
Udara diparis sungguh berbeda dengan udara di Osaka, beberapa hari ini Aslan tidak bisa berbuat banyak apa lagi hanya sekedar untuk menghubungi sahabatnya ia tidak bisa berkutik karna selalu diawasi gerak geriknya.
Bagi Aslan semua seperti asing melihat beberapa foto yang terpasang disetiap rumah besar yang ia huni saat ini sangat berbeda jauh dari kehidupannya sehari-hari.
Saat Juan pergi kekantor dan hanya ada Friya,Aslan memberanikan diri untuk keluar sebentar dengan diantar supir,tanpa sepengetauan Friya,Aslan menghubungi sahabatnya
Bunyi sambungan telepon tersabung namun sahabatnya belum menjawab ponselnya Aslan mencoba mengubungi ulang karna waktunya sedikit
Di osaka Ranma masih memejamkan matanya bunyil ponsel terus berdering hingga membuat telinga Ranma gatal
''Argghhh....siapa malam-malam berisik sih tidak bisakah kau membiarkanku tidur walau hanya lima menit saja''rancau Ranma
Ponsel diangkat Ranma dengan suara serak menjawab panggilan telepon tersebut ''Ya hallo...''
''Sialan bangun bodoh buka matamu''umpat Aslan disebrang telfonnya
''Fuh...siapa ini kenapa kau menganggu tidurku?tanya Ranma yang masih merancau
''Ini aku Aslan.Hey dengarkan aku baik-baik orang yang bersamamu bukanlah diriku aku sekarang berada diparis aku tidak punya banyak waktu karna aku selalu diawasi kau harus menjaganya jangan sampai kau mmebuatnya terlibat masalah jika tidak nyawa kita taruhannya kau mengerti''ujar Aslan lalu sambungan ponsel terputus
Ranma yang masih mengantuk berat belum sepenuhnya sadar apa yang diucapkan Aslan saat Ranma meletakkan ponselnya ia berbalik badan dimana ia melihat Aslan yang tidur diranjang sebelahnya lalu mendengar suara Aslan lainnya diponsel membuat Ranma terlonjak kaget saat ia sepenuhnya sadar
''Aarrrggghhh.....''!!!
Ke esokan paginya Ranma membawa Alan berkemas dengan memasukan beberpa potong baju kedalam tas ranselnya
''Hey mau kemana kita?tanya Alan bingung
''Sudah jangan banyak tanya cepat kemasi barang-barang mu dan ikut denganku''sahut Ranma cepat
''Aku tidak mau jika kau tidak mengatakan kita mau kemana''rajuk Alan
''Ishhh astaga kenapa kau bertingkah seperti anak kecil kau sungguh menggelikan Aslan''cibir Ranma
''Kita akan memulai petualangan mencari identitasmu yang sebenarnya bukankah kau bilang sedang mencari kelurgamu termasuk Mama,Papa kandungmu''
Deg...!!
''Aku sudah menghubungi seseorang yang akan membatu petualangan kita jadi kau tak perlu cemas ''
''Paman Yue juga sudah memberikan beberapa hal jika kita menemukan tanda klan ini aku yakin pasti bisa membantumu menemukan identitas aslimu''ujar Ranma lagi
''Hemm terimakasih sudah membantu''sahut Alan tersenyum
''Jangan tersenyum kau membuatku jijik ''
__ADS_1
*Flasback...
"Aku pernah melihatnya.."celetuk Alan
"Apa...!!sahut mereka terkejut
"Ya disuatu tempat yang sangat jauh tapi aku tidak ingat dimana apa itu sangat berati?tanya Alan polos
"Astaga kau membuatku hampir terkena serangan jantung "ujar paman Yue
Paman Yue menarik nafas panjang sebelum menceritakan tentang Klan yang sangat disegani bagaimanapun ia juga pernah terlibat didalamnya,salah satu penerusnya pun sangat misterius penuh dengan teka-teki tak satupun orang yang tau sosoknya yang mereka dengar sosok tersebut adalah wanita yang masih muda tapi bisa mengatur semua klan karna dipimpin oleh orang-orang kepercayaan dan pilihan.
Sejak tragedi mengerikan itu sosok tersebut seperti hilang ditelan bumi tidak ada kabar apapun seolah sudah mati*
"Klan Naritama adalah pemimpin dari semua suku yang mengatur kedamaian dunia namun tidak semua suku tunduk pada Klan Naritama karna beberapa suku merasa punya hak maka dari itu banyak suku yang memberontak kepada Klan Naritama sehingga terjadilah perselisihan"
"Jika saja Klan Naritama bangkit kemungkinan para suku bisa disatukan kembali agar dunia menjadi damai"ujar paman Yue lagi
"Lalu bagaimana dengan suku Scorpion yang menginginkan Aslan kembali?tanya Ranma
"Ehh..."sahut Alan
Paman Yue lalu melihat Alan yang ada didepannya mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki paman Yue memerhatikannya
"Entah kenapa kau seperti menyimpan banyak teka teki"ujar Paman Yue pada Alan
Diparis
Makan malam bersama keluarga dimulai salah satu sodara tiri Juan nampak antusias menyambut kedatangan Juan beserta keluarga kecilnya
''Selamat datang Juan lama tidak bertemu''ujarnya tersenyum
Juan mengangguk seraya menjabat tangan sodara tirinya tersebut
''Hallo apa kabar''sapa Friya tersenyum lembut
''Ahh...Adik ipar kabarku sangat baik senang bisa bertemu denganmu''balasnya tersenyum
''Oh ya ini...Apakah ini putramu?tanya Max
''Oh...ia ini putraku ''jawab Friya bangga
''Wow...dia sungguh mewarisi ketampanan Juan ternyata''puji Max sambil tertawa kecil
''Kakak jangan terlalu memujinya bagaimanapun aku yang memaksanya ikut ''sahut Friya
__ADS_1
''Halo keponakan senang bertemu denganmu'ujar Max mengulurkan tangannya pada Aslan
Aslan tidak tertarik meraih untuk berjabat tangan pada Max sang paman tatapannya begitu datar dan dingin membuat Max salah tingkah
''Ma aku permisi mencari udara segar''pamit Aslan lalu melenggang pergi
''Dia benar-benar mewarisi sifat Juan yang sombong datar dan dingin sungguh menyebalkan''dumel Max seraya mengusap tangannya dengan sapu tangan
Di taman Aslan melonggarkan dasinya agar bisa bernafas dengan benar ia menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan ''Aishh...kehidupan macam apa yang dijalani Alan begitu formal sekali sungguh membuatku muak ''dumel Aslan lalu meneguk air yang ia bawa sampai habis
''Permisi boleh aku duduk disebelahmu?tanya seorang gadis
Aslan hanya melirik sekilas lalu mengabaikan gadis tersebut dan hanya bergeser saja agar gadis tersebut duduk
''Ngomong-ngomong siapa namamu? namaku Minako aku baru datang dua hari yang lalu aku berasal dari jepang dan aku baru disini aku dengar kau keponakan paman Max besok kita jalan yuk aku bosan dirumah terus aku pengen kleliling tapi tidak punya teman kau mau kan menemaniku''cerocos Minako
Sedangkan Aslan hanya diam membisu ia pun langsung berdiri tanpa menjawab pertanyaan dan ocehan Minako
''Cih menyebalkan padahal aku sudah bicara panjang lebar dia malah pergi begitu saja benar-benar tak berperasaan ''dumel Minako
Makan malam pun dimulai suasana nampak hangat sesekali Minako terus melihat kearah Aslan namun Aslan hanya memasang wajah dingin nan datar tak menghiraukan orang disekitarnya
''Sayang aku pergi sebentar kekamar kecil''pamit Friya pada Juan
''Apa perlu aku temani?tanya Juan
''Tak perlu aku tak lama kok hanya sebentar''ujar Friya menepuk bahu Juan pelan
''Ma aku juga ingin kekamar kecil''seru Aslan
Mereka pun melenggang pergi bersama ''Apa kau tak nyaman berada disini?tanya Friya pada Aslan
Aslan berhenti melangkah ''Aku merasa asing disini,karna disini bukanlah tempatku tapi demi Mama apapun aku lakukan''ujar Aslan jujur
''Maaf...''ujar Friya pelan
Deg...!
Hati Aslan seperti tertusuk jarum mendengar permintaan maaf Friya membuat rasa bersalah menderanya
Sesampainya dirumah Juan membopong Friya kedalam kamar ''Apa Mama baik-baik saja?tanya Aslan cemas
Ia tidak tau kenapa begitu peduli dengan Friya
Juan mengangguk "Ya tidak perlu khawatir ''
__ADS_1
''Istirahatlah ini sudah larut malam besok kau harus sekolah''titah Juan
''Baik...