Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria

Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria
15 Tahun Kemudian


__ADS_3

Matahari mulai menampakkan sinarnya suara burung terdengar berkicau saling bersahutan semua orang sibuk dengan rutinitas dipagi hari dengan segudang aktifitas mereka masing-masing.


Sepasang mata yang masih terpejam enggan terbuka kala bunyi alarm disampingnya berdering kencang.


Sebuah tangan meraih jam tersebut lalu membantingnya.


PRAAKK...''Berisik sekali'.....


Rambut yang masih acak-acakan khas bangun tidur dengan langkah gontai ia berjalan menuju kamar mandi hari ini adalah tahun ajaran baru ia masuk sekolah pertamanya.


Air hangat mulai membasahi seluruh tubuhnya hanya butuh waktu 10 menit ia menjalani rutinitas dipagi harinya ia memakai seragam sekolahnya lengkap dengan sepatunya.


Sesekali tangannya dengan cekatan membuat roti panggang dan telur ceplok tak lupa segelas susu menjadi pelengkap sarapan paginya.Setelah selesai barulah ia berangkat sekolah.


Sekolah Swasta ini tidak terlalu jauh untuk ditempuh hanya butuh waktu 30 menit agar sampai disekolah.


Hiruk priuk suasana di jalanan penuh dengan kendaran berlalu lalang dipagi hari menandakan aktifitas mulai ramai.


''Hufl...Akhirnya sampai juga disekolah''ujarnya pelan


Sekolah Swasta kebanyakan anak-anak bandel bahkan banyak siswa dengan gaya arogan mereka yang senang dengan segala sesuatu menggunakan kekerasan bahkan tak segan untuk membuly dan memeras serta menindas siswa yang lebih lemah dari mereka.


Guru mereka bahkan takut dengan siswanya yang paling berkuasa apa lagi jika orang tua siswa tersebut memiliki saham disekolah maka tidak ada yang berani menegur atau menghukum mereka meski tau mereka salah jika tidak maka guru tersebut akan dikeluarkan bahkan untuk mencari pekerjaan lain akan sangat kesulitan.


Motto siswa Swasta ini siapa yang kuat dialah yang paling berkuasa.


''Selamat pagi anak-anak hari ini tahun pelajaran baru dan tentunya kalian mendapat siswa baru semoga kalian bisa berteman baik dengannya''ujar Pak Tito memberi jeda ''Masuklah nak''titah pak Tito


Sebagian murid nampak antusias dan sebagian nampak cuek dan malah asik dengan dunianya sendiri terutama Ranma siswa paling berkuasa karena orang tuanya salah satu pemegang saham terbesar disekolah Swasta tersebut.

__ADS_1


Tak


Tak


Tak


Siswa baru itu muncul dengan tatapan mata dingin


''Ayo perkenalkan dirimu''titah pak Tito


''Hallo namaku Aslan salam kenal''sapanya


Melihat tidak ada reaksi dari teman-teman sekelasnya membuat Aslan senang semakin sedikit berinteraksi dengan orang disekitar akan jauh lebih baik pikirnya


''Baiklah Aslan silahkan duduk ditempatmu''ujar pak Tito tersenyum


Ranma dan kawan-kawan tengah membuly salah satu siswa disekolah pada jam istirahat seperti biasa Ranma akan meminta sejumlah uang pada siswa yang masuk ke kantin untuk bersenang-senang.


''Berikan uangmu''titahnya


Aslan tak menghiraukan ia terus masuk kedalam kantin dengan wajah datar dan dinginnya salah satu dari mereka memberi tau Ranma jika murid pindahan tidak mau memberikan uang padanya,dan membuat Ranma marah.


Kreattt....salah satu kursi ditarik Ranma,iapun duduk didepan Aslan yang sedang menikmati makan siangnya,kehadiran Ranma dan kawan-kawannya tak mengganggu aktifitas makan siang Aslan.


Sebotol air dituang kedalam wadah makanan milik Aslan namun Aslan tak bergeming ia tetap saja menikmati makanan itu meski bercampur air.


''Bukankah anak buahku sudah bilang untuk masuk ke area kantin kau harus bayar pajak padaku terlebih dahulu''ucap Ranma dengan arogannya


Aslan meletakkan sendoknya dengan suara dingin ia bersuara'' Sejak kapan kantin diadakan pemungutan pajak apakah orang tuamu kekurangan uang sehingga kau tak bisa jajan''

__ADS_1


Sontak saja jawaban Aslan mematik amarah Ranma yang merasa tersinggung bagaimanapun juga ia adalah anak orang terkaya dan pemegang saham terbesar sekolah swasta.


Ranma tertawa mendengar ucapan Aslan ''Apapun yang kau katakan tidak berlaku disini selama aku masih ada karena aku adalah pemilik sekolah ini dan aku dengan sesuka hati yang membuat peraturan kau hanya murid pindahan yang belum tau betul dengan peraturan disekolah ini maka aku beritahu sekarang apapun yang aku ucapkan dan aku perintahkan kau harus tunduk padaku''


Senyum miring tercetak di wajah Aslan senyum tipis hingga tidak ada yang menyadari senyum itu


''Jika aku tidak mau?tantang Aslan


''Maka jangan salahkan aku jika dalam waktu 3 hari kau angkat kaki dari sekolah swasta ini''ancam Ranma seraya mengebrak meja dan pergi meninggalkan Aslan


Bagi Ranma ini adalah ancaman tingkat S dihari pertama sekolah biasanya jika ada anak baru yang membangkang seperti Aslan hanya butuh waktu 3 hari maka mereka akan pindah sekolah lagi karena tidak tahan dengan perlakuan Ranma dan kawan-kawannya.


Pulang sekolah Aslan pergi kesebuah kedai dimana ia bekerja paruh waktu dengan paman dan bibi Fida.


''Aslan kau sudah datang sukhurlah,kedai kita hari ini lumayan ramai ayo cepat bantu melayani pelanggan bibi''ujar bibi Fida


Dengan cekatan Aslan membantu bibi Fida memotong sayur,meracik bumbu dan menumisnya diusia yang masih muda ia sudah terbiasa melakukan hal tersebut.


Antrian pun sudah berangsur-angsur sepi karena hari sudah malam dan kedai pun tutup


Paman dan Bibi Fida juga Aslan sedang menikmati makan malam mereka


''Bagaimana sekolahmu hari ini ?tanya bibi Fida


''Seperti biasa sangat membosankan''sahut Aslan


''Hei kau masih terlalu muda untuk bilang sekolah membosankan nikmati saja waktu mudamu, waktu paman masih muda sangat senang pergi sekolah punya banyak teman''ujar paman Fye


Aslan hanya diam tidak membantah ucapan paman Fye bagi Aslan bisa makan bersama belakangan ini sungguh menyenangkan ia merasa seperti punya keluarga utuh.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Aslan langsung berbaring diranjang saking lelahnya ia langsung tertidur.


__ADS_2