiba perut Friya berbunyi hingga membuat gelak tawa bagi keduanya
''Oh astaga maafkan aku,kalian jadi kelaparan''ujar Juan ia sedikit membungkuk lalu mengusap perut rata Friya
Juan melambaikan tangan lalu muncul beberapa pelayan membawa makanan ringan seperti roti,kue dan beberapa cemilan lainnya ada juga Jus kesukaan Friya
''Maafkan aku hanya menyediakan makanan ringan saja,nanti setelah dari sini aku akan membawamu makan makanan enak''ujar Juan dengan mata berbinar
Friya tersenyum lalu mengambil makanan tersebut baru makan sesuap ponsel Juan berdering tertera nama Darrel dilayar ponselnya Juan langsung mengangkatnya
''Tuan muda semua sudah saya urus tinggal menunggu tanda tangan dari Tuan Muda dan Nona Friya"ujar Darrel
''Baik aku segera kesana''tutup ponsel Juan
Juan melihat Friya yang masih meneguk orange jus lalu berkata'' Ayo ikut aku ada hal penting yang harus aku urus''
''Kemana?tanya Friya bingung
''Nanti kau akan tau''sahut Juan
Bugh....pintu mobil tertutup Juan langsung melajukan mobil mewahnya menuju tempat dimana Darrel sedang menunggunya
''Sebenarnya kita mau kemana Juan?tanya Friya
''Kita mau ke KUA''sahut Juan enteng
__ADS_1
''APA..!! pekik Friya
Juan langsung menghentikan mobilnya kala Friya berteriak ''Kenapa kau kaget begitu sayang kita ke KUA untuk mendaftarkan pernikahan kita''ucap Juan
''Juan aku masih memakai seragam sekolah apa mereka akan mengizinkan kita untuk menikah jika mereka aku aku masih siswa SMA? tanya Friya panik
Juan tersenyum manis lalu menoleh kebelakang dan mengambil paper bag dan menyerahkannya pada Friya ''Ini pakaian ganti untukmu aku sudah menyiapkan semuanya,tidak ada yang mustahil jika seorang Juan tidak bisa menikahimu hari ini''ucap arogan Juan
Friya masih tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi sedikit membuatnya limbung lalu melihat Juan masih saja berada di mobil Friya langsung memicingkan sebelah matanya
Juan yang tidak mengerti hanya diam saja ''Apa kau mau melihatku ganti pakaian disini''desis Friya seraya memicingkan matanya
Juan langsung salah tingkah'' Oh maaf aku akan keluar sekarang''sahut Juan gugup
''Awas jika kau berani mengintip''ancam Friya
Juan keluar dari mobil dan membelakangi mobil sambil melonggarkan dasinya menoleh ke kanan kiri setelah selesai berganti pakaian Friya memanggil Juan
''Kau sangat cantik''ucapan Juan terlontar begitu saja saat masuk kedalam mobil dan memperhatikan Friya dengan susah payah ia menelan air ludahnya
Satu jam berlalu akhirnya mereka sampai ditempat tujuan,Darrel sudah menunggu Juan dan Friya
Pintu mobil terbuka Juan turun lebih dulu lalu disusul oleh Friya,melihat Friya memakai gaun selutut berwarna peach dan potongan kerah sabrina membuat mata Juan memancing ia dengan cepat membuka jas yang ia kenakan lalu ia pakaikan pada Friya agar bahu nan mulus Friya tidak bisa dinikmati orang lain.
Apa yang ada pada diri Friya hanya Juan yang boleh melihatnya mana mau ia berbagi miliknya
''Tuan Muda,Nona Muda''sapa Darrel sedikit membungkuk
Juan mengangguk''Apa semua sudah beres?tanya Juan
'' Sudah sesuai permintaan Tuan Muda''jawab Darrel
''Bagus kau memang bisa diandalkan''puji Juan yang bangga atas kinerja Darrel
Juan lalu membawa Friya masuk untuk menandatangi surat pernikahan mereka tiga puluh menit berlalu mereka segera keluar dari KUA dengan membawa buku nikah berwarna merah dan biru
__ADS_1
Friya namak limbung memegang buku kecil tersebut antara percaya dan tidak ''Aku menikah''ucap Friya lirih