Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria

Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria
Gadis Aneh


__ADS_3

Sepedah dikayuh perlahan menikmati suasana dipagi hari dengan udara sejuk menyegarkan, taman hari ini begitu ramai pengunjung banyak anak-anak kecil sedang bersenda gurau ada yang bermain kejar-kejaran ada juga yang bermain gelembung air.


Senyum lembut terukir indah dibalik kaca mata yang terpasang apik diwajahnya dengan rambut ikal bergelombang


Setelah ia mengayuh sepedahnya ia sampai ditempat tujuan


Ia memarkirkan spedahnya lalu menguncinya


Dengan wajah berseri ia berjalan menyapa beberapa orang yang mengenalnya


''Selamat pagi paman maaf aku baru datang apakah banyak pesanan yang harus dikirim''ucapnya tertawa kecil


''Yara seperti biasa pesanan sangat banyak menantimu untuk segera dikirimkan ''jawab Paman Li tersenyum


Yara adalah gadis yatim piatu saat ibunya melahirkan dirinya selang beberapa jam meninggal karena pendarahan sedangkan sang ayah meninggal karena kecelakaan kerja


Sejak itu paman Li mengadopsi Yara umur 10 tahun,paman Li dan ayah Yara adalah teman baik,ia memutuskan untuk tidak menikah setelah orang yang dicintainya menghianati dirinya paman Li hanya seorang penjual bunga dikedai miliknya yang tak jauh dari rumahnya hanya berjarak 1 km.


Memutuskan merawat Yara adalah keputusan terbaik yang ia ambil membuat kehidupannya lebih berwarna susah senang ia lewati bersama Yara gadis yang sangat periang dan juga jujur senang merangkai bunga.



Ayara.


Hari sudah menunjukan pukul 4 sore dimana Yara sudah berkemas dan akan menutup kedai bunganya.


''Kau sudah pulang Yara?


''Ahh...Iya paman aku pulang,o ya hari ini pesanan bunga lumayan banyak dan ini uang DP yang mereka berikan padaku besok jam 10 pagi harus segera dikirimkan ''


''Wahh...benarkah itu bagus ayo bersihkan dirimu lalu makan bersama''


''Siap paman,aku mandi dulu''


Acara makan pun dimulai meskipun makan seadanya namun kehagatan di keluarga kecil mereka sungguh terasa.


Tak


Dua gelas teh panas di letakkan dimeja uap mengepul,bau harum teh semerbak ke indra penciuman dimana Paman Li dan Ayara duduk diruang tamu sambil menikmati acara tv


Paman Li menyodorkan kertas yang ia dapatkan dari selembaran koran dimana dikertas tersebut adalah penerimaan siswa baru dengan beasiswa murid berbakat


''Apa ini paman''


''Paman tau kau sangat ingin sekolah jadi paman menemukan selembaran ini,paman rasa akan sangat bermanfaat untuk mu''


''Huhh... Rasanya menyenangkan jika tempat baru suasana baru, orang-orang baru yang tidak mengenaliku jauh lebih baik bukankah begitu paman Li''


''Ingat pesan paman jangan terlihat mencolok''

__ADS_1


Sementara dikediaman Juan tengah dihebohkan oleh kedatangan Minako dan ayahnya yang meminta Alan untuk menjadi calon menantu nya kelak.


''Apa...!!


Juqn, Friya dan Alan kompak terkejut dengan expresi berbeda mereka benar-benar shock hingga tak bisa berkata-kata


''Begini tuan saya tau niat baik tuan tapi saya tidak bisa memutuskan karena semua itu adalah keputusan Alan sendiri apalagi mereka masih sekolah masa depan mereka masih panjang''


''Ya kurasa masih terlalu cepat untuk memikirkan kejenjang lebih serius untuk anak-anak''sahut Friya


Alan hanya diam expresinya jauh lebih dingin dan datar seolah-olah aura hitam sedang menyelimuti tubuhnya.


Minako yang selalu tersenyum memperhatikan Alan dibuat merinding, mungkin karena terlalu memaksakan diri dan tergesa-gesa membuat Alan tak nyaman.


''Jika begitu bolehkah aku sering main-main kesini tante Friya?


''Ahh iya jika kau mau datang kemari Alan tidak akan keberatan''


''Terimakasih Tante Friya''


Selain urusan pekerjaan yang di harapkan oleh ayah Minako adalah bisa berbesanan dengan keluarga Alan maka akan membuat perusahaan miliknya semakin besar apa lagi pengaruh Juan Elder Hans yang luar biasa


Setelah Minako dan Ayahnya pulang Juan dan Friya bernafas lega lalu melihat Alan


Saat Alan berdiri melangkahkan kakinya Juan memanggilnya


''Papa mau bicara Son...''


''Duduklah''... perintah Juan


''Ada apa dengan mu son kau tak suka?


Alan hanya diam tak menjawab,Juan menarik nafas lalu menghembuskannya


''Papa tidak memaksamu jika kau tidak suka tidak apa itu adalah pilihanmu setidaknya berteman dengan nya tidak masalah bukan''


''Huhh...Terserah Papa saja''jawab Alan seraya keluar dari ruang kerja Papanya


Juan hanya tersenyum melihat tingkah sang putra yang mirip dengan dirinya


Suasana ditempat Aslan mereka bertiga kini sedang berjalan-jalan dipusat kota dimana sebuah Mall terbesar.


Selain belanja kebutuhan sehari-hari mereka juga membeli perlengkapan komputer tak lupa ia juga mampir disebuah kedai makanan siap saji.


''Hemm makanan disini sangat enak aku suka''


'Ini sangat cocok dengan lidahku benarkan Aslan?


Aslan hanya mengannguk sambil geleng-geleng kepala ''Kalian tunggu disini aku pergi sebentar ''

__ADS_1


''Hei jangan lama-lama nanti aku tinggal''


Mereka berdua tertawa karena berhasil menggoda Aslan.


Setelah keluar dari kamar mandi dua orang dengan tubuh tegap menyapa Aslan


''Selamat malam tuan muda''sapa mereka


Aslan bingung ia lantas menoleh kekanan dan kekiri hanya ada dia seorang


''Maaf kalian salah orang ''ujar Aslan datar


''Ahh tuan muda begitu baik, bagaimana kami bisa lupa jika tuan muda biasanya sering main ke Mall ini''..


''Apa mereka pikir aku adalah Alan''batin Aslan


''Ohh anggap saja kalian tidak mengenal ku jadi abaikan saja mengerti ''ujar Aslan meninggal kan mereka berdua


Pagi ini Yara mengayuh spedahnya lagi membawa banyak bunga yang akan dikirim kepelanggan, wajahnya terpancar akan keceriaan seyum merekah tak pernah pudar


Semangat yang tertanam pada dirinya sungguh luar biasa


Gadis yang pantang menyerah pada keadaan


''Bibi pesanan datang ''teriak Yara


''Ahh akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga terima kasih Yara kau datang tepat waktu bibi sempat khawatir jika kau datang terlambat ''


''Isshh bibi jangan khawatir aku pasti datang tepat waktu sesuai janjiku''


''Ya..ya terimakasih ini uang sisa pembayaran nya ya''


''Iya terimakasih Bi''


Pekerjaan yang dilakukan Yara tidaklah berat meskipun lelah ia sangat menyukai pekerjaan apapun itu maka tak heran jika orang -orang sangat menyukai Ayara.


Hari ini Yara sangatlah terburu-buru ia berlari menaiki anak tangga menuju kelasnya saat sampai dilorong ia tak sengaja menabrak seseorang


Brug....


''Aduhh...''


Yara terjatuh hingga isi tasnya berserakan ''Maaf aku gak sengaja ''ujar Yara mengambil buku miliknya


Seseorang itu langsung pergi begitu saja begitu melihat penampilan orang yang menabraknya dengan rambut ikal bergelombang dikepang dua dengan kacamata ''Gadis aneh mengapa sampai masuk kesini ''pikirnya


Yara akhirnya sampai diruang kepala sekolah ia mengeluarkan kertas dimana dikertas tersebut bisa mengajukan beasiswa untuk anak berprestasi


Yara juga menunjukkan beberapa foto dirinya yang sering mendapatkan piala kejuaraan membuat kepala sekolah sangat senang.

__ADS_1


''Jika begitu akan aku sampai kan kepada pimpinan sekolah besok aku akan kabari lagi''


''terimakasih banyak pak''


__ADS_2