
jarum terus berputar hari mulai tenang sesekali Friya nampak seperti orang linglung yang marah dan menangis tak jelas membuat Juan terpaksa melakukan hipnoterapi demi kesehatan Friya dan mengunci sebagian masa kelamnya.
Sedangkan sang buah hati yang memang terlahir prematur ia hampir tiap bulan keluar masuk rumah sakit.
Setelah semua permasalahan usai Juan dan keluarga kecilnya kini mulai hidup dengan damai menikmati hari demi hari bahagia bersama.
Saat kau mencintai karena obsesi semata maka kau akan hancur selamanya,apalagi sampai menghalalkan segala cara demi cinta obsesimu kau tak akan pernah menemukan cinta yang sesungguhnya.
Cinta itu sederhana saling melengkapi dan butuh perjuangan bersama dan cinta tidak pernah salah,cinta bisa hadir dimana saja,pada siapa saja.
Yang salah adalah orang yang menyalahgunakan arti cinta sesungguhnya hingga menjadikannya obsesi cinta buta dan merenggut banyak nyawa
...****************Flashback Of****************...
Juan beringsut menarik selimut lalu melingkarkan tangannya di pinggang ramping Friya memejamkan kedua matanya menyelami alam mimpi bersama istri tercinta.
Ke esokan paginya Friya baik Juan sedang menikmati sarapan paginya.
''Hari ini kita akan pergi keosaka menjemput putra kita''ujar Juan sambil tersenyum
''Benarkah apa Alan sudah sembuh?tanya Friya dengan kedua mata berbinar
''Entahlah sayang selama Alan disana tidak ada tanda-tanda membahayakan atau hal aneh lainnya kemungkinan besar putra kita sudah sembuh''.
''Jika begitu aku akan berkemas ''sahut Friya senang.
Darrel sang asisten sudah menyiapkan segala keperluan Juan dan Friya,sesampainya di bandara mereka semua langsung terbang menuju Osaka.
...****************...
Alan meminta sang bodyguard untuk tidak menjaganya karena ia akan pergi ke kamar kecil namun sang bodyguard tetap ikut menemani meskipun hanya pergi ke kamar kecil saja.
Alan tidak bisa membujuk sang bodyguard yang sudah lama mengabdi pada ayahnya dengan terpaksa Alan membiarkan bodyguard dan menunggu di depan toilet.
Bukan Alan kalau dia tidak bisa berkamuflase agar bisa mengelabuhi bodyguard ayahnya tersebut.
''Baiklah permainan dimulai''pikir Alan sambil berkaca melihat wajah dipantulan cermin.
Sudah lima belas menit tapi Alan belum keluar dari kamar kecil membuat sang bodyguard cemas dan menerobos masuk kedalam kamar kecil.
Setelah dicek ternyata tidak ada tuan mudanya membuat panik sang bodyguard ia pun langsung menghubungi anak buah lainnya untuk mencari sang tuan muda.
''Segera temukan tuan muda jangan sampai tuan besar murka ''titah sang bodyguard melalui sambungan earphone yang terpasang ditelinga nya
Setelah semua bodyguard menyebar mencari Alan barulah Alan keluar dengan memakai pakaian orang lain hingga tidak ada yang mengenalinya
__ADS_1
''Aku memang jenius''pikir Alan yang melenggang pergi keluar dari rumah sakit ia bosan karena hanya berkutik dilingkungan rumah sakit ia ingin mencoba hal hal baru di osaka
Alan langsung menyambar pakaian ganti sembarang agar menyamarkan kamuflasenya dalam hal menyamar Alan ahlinya
Ia langsung naik bus entah kemana tujuannya ia sendiri tidak tau ia hanya ingin bersenang-senang dan membuang rasa bosannya selama berada di rumah sakit.
Disisi lain Aslan dan Ranma berada didalam mobil ia tengah menuju rumah sakit untuk menemui kenalan paman Yin yang akan membantu Aslan dalam pencarian orang tua kandungnya
Disaat lampu merah semua mobil berhenti disitulah bus yang ditumpangi Alan berhenti tepat disamping mobil Aslan dan Ranma.
Saat lampu sudah berganti warna hijau dan semua mobil mulai berjalan Aslan tidak sengaja menoleh kearah Bus yang ditumpangi Alan.
Ia terus memandangi bus tersebut hingga bus itu melaju,kemudian barulah mobil yang ditumpangi Aslan melaju.
Disebuah taman kota besar Alan sedang berjalan-jalan menikmati kebebasannya yang kabur dari rumah sakit.
Bermain dan menaiki beberapa wahana permainan yang ada di taman tersebut seorang diri ''Aahh...sungguh menyenangkan bisa bebas seperti ini''ujar Alan sambil berputar-putar senang.
Ranma dan Aslan berhenti untuk mengisi bahan bakar yang tak jauh dari taman bermain dimana Alan berada.
''Ranma kau tunggu aku sebentar''ujar Aslan
''Memangnya mau kemana?
Di toilet yang sama Alan tengah bersembunyi dari para bodyguard yang ingin menangkapnya,dari bilik pintu matanya terus bergerak ke kanan dan kekiri
Aslan telah selesai ia keluar dari toilet lalu mencuci tangannya dan keluarlah Alan karena merasa sudah aman saat Alan keluar ia sangat terkejut melihat Aslan yang ada didepannya
Mereka sama sama terkejut hingga membuatnya mematung Alan mengangkat tangannya begitu pula dengan Aslan mereka hampir tak percaya apa yang dilihat dihadapannya.
Lalu suara sepatu berlarian terdengar membuat Alan panik ia pun langsung keluar dari kamar mandi sedangkan Aslan masih mematung tak bisa bergerak.
Dadanya begitu sesak hingga kesulitan bernafas untuk pertama kalinya.
Para bodyguard yang melihat sekilas langsung membawa Aslan kerumah sakit tempat dimana Alan dirawat.
Alan yang bingung harus kemana tiba-tiba sebuah tangan menariknya dan membawanya masuk kedalam mobil.
Dirumah sakit Friya sudah menangis tersedu-sedu karena tidak menemukan putranya saat ia tiba hingga membuat Juan mengamuk pada bawahannya
''Bos tuan muda sudah ditemukan''bisik Darel sang asisten
Juan mengangguk lalu berdiri menghampiri Friya ''Sayang putra kita sudah ditemukan''ujarnya lembut
''Benarkah dimana dia sekarang?tanya Friya yang langsung berdiri dan berjalan tergesa-gesa
__ADS_1
Didalam ruangan pasien Aslan masih terbaring dengan mata terpejam dan belum bangun dari pingsannya
Friya menghampiri sang putra menatap lekat-lekat wajahnya penuh kasih seorang ibu ia menggengam tangan Aslan lalu mencium tangannya.Juan juga berada disamping Friya
''Akhirnya kau kembali putraku,aku pikir tidak bisa bertemu denganmu lagi,tolong jangan tinggalkan ibu lagi nak...''ujar Friya dengan suara terisak
Air mata Friya terjatuh menetes ditangan Aslan membuat jari jemari Aslan bergerak dengan perlahan ia membuka kedua matanya
''Dimana aku''ujarnya dengan suara serak
''Sayang kau sudah bangun''tanya Friya senang
''Dokter tolong cepat periksa putraku dia sudah bangun''panggil Friya tersenyum lebar
Sang dokterpun mendekat lalu memeriksa Aslan ''shukurlah Tuan,Nyonya putra anda baik-baik saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan''
''Terimakasih dokter''
''Sama-sama kami permisi''
Juan mengangguk,melihat dua kesayanganya sudah berkumpul kembali membuat Juan sangat lega,Friya terus memeluk Aslan sambil menciuminya membuat Juan memutar kedua bola matanya dengan malas.
''Bisakah anda melepaskan pelukan anda Nyonya''ujar Aslan dengan suara dinginnya
Deg...!!!
Hati Friya dan Juan seperti tersengat aliran listrik melihat perubahan sikap sang putra
''Ap-apa kau bilang Nyo-Nyonya ini aku Mama kau bercanda ''ujar Friya ragu-ragu
''Maaf Nyonya tapi aku tidak mengenal anda dan berhentilah anda menganggapku sebagai putramu karena aku bukan putramu''ujar Aslan.
Aslan langsung mencabut jarum infus yang ada ditangannya dan turun dari ranjangnya
Juan yang melihat sikap Aslan langsung mengankat tangannya untuk menampar sang putra
PLAK....!!!
Suara tamparan itu terngiang ditelinga namun bukan Aslan yang terkena tamparan melainkan Friya.
Sontak saja Juan terkejut hingga kedua matanya membola,sedangkan Aslan mematung melihat apa yang baru saja terjadi
Perlahan Friya memutar tubuhnya menghadap wajah sang putra "Apa kau baik-baik saja putraku"ujar Friya dengan kedua mata berkaca-kaca
"Mama tidak tau apa yang membuatmu berubah tapi Mama percaya padamu pasti ada alasan kenapa sikapmu berubah pada Mama"
__ADS_1