
Yara membantu membuka perban yang membungkus kaki,tangan dan wajahnya dengan perlahan ia memastikan jika obat yang diberikannya bekerja sangat efektif selain penjual bunga Ayara juga ahli dalam pengobatan
Setelah semua terbuka Yara begitu tertegun dengan sosok orang yang ada didepannya
''Apa kita pernah bertemu sebelumnya ? ujarnya pelan
Yara menagngguk patah-patah mengiyakan jika mereka pernah bertemu sebelumnya
''Kau-kau pernah menolongku dan paman ku saat insiden perampokan ''jawab Yara
''Ahh jadi kau gadis itu rupanya ''
''Enn...Itu aku memasak bubur untuk mu ak-aku tidak tau kau suka atau tidak karena aku tidak tau seleramu semoga saja kau suka''
Ayara mengambil satu mangkok bubur hangat memberikannya pada Aslan perlahan ia memakan bubur tersebut hingga habis
''Apa ada lagi aku lapar''ujar Aslan
Ayara mengangguk lalu mengambilkan semangkuk lagi bubur tersebut dan melahapnya hingga habis
''Emm sudah berapa lama aku disini ?
''It-itu kau sudah 3 hari disini ''
........Flash back.......
Sesaat setelah kedua saudara itu berkelahi mereka berdua sampai pingsan ada beberapa anak buah Maru datang lalu membawa Aslan masuk kedalam mobil dan membiarkan Alan ditenggah jalan.
Orang-orang Maru membawanya jauh kepantai lalu membuangnya begitu saja meskipun tau jika Aslan masih dalam keadaan hidup.
Lalu sampai lah Aslan kini berada dirumah Ayara.
...... Flash back of .......
Lalu lalang mobil silih berganti dijalanan terik matahari begitu menyengat Alan berjalan menuju sebuah gang dimana banyak orang-orang berkulit hitam dan banyak wanita berpakaian sexy
Saat akan memasuki sebuah gudang ada dua orang penjaga yang menghentikan jalan Alan
''Tunjukan ID card mu anak muda''
''Aku tidak punya ''
''Jika kau tak punya kau tidak bisa masuk kedalam''
__ADS_1
''Bilang saja pada bosmu aku ingin bertemu Maru sekarang ''
Kedua penjaga tersebut saling pandang lalu mengangguk salah satu dari mereka masuk kedalam untuk melaporkan pada bosnya
Di dalam ruangan nampak gelap salah satu penjaga yang masuk membisikkan pada penjaga yang lain sampai pada Jack sang kaki tangan Maru ia lalu keluar mengikuti anak buahnya.
Di luar Alan terus memperhatikan sekeliling banyak penjaga dimana-mana mengunakan senjata laras panjang penjagaan mereka begitu ketat bahkan orang - orang berkulit hitam serta wanita yang berpakaian sexy sekalipun membawa senjata disalah satu kalinya.
Melihat ini membuat Alan berpikir dua kali untuk menyusun rencananya agar tak terjadi kesalahan
Jack keluar melihat jika orang tersebut adalah Alan maka Jack membawa Alan masuk ke dalam menemui Maru.
Sebuah lampu club bawah tanah dengan begitu banyak wanita dan gadis berpakaian mini dan sexy
Sedangkan Maru duduk ditengah-tengah para gadis tersebut sambil meminum sebotol bir ditangannya
''Kau datang....''ujar Maru lalu menggunakan telunjuk jarinya supaya Alan duduk disampingnya
''Tidak perlu,aku sudah melakukan semua yang kau perintahkan sesuai kesepakatan kita jangan pernah lagi kau mengusik keluarga ku maupun abangku''tegas Alan
''Cikk....Hem sungguh menarik ''ujar Maru lalu memberi koder agar para gadis yang menempel pada Maru meninggalkan mereka berdua
''Tapi sayangnya aku sangat tertarik pada kehidupan mu yang bahagia itu, mempunyai keluarga,kakak,teman sungguh kehidupan yang sempurna bukankah itu sangat menarik''ujar Maru lagi dengan tersenyum miring
''Kau mempermainkanku?!...ujar Alan menahan marah
Bugh...!
Akhs.....!
Alan langsung jatuh tersungkur kala sebuah tinju dari Maru mengenai perutnya.
''Dengar baik-baik aku adalah pewaris suku Scronpion yang tidak akan tunduk pada siapapun di dunia ini jadi bersiap-siap lah melihat orang -orang yang kau sayangi .... BOMM....Meledak seketika hahaahhahaha''
''Brengsek kau Maru bajingan aku yang akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri''teriak Alan yang kini tengah dicekal oleh dua anak buah Maru
Maru melangkah maju lalu menginjakkan kakinya diatas kepala Alan lalu berkata''Kau sudah ada dibawah kakiku tapi kau masih sombong ingin membunuhku dasar rendahan...Bawa dia pergi''
''Lepaskan aku brengsek''teriak Alan.
''Lakukan misi selanjutnya ''titah Maru pada Jack sang kaki tangan
''Baik''...
__ADS_1
...----------------...
Suasana hening dimeja makan dikala Juan dan Friya bertemu berhari-hari Friya selalu menghindar agar tak bertemu dengan Juan membuat kesalahpahaman semakin berlarut lama.
Demi mengurangi rasa canggung antara keduanya Juan angkat bicara ''Emm sebaiknya kita harus bicara Friya dan meluruskan permasalahan yang kita hadapi saat ini.'' Juan menjeda ucapan nya sebelum melanjutkan nya ''Beberapa hari ini ada orang asing yang selalu berkeliyaran didekat perusahaan maupun dirumah kita meskipun aku sudah melakukan penjagaan ketat ternyata setelah aku selidiki aku menemukan fakta yang mengejutkan''
Awalnya Friya acuh namun setelah mendengar Juan berbicara seperti itu membuat nya penasaran
''Apa yang kau tau?
Juan mengambil nafas lalu menghembuskannya perlahan ia mulai cerita detail bagaimana perubahan sikap Alan,dan konflik keluarga mereka yang selama ini alami lalu menjelaskan lagi jika Juan tidak pernah punya wanita lain selain Friya semua ini adalah campur tangan suku Scronpion yang sudah sejak lama Juan incar setelah mendapat informasi dari dunia bawah tanah dan ternyata masih berhubungan dengan Maya
''Jadi maksud mu Maya adalah keturunan suku Scronpion?tanya Friya
''Ya, tujuan mereka adalah menghancurkan klan Naritama agar tidak bangkit lagi dan mereka mengincar simbol ini sebagai bentuk kepemilikan klan Naritama lalu mengakuisisi sebagai Klan yang tunduk pada suku Scronpion ''jelas Juan
Tubuh Friya terhuyung mundur kebelakang ia tidak pernah berfikir sampai kesana.
Dengan tawa kecil Friya berkata ''Aish...kenapa aku begitu bodoh sekali...seraya menundukan kepalanya lalu Friya menatap Juan seranya menyeringai ''Mari berperang''...!!!
Deg...!!
Deg...!!
Deg...!!
Jantung Juan serasa akan keluar dari tempat nya kala melihat tatapan tajam Friya seperti dua kepribadian menjadi satu sosok yang selma ini belum pernah ditunjukan pada Juan Aura bengis nan kejam dicampur dengan tegas akan kepemimpinan yang tidak bisa Juan bantah ucapan atau perintah nya.
''Ba-Baik...''jawab Juan terbata
...****************...
Ayara tengah merangkai bunga ditoko peninggalan paman Li disamping itu Aslan hanya menemani sambil tertidur dikursi pekerjaan merangkai bunga sungguh membuat Aslan mengantuk berat hingga bunga-bunga yang ada dimeja masih belum tersentuh sama sekali
''Hulf....''
Dengan kepala bersungut-sungut Yara menahan tangannya agar tidak gatal untuk memukul Aslan.
Ayara begitu perhitungan soal Aslan dan Aslan sudah sepakat akan hal itu dan harus membayar nya dengan bekerja sebagai perangkai bunga.
Sejak awal Yara Kembali membuka tokonya dan Aslan sebagai pekernya membuat tokonya semakin ramai pengunjung apalagi para gadis meskipun hanya sekedar ingin melihat Aslan
Dengan wajah yang nyaris sempurna membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona
__ADS_1
Baik para gadis dan ibu-ibu sangat menyukai Aslan kenyataan nya Aslan adalah sosok pria yang dingin berwajah datar tidak perduli berapapun godaan didepannya wajah dingin nya akan selalu terpasang
''Ahhh sungguh menyebalkan sejak kedatangan Aslan banyak gadis kegenitan yang selalu datang bukannya membeli bunga malah ingin menemui pria dingin''ujar Yara kesal