Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria

Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria
Kehancuran


__ADS_3

Pagi menjelang Kartika mulai perlahan membuka kedua matanya hatinya hancur berkeping-keping merutuki apa yang menimpa hidupnya hingga menyalahkan takdir yang tidak berpihak padanya.


Air mata mulai mengalir isak tangis terdengar kala jiwa raganya hancur karena kesombongan dan keangkuhan yang ia perbuat harus menanggung akibatnya


Perusahaan keluarga yang perlahan bangkrut,pertunangan yang dibatalkan,ibu yang tidak mau hidup susah memilih pergi dari pada mempertahankan pernikahannya,dan sekarang sang papa harus dioprasi akibat penyumbatan darah di jantung seolah tiada habisnya yang menimpa hidup Kartika.


Kini ia menyesali perbuatannya namun roda kehidupan teruslah berputar meski harus merelakan dirinya demi menyambung hidup dan biaya oprasi sang papa.


Ceklek...suara pintu terbuka seorang pria gendut masuk ''Kau sudah bangun''


Kartika mengangguk ''cepat bersihkan dirimu dan ganti pakaianmu''titah pria gendut


''Ba...Bagaimana dengan oprasi Papaku?tanya Kartika terbata


''Papamu sudah dioprasi kau tenang saja selama kau mau melayani dan menuruti semua perintahku maka apa yang kau inginkan akan aku penuhi''ujar Pria gendut tertawa


Dalam hati Kartika terus mengumpat dan menyalahkan Friya atas takdir yang menimpanya.


Sedangkan Charly begitu histeris,tubuh penuh luka lebam akibat memberontak karena dipaksa melayani nafsu bejat orang tak dikenal membuat mental Charly down dan karena malu bertemu keluarga ia memutuskan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri melompat dari apartemen lantai 30


Melody terpaksa menjadi simpanan pria hidung belang demi menyambung hidupnya karena kebutuhan ekonomi dan gaya hidup mewah.


Perlahan semua orang yang menyakiti Friya mendapat ganjarannya dan kehancuran yang setimpal dengan perbuatan mereka.


Angin semilir menerpa wajah cantik Friya rambut yang terurai berterbangan sedikit menutupi wajah cantiknya


''Nona Bos...''sapa Emma asisten pribadi Friya yang bertugas diperusahaan Shine Emon


Friya menoleh tersenyum melihat kedatangan asisten pribadinya ''Ada apa Emma?


''Ada beberapa berkas yang harus anda seleksi karena ini demi kelangsungan perusahan Game baru kita dan ada beberapa proposal yang perlu anda tinjau ulang''papar Emma dengan lugas


''Hemm apa kalian tidak bisa memutuskannya Emma?tanya Friya seraya duduk di kursi meja kerjanya


''Semua sudah kami pilih namun keputusan akhir hanya Nona Bos yang bisa,kami mana berani''ujar Emma tersenyum

__ADS_1


''Baiklah aku akan melihatnya''


Emma duduk didepan Friya tak lama pintu terbuka


''Permisi apa aku menganggu waktu kalian''seru seseorang yang muncul kepalanya


''Oh Astaga orang ini selalu muncul tiba-tiba''pikir Friya dengan kedua mata memutar malas


Akhir-Akhir ini Friya nampak tak bersemangat apa lagi dengan keadaan hamil muda membuatnya lebih sering mengantuk dan malas bergerak.


''Masuklah''titah Friya tersenyum


''Jika begitu saya permisi nona Bos''pamit Emma yang merasa tak enak


''Tidak apa Emma kau bisa mengerjakannya disana kau tidak perlu sungkan berkas ini terlalu banyak aku tidak mungkin bisa menyelesaikannya sendiri tanpa bantuanmu''ujar dan cegah Friya agar Emma mau membantunya


Juan mempersempit jarak lalu mendekati Friya dan mengecup kening Friya tanpa rasa malu meski ada asistennya


''Oh good Juan sekarang sejak kau menikah kau sudah mulai berani pamer kemesraan dihadapan kami,apa kau tidak bisa memikirkan bagaimana perasaan kami meski hanya sedikit saja''batin Darrel nelangsa


''Apa kau membawa pesanan ku Bear?tanya Friya


Pertanyaan Friya yang biasa terdengar begitu sexy ditelinga Juan membuat kupu-kupu berterbangan diperutnya apa lagi Friya memanggilnya dengan sebutan Bear sebutan kasih sayang yang Friya sematkan pada Juan seorang.


Mendengar Friya memanggil sang atasan dengan sebutan Bear membuat Darrel dan Emma tersedak hingga terbatuk-batuk


''Ah ruangan ini kenapa terasa panas ''ucap Darrel sambil mengibas-ngibas kedua tangannya


''Sepertinya aku haus aku akan pergi mengambil minuman dan juga cemilan''ujar Emma seraya berdiri dan bergegas pergi


''Aku juga ''sahut Darrel cepat dan sedikit berlari menyusul Emma


Melihat kedua asisten mereka pergi Friya menaikan sebelah alis matanya seakan bertanya pada Juan


mendapat tatapan mata dari Friya,Juan langsung gelagapan seraya menggaruk-garuk keningnya yang tidak gatal

__ADS_1


''Apa ada yang salah dengan panggilan yang aku sematkan padamu Bear?tanya Friya polos


Juan tersenyum manis lalu menggeleng kan kepala''Tidak Honey,bagiku panggilan itu sangat spesial hanya untukku aku tidak keberatan sama sekali''


''Ayo makan dulu baru kerja okey''ucap Juan membuka satu porsi ceker ayam setan super pedas entah kenapa Friya sangat ingin memakannya


Melihat Friya yang makan begitu lahap tanpa rasa pedas membuat Juan penasaran ingin mencicipinya.


''Sepertinya sangat enak boleh aku mencobanya Honey?


''Tentu saja ini makanan paling enak didunia''


Baru saja mencoba Juan sudah tersedak karena saking pedasnya ''Oh....Ya tuhan Honey ini sangat pedas sekali''ucap Juan dengan muka merah padam akibat terlalu pedas


Satu porsi ceker setan super pedas sudah habis dilahap oleh Friya sedangkan Juan baru mencoba makan satu ceker sudah tidak sanggup lagi


''Tidak pedas Bear ini sangat enak jika kau tak mau aku habiskan saja''pinta Friya seraya menjilat-jilat jari jemarinya karena banyak bumbu yang menempel


''No...no...Honey kasihan beby yang ada didalam perut dia pasti kepedasan Honey cukup aku tidak mau terjadi sesuatu pada Beby kita''ujar Juan mengambil satu porsi ceker setan yang ada dihadapannya.


Dengan mata sembab Friya menjadi melow ''Bear apa kau tidak kasihan padaku aku sudah lama menginginkannya kenapa kau malah melarang ku menghabiskan ceker setan itu apa kau tidak sayang padaku''rajuk Friya dengan bibir mencebik


Melihat Friya memelas membuat Juan tak tega ia pun memberikan ceker setan tersebut


''Ok,tapi hanya satu saja tidak lebih ingat pada Beby yang ada didalam perutmu''peringat Juan


Sontak saja Friya langsung sumringah dan mengangguk setuju dengan pengaturan dari Juan.


30 menit berlalu setelah makan Friya langsung saja mengantuk ia pun tidur dipangkuan Juan.


Tak sengaja Juan melihat layar komputer Friya dimana beberapa File tertata rapi ia juga membaca proposal dari perusahaannya sendiri namun dibuang ditempat sampah oleh Friya


Setelah membaca proposal dari perusahaannya dan membandingkan beberapa proposal dari yang lainnya banyak yang kurang kooperatif sehingga tidak masuk dalam jajaran Game yang dinaungi oleh Friya seleksi untuk masuk perusahaan Game Friya sangatlah ketat karena itu Friya tidak mau ada sedikitpun kesalahan karena Friya begitu teliti dan detail dalam pengembangan perusahaannya.


''Pantas saja kau sangat ketat dalam pemilihan Proposal untuk bisa bergabung dengan Game Shine Emon dan kau memilih berdiri dibelakang layar Honey''batin Juan seraya menatap insten Friya yang tidur dipangkuannya

__ADS_1


__ADS_2