
Friya menjalani aktifitas biasa karna hari ini hari libur maka ia menghabiskan waktu di Cafe Game yang ia kembangkan Zico orang kepercayaannya dan yang lainnya juga sedang bekerja
''Hallo maknae I am coming''teriak Prilly yang baru saja masuk
Friya yang melihat Prilly langsung berlari menghambur ke pelukannya ''Kenapa tidak mengabari ku,kan aku bisa menjemputmu Pril''rajuk Friya manja pada Prilly
''Hemm jika aku mengabari mu lebih dulu itu namanya bukan kejutan lagi sayang''seru Prilly disertai tawa renyah
''Ya ya ya kau benar ayo masuk keruanganku kita ngobrol disana ''ajak Friya sambil berglanyut ditangan Prilly
''Ishh..kau ini masih saja manja,tp aku suka hehehhe''sahut Prilly mencubit hidung Friya
Sesampainya diruang kerja Friya,Prilly langsung duduk disofa sedangkan Friya nampak tiduran dipangkuan Prilly.
Zico yang sudah tahu kebiasaan Prilly tanpa diminta langsung menyediakan minuman dan makanan ringan kesukaan Prilly
''Thank Zico''ujar Prilly tersenyum
''Sama-sama Nona Prilly,saya permisi''pamit Zico tersenyum
''Bagaimana kabar yang lainnya Pril?tanya Friya
''Aku datang tidak mengabari mereka Friya jika mereka tau mereka akan menopolimu terlebih dahulu jadi aku datang lebih awal agar punya banyak waktu bersamamu''sahut Prilly
Friya tersenyum mendengar ucapan Prilly sejak masih sama-sama di University Oxford Friya adalah mahasiswa paling kecil diantara ketiga sahabatnya karena terpaut usia yang sangat jauh,namun mereka tidak membeda-bedakan bahkan meski usia Friya masih kecil tapi cara berfikirnya jauh lebih dewasa dan menonjol.
Lalu Friya juga menceritakan apa saja yang ia lalui belakangan ini,tanpa Friya ketaui Prilly menyambungkan rekaman obrolan Friya kepada dua sahabatnya yang masih diluar negri
Mendengar cerita Friya membuat Prilly meneteskan air mata tanpa bisa dicegah
selama ini ia menjaga Friya seperti keluarganya sendiri bahkan ia menganggap Friya seperti adik kandungnya namun sekembalinya ke Indonesia malah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan.
Harta satu-satunya yang paling berharga dan harta yang selama ini ia jaga harus direnggut begitu saja oleh orang lain.
💬 Calvin"*Brengsek aku akan membuat perhitungan jika sudah berhasil menemukan pria itu"
💬Edward" Akan aku habisi dia karna sudah membuat Quin menderita"
💬Prilly" Oke semuanya karna kalian sudah mendengar cerita dari maknae aku akan menghapus pesan ini agar Maknae tidak curiga
__ADS_1
💬 Calvin "Ok"
💬Edward" Yes mam*"
Setelah lelah bercerita panjang lebar membuat Friya lelah hingga terlelap pulas membuat Prilly tidak tega membangunkan Friya
Dengan mengusap lembut wajah Friya, Prilly berjanji pada diri sendiri akan membuat perhitungan pada keluarga Mandala Hutomo dan orang-orang yang menyakiti Friya.
Hari sudah gelap Friya mulai membuka kedua matanya perlahan ''Prilly...''ujarnya lirih
''Hemm kau bangun?tanya Prilly tersenyum
Friya bangun dari pangkuan Prilly lalu mengangguk ''Maaf aku tertidur kau pasti lelah''ujar Friya
Prilly menggeleng kepala''tidak lelah hanya kaki ku kesemutan ''sahut Prilly terkekeh Sedang kan Friya hanya cengir saja
''Sepertinya pekerjaanmu sangat melelahkan Maknae bagaimana jika kita berlibur keparis''seru Prilly yang sedang menikmati makan malamnya
''Hem sepertinya ide bagus aku akan bicara dulu pada Emma ''jawab Friya
Tak lama ponsel Prilly berdering itu adalah panggilan vidio cal dari Calvin dan Edward mereka berdua ikut bergabung dalam panggilan telepon.
''Kabar baik'' jawab Friya
''Hallo honey aku sangat merindukanmu''sahut Edward yang tak mau kalah dari Calvin
''Aku juga merindukanmu ''balas Friya
''Dan kalian berdua apa kabar disana''seru Prilly yang kini memeluk Friya dari belakang
''Prilly...''sahut mereka kompak
''Owh astaga aku kalah start dari mu Prilly''ujar Calvin mengacak rambutnya
''Harusnya kau mengajakku atau paling tidak kau kabari aku,apa kau tau kalau aku begitu merindukan honeyku ''ujar Edward mencebik
''Issh...kalian ini bukankah masih sibuk dengan pekerjaan kalian,sedangkan aku kan tidak sesibuk kalian jadi jika aku merindukan Maknae maka aku akan langsung datang menemuinya''ujar Prilly sombong
Sedangkan Friya hanya menggelengkan kepala saja melihat kelakuan ketiganya yang absurd dari dulu.
__ADS_1
''Sudah...sudah kalian bisa tidak berhenti merebutkan diriku''ujar Friya
''Oh...baiklah Quin kami tidak akan ribut lagi besok pagi aku akan datang kau tunggu aku ya aku akan sampaikan semua pekerjaan ku disini by''pamit Calvin
''Aku juga pamit malam ini aku akan terbang dan menemui mu honey''ujar Edward
''Ya..ya..ya sampai jumpa ''jawab Prilly.Friya menghela nafas panjang sambil geleng-geleng kepala pada ketiga sahabatnya
Ke esokan paginya Friya berangkat sekolah hari ini ia melepas kaca mata tebalnya karna ia tidak mau berpura-pura lagi hanya menyisakan tompel dipipi dengan rambut ikal serta seragam yang kebesaran namun tidak bisa dipungkiri lagi jika aura kecantikannya mulai terpancar.
Hari ini ia sedikit demi sedikit akan memperlihatkan jati dirinya sebelum ia keluar dari sekolah ini,
Sekolah yang tadinya ia harapkan kini telah berubah padahal dua tahun sebelumnya ia sangat menikmatinya namun dengan seiring berjalannya waktu sekolah ini semakin membosankan saja sudah tidak menarik lagi
Walaupun sebenarnya Friya tak perlu lagi sekolah karena ia sudah lulus S1 dan S2 di University Oxford.
Kartika dan genk melihat Friya berjalan sendirian dengan implusifnya Kartika dan genknya langsung menabrak Friya dengan sengaja hingga buku novelnya terjatuh basah kena air.
''Owh...maegat...nona Alien loh gak punya mata ya,loh sengaja nabrak kita lihat nih minuman gue tumpah semua ''hardik Kartika dengan nada marah
''Iya nih loh pasti sengaja kan''timpal Melody
''Jalan tuh paket mata '' marah Charly
Friya menepuk-nepuk bajunya yang basah seraya menghela nafas panjang.
''Oh pantes loh gak bisa liat loh kan rabun makanya loh kalo jalan kacamata dipake''umpat Kartika penuh dengan kebencian
''Apa sudah selesai ucapkan kalian?tanya Friya penuh penekanan dan sorot mata tajam
Kartika,Melody dan Charly nampak tertegun lalu dengan cepat mereka merubah expresi keterkejutannya
''Loh jangan macam-macam deh loh yang salah kenapa loh yang nyolot makanya kaca mata dipake biar bisa lihat jalan''hina Kartika dan melenggang pergi bersama kedua temannya meninggalkan Friya
Antony yang melihat Friya langsung menghampirinya ''Kau baik-baik saja?tanya Antony mengulurkan sapu tangan pada Friya
''Ya seperti yang kau lihat ''sahut Friya tersenyum kecut
Antony langsung membuka tas ranselnya dan memberikan jaketnya pada Friya ''Pake jaketku biar kau tidak kedinginan''
__ADS_1
''Terimakasih Ton,aku permisi ketoilet pamit Friya