
Lalu lalang orang dimana-mana keluar masuk pintu perlombaan antar sekolah Juan sebagai tuan rumah tim penyelenggara acara turut antusias dimana para peserta yang hadir untuk mewakili sekolah mereka masing-masing.
Alan,Leo tenggah menunggu antrian panjang dimana Minako sebagai tim penyemangat karena ia tidak lolos masuk babak penyisihan
Dan keinginan Minako agar bisa satu tim dengan Alan pun harus kandas ditengah jalan
''Alann...Semangat ''teriak Minako
''Aisshh.... Sungguh sangat disayangkan ia tidak bisa ikut bertanding dengan kita''ujar Leo
''Itu lebih baik dari pada nanti malah menyusahkan kita''
''Eii...Kenapa kau jujur sekali jika dia dengar dia akan sakit hati tau''
''Kau juga sama saja''
''Eh...Mana bisa aku dibandingkan dengan Minako,selain itu Minako hanya menyukai mu maka dari itu ia selalu saja menempel padamu''
''Dia lebih cocok denganmu karena Minako bukan tipeku''
''Lalu tipe seperti apa yang kau cari?
''seperti Mamaku''
''Hah..''
Kini rombongan Aslan,Ranma dan Bima baru saja turun dari mobil dimana mereka bertiga menjadi pusat perhatian khalayak umum terutama para gadis
Melihat wajah Ranma,Bima yang sempurna membuat banyak orang terkagum-kagum meskipun Aslan memakai topi dan masker tak menampik akan ketampanan nya
''*Oh ya tuhan mereka sungguh sempurna "...
"Mereka sangat tampan"...
"Diantara mereka bertiga aku ingin sekali mengenalnya"...
"Coba lihat yang pake topi dan masker meskipun wajahnya tertutup dia terlihat sangat keren"
"Mereka perwakilan dari sekolah mana ya kok aku tidak pernah melihat mereka "
"Eh coba lihat ada tulisan SMA kyuga..."
"Waahh jauh sekali ya"...
"Bisa masuk dalam pertandingan ini sungguh membanggakan*"
Alan yang melihat mereka bertiga sudah datang tersenyum tipis,Leo menyenggol lengan Alan
''Hemm...''
''Apa kau kenal dengan mereka?
''Tidak...''Jawab Alan lalu pergi meninggalkan Leo sendiri
Aslan mengambil nomor antrian dimana ia mendapat bangku duduk dibelakang Alan
📩 Aku senang melihat mu datang Bang''
Aslan hanya membuka ponselnya lalu menatap kedepan dimana Alan duduk.
__ADS_1
Dilantai atas Juan dan Friya memantau acara tersebut banyak cctv dipasang agar memudahkan jika terjadi sesuatu bisa cepat ditangani.
Sorak gembira menggema dipenjuru ruangan dengan tim yel-yel masing-masing perwakilan sekolah semua bersorak senang akan perlombaan E-sport Game yang diadakan oleh perusahaan Shine Game yang dinaungi oleh Juan dan Friya sebagai tuan rumah penyelenggaraan
Tak....
Tak...
Tak...
''Para hadirin semua terimakasih sudah datang diacara lomba tauan antar sekolah dimana lomba ini bukan hanya untuk para murid melainkan semua yang berpotensi bisa masuk dalam pertandingan ini maka dari itu saya sebagai tuan rumah sangat berterimakasih sudah berkenan mengikuti pertandingan E-sport Game.''ujar Juan dalam pidatonya
Semua yang hadir nampak antusias memberikan tepuk tangan yang meriah
Prookkk...
Prookk....
Prookk...
''Jadi dia orangnya sungguh menarik ''ujar orang bertopeng misterius tersebut
Pertandingan telah dimulai sampai babak penyisihan dimana Alan dan Leo lolos kebabak berikutnya begitu pula dengan Aslan,Ranma dan Bima mereka sukses membuat para penonton terpukau dengan permainan epik mereka
''Kerja bagus kawan...''ucap Bima sambil tos bertiga
''Yeahh...''jawab Ranma tertawa renyah
Alan yang melihatnya pun ikut senang dengan pencapaian Aslan dan kedua sahabatnya mereka berdua saling melempar senyum tipis
Karena sudah masuk babak penyisihan maka perlombaan ini selesai dan akan dilanjutkan ke esokannya yaitu babak semi final.
Orang yang berhasil menyelinap masuk kedalam pertandingan kini berada disebuah tempat persembunyian dimana ia akan melaporkan situasi dan keadaan yang terjadi hari ini.
Tak...
Tak...
Brugh....
Tepuk tangan bergema di seluruh ruangan yang nampak sepi hanya ada beberapa orang saja,lalu ia menghentikan permainan pedang tersebut
''Permainan pedang anda semakin bagus tuan muda''ujar pria bertopeng
Salah satu pengawal maju kedepan lalu memberinya handuk kecil,ia meraihnya lalu duduk dikursi empuk dengan menyilangkan salah satu kakinya.
''Hemm ada kabar baik apa sehingga kau datang menemui ku Jack''ujarnya
Senyum miring tercetak dibalik topeng miliknya ''Tentunya kabar ini akan membuat tuan muda senang''jawab Jack
''Menarik katakan padaku''...
Jack lalu menceritakan apa yang ia lihat baik pengamanan,cctv lalu beberapa orang yang dinilai penting dalam rencana berikutnya
Tawa iblis menggema ia sangat senang dengan laporan anak buah kesayangannya lincah, cekatan dan tepat sasaran menjadikannya sebagai tangan kanan.
''Kerja bagus Jack kau memang bisa diandalkan aku suka itu''ujarnya seraya berdiri
Salah satu anak buahnya lalu memakaikan handuk kepadanya ia pun berjalan keluar meninggalkan orang -orang diruang pelatihan.
__ADS_1
...****************...
Makan malam sangat sederhana namun ada yang aneh dengan Alan wajahnya nampak berseri nan bahagia ia sudah semakin dekat dengan kembarannya
Begitu pula dengan orang tuanya kini hanya tingga menunggu waktu yang pas agar bisa mempertemukan ketiganya agar bisa makan malam bersama.
Juan menendang kaki sang istri lalu memberi aba-aba pada Friya agar memperhatikan kelakuan sang putra
Friya nampak memperhatikan sang putra memang tidak seperti biasanya lalu ia berbisik pada sang suami
''Apakah putra kita sedang jatuh cinta''bisik Friya
''Entahlah aku tidak tau tapi jika melihat sikap yang tidak biasa pada putramu sudah pasti ia sedang jatuh cinta ''
Kedua tersenyum senang,merasa ada yang memperhatikan Alan meletakkan sendoknya lalu menatap kearah depan
''Ke-kenapa Papa dan Mama melihat ku seperti itu?tanya Alan datar
''Papa dan Mama melihat ada yang aneh padamu son''
''Ishh Papa dan Mama sok tau''
''Lalu kenapa kau terlihat senyum-senyum sendiri''kini Friya ikut menimpali
''Uhukk...Uhukk...Ishh Mama dan Papa apapaan sih''
Alan lanssung meneguk segelas air hingga habis lalu berlari kecil masuk kedalam kamarnya
''Sayang sudah kuduga putra memang sedang jatuh cinta''ujar Juan
''Hemm rasanya baru kemarin aku menimangnya dan sekarang dia sudah besar hingga sudah ada orang spesial didalam hatinya hiks .... hiks...''
Juan dan Friya saling berpelukan terharu karna sang putra
📨 Bang mau main kerumah?
📨 Kau saja yang datang kemari...
📨Abang tidak rindu Papa dan Mama?
📨Aku wakilkan padamu saja
📨Cih menyebalkan
Aslan tersenyum melihat layar ponselnya hingga membuat kedua sahabatnya salah paham
''Lihatlah Aslan dia seperti orang gila saja''
''Ei...Mana ada dia hanya tersenyum''
Pletak..
''Aduh...kenapa memukulku?
''Karna kau tidak peka terhadap apa yang aku bicarakan bodoh''
''Maksudku tidak biasanya dia tersenyum seperti itu,oh ya apa kau pernah jatuh cinta?
''Aku belum pernah jatuh cinta tapi aku pernah membaca buku novelnya,di dalam buku menceritakan jika orang yang sedang jatuh cinta dunia serasa milik berdua apa pun yang dilihatnya akan membuat hatinya berbunga begitulah''jelas Bima
__ADS_1
''Jangan-jangan Aslan sedang jatuh cinta ''ucap mereka kompak