
Suara deru mobil menyala dimana Aslan tengah dilanda gelisah antara sedih dan senang bercampur menjadi satu.
Aslan tidak sengaja mendengar dimana Papa dan Mamanya tengah membicarakan jika mereka sangat merindukan putra nya yang diculik sedari kecil hingga kini ia belum pernah bertemu
Mengingat itu membuat Friya sedih hingga meneteskan air matanya.
Melihat orang yang disayangi nya menangis ingin rasanya Aslan mengakui jika dialah putra yang selama ini yang dirindukan nya namun disisi lain Aslan jika ia mengakui hanya akan membahayakan kedua orangtuanya
Aslan memilih bungkam dan tidak mengakui yang sebenarnya meski rasa ingin berlari memeluk mereka berdua.
Waktu kurang dari lima detik lagi Aslan hampir saja tereliminasi jika saja ia terlambat hadir, kedua sahabatnya hampir saja putus asa namun setelah melihat Aslan datang kedua sahabatnya begitu lega.
Mereka pun akhirnya bermain kembali di E-sport Game tepuk tangan bergemuruh kala permainan mereka benar-benar sengit babak semifinal ini benar-benar luar biasa atmosfer para penonton dan pendukung menjadi satu.
Ranma,Bima,Leo mereka tidak dapat melanjutkan babak Final sedangkan Aslan dan Alan masing-masing melawan perwakilan sekolah lain hingga mereka maju kebabak Final.
Setelah babak semifinal selesai para pemain kembali ketempat istirahat masing-masing.
''Selamat ya kau masuk kebabak final''ujar Ranma
''Ya kau harus menang ''timpal Bima
''Aku tidak janji tapi akan kuusahakan sesuai kemampuan ku''jawab Aslan
''Oh ya dibabak final nanti siapa yang akan menjadi lawan kalian ?tanya Ranma
''Entahlah aku belum tau''
Tok...!
Tok...!
Tok..!
Tiga kali ketukan pintu,dengan cepat Bima membuka pintu tersebut
''Dimana Abang?tanya Alan
''Hemm didalam masuklah''ucap Bima mempersilahkan
Kursi ditarik Alan duduk lalu mengeluarkan tabletnya dan membuka beberapa file dimana tim lawan yang akan mereka hadapi dan memperlihatkan tablet tersebut pada Aslan
''Ini lihatlah''ujar Alan
''Lawan kita kali sungguh tangguh permainan mereka begitu agresif hanya butuh waktu beberapa menit saja mereka dengan cepat mencapai babak final ''jelas Alan lagi
Aslan yang memperhatikan lawan nya begitu tidak asing dari permainan cara tersenyum dan pergerakan dan saat melihat sosok pemain tersebut Aslan tercengang.
Aslan tidak mau membuat Alan khawatir ia dengan cepat merubah expresinya,jika bermain Aslan akan selalu memakai penutup wajah ia hanya akan membukanya hanya didepan orang-orang terdekatnya selama pertandingan E-sport Game
__ADS_1
''Aku keluar sebentar ''pamit Aslan
''Ehh ada apa dengan Aslan tidak biasanya ''ujar Ranma
''Entahlah aku tidak,hanya aku memperlihatkan lawan dibabak final dia tiba-tiba berubah''ujar Alan bingung
Diruang lain Maru dan Jack juga Aslan mereka memancarkan aura membunuh udara didalam ruangan terasa dingin ditambah ketiga orang tersebut menambah rasa dingin mencekam.
Tubuh Jack terasa gemetar keringat dingin mulai membasahi keningnya rasa takut akan hal-hal yang tak diinginkan terjadi membuat ia panik.
Apa lagi diantara Maru dan Aslan mereka benar-benar bengis tidak ada yang tau apa yang akan terjadi jika keduanya sudah saling berhadapan mengingat dimarkas suku Scorpion Aslan seperti orang lain yang tidak pernah diperlihatkan pada siapapun
Dan salah satunya Jack mendapati Aslan menampilkan sisi gelapnya walau bagaimanapun Jack tidak akan sembarangan bertindak pada Aslan mengingat mereka tumbuh bersama dibandingkan dengan Maru yang kejam dan tak berperasaan Maru tetap lawan seimbang.
''Bisakah kalian bicara baik-baik saja dan tidak membuat kekacauan disini jika itu terjadi maka akan memnacing atensi publik''ujar Jack pada akhirnya memulai pembicaraan
Senyum miring tercetak diwajah Maru iya menjulurkan lidahnya membasahi bibirnya yang agak kering lalu menampilkan senyum iblisnya
''Lama tidak jumpa saudaraku''ujar Maru
Senyum sinis dilontarkan Aslan yang tak kalah lagi ''Apa tujuan mu kemari sampai mengikuti pertandingan ini...?
''Tujuanku cuma satu,yaitu kau saudara ku''tantang Maru
''Cih menyebalkan aku tau bukan itu tujuanmu brengsek''ucap Aslan sarkas
Namun pada kenyataannya Aslan keluar dari suku Scorpion dengan menemukan fakta bahwa Aslan bukanlah anak kandung kepala suku Scronpion.
''Instingmu sungguh luar biasa saudara ku aku sangat menyukai itu di pertandingan nanti aku tidak akan segan lagi padamu ingat itu''ujar Maru sedikit mengintimidasi Aslan.
''Baik kita buktikan apa kau bisa mengalahkanku atau sebaliknya aku akan mempermalukanmu''jawab Aslan singkat ia langsung pergi meninggalkan ruang Maru
Jack yang tadinya tegang kini sudah bernafas lega karena salah satu dari mereka berdua sudah pergi
''Hufl... Hampir saja jantungku keluar dari tempatnya, mereka benar-benar iblis berwajah manusia ''umpat Jack pelan
Sorak sorai kembali bergemuruh kala para pemain mamasuki perlombaan teriakan yel-yel berbunyi memenuhi ruangan.
Jack dan Maru masuk lebih dulu diruang pertandingan lalu disusul Aslan dan Alan yang masuk Maru tidak menyadari jika
Maru dan Jack yang melihat Aslan nampak berbeda dengan apa yang ia temui saat di ruang istirahat tadi
Mereka mengira jika Alan adalah Aslan karena selama pertandingan Aslan tidak pernah membuka penutup wajahnya sebab itulah ia tidak mengenalinya.
Wajah cerah nampak sumringah terpancar jelas diwajah Alan membuat Maru dan Jack terheran-heran.
Pertandingan pun dimulai.
...****************...
__ADS_1
Derap langkah kaki beberapa orang tengah berlarian kesana kemari memeriksa layar cctv untuk mencari seseorang dimana Juan dan Friya tenggah menyelidiki orang tersebut.
Juan juga memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menangkap orang yang mencurigakan tersebut
Beberapa perkelahian terjadi membuat anak buah Juan babak belur hingga pingsan Suku Scronpion mulai bergerak.
Saat tangkapan layar cctv Friya yang tampak mengamati dibuat terkejut dengan tato ditangan penyusup tato kalajengking adalah lambang suku Scorpion yang selama ini membangkang dibawah kendali klan Naritama
''Ini tidak mungkin''ucap Friya pelan namun Juan masih bisa mendengar nya
''Ada apa sayang''ujar Juan
''Sayang dapatkan orang itu,aku mau dia ditangkap hidup-hidup ada hal yang harus aku pastikan''ujar Friya
''Emm tentu ''....
Juan lalu menghubungi asisten nya untuk menangkap penyusup tersebut dalam keadaan hidup-hidup
Prang....
Prangg...
Brug...
Aksh....
Praak!!...
Perkelahian seimbang membuat Darrel menemukan lawan yang sepadan ia harus mendapatkan penyusup ini hidup-hidup
...----------------...
Yara berkeliling mengantar bunga pesanan customer ia tak sengaja melewati sebuah gang dimana ada perkelahian meskipun ia berusaha mengabaikannya
Namun jiwanya tak bisa diam begitu saja melihat perkelahian didepan matanya ia sudah berjanji pada pamannya agar tidak terlibat dalam masalah orang lain.
''Jika kau menyerahkan barangmu dengan suka rela aku tidak akan membuatmu babak belur rasakan itu bedebah sialan''umpat para preman tersebut.
Pluukk...,sebuah lemparan batu kecil mengenai kepala preman tersebut
''Brengsek siapa yang berani melempariku''teriaknya
''Oi...Ada disini''ujar Yara sambil berjalan
''Cihh sialan beraninya kau,apa kau kesini mengantarkan nyawamu?
''Itu jika kalian bisa mengambilnya''
Serang....
__ADS_1