
10 menit berlalu Friya datang lewat pintu belakang,Zico yang melihat kedatangan Friya langsung buru-buru menghampiri
''Nona Bos syukurlah anda sudah datang.En...Itu tuan muda yang kemarin mengirimkan bunga datang dia menunggu nona sejak tadi''lapor Zico
''Kenapa tidak menghubungiku?tanya Friya seraya meledaknya tas ranselnya
''Maaf Nona pelanggan hari ini begitu ramai jadi aku lupa menghubungi Nona Bos''jawab Zico
''Hem ya sudah jika begitu aku akan menemuinya kau lanjutkan pekerjaanmu''titah Friya
''Baik Nona saya permisi''pamit Zico
Friya berjalan menuju meja dimana Juan dan Darel sedang menunggunya
''Maaf sudah menunggu lama''seru Friya
Juan yang sedang mengotak atik laptopnya langsung saja menoleh saat suara merdu aFriya terdengar di telinganya
Juan langsung berdiri dan memeluk Friya''Akhirnya kau datang''ujar Juan menghirup dalam-dalam aroma tubuh Friya yang membuatnya candu
''Bisa kau lepaskan pelukanmu tuan Juan ''ujar Friya dingin
Juan langsung melepaskan pelukannya'' Maafkan aku''sahut Juan dengan nada manis
KWAKKK...KWAKKK...Beberapa ekor burung gagak seolah berterbangan Dia tas kepala Darel yang tengah menyaksikan keuwuan seorang Juan Elder Hans
''Cih...Menyebalkan apa dia tidak bisa lihat bukankah ada aku disini''batin Jomblo Darel mengrutu
Friya langsung menarik tangan Juan dan membawanya keruang kerja Friya,saat Juan masuk keruang kerja Friya untuk pertama kalinya dia merasa kagum dekorasi yang simpel namun terkesan elegan dan membuat nyaman penghuninya
''Waah....ini ruang kerja mu?tanya Juan basa basi
Friya mengangguk ''Ya''...
''Sangat nyaman''ucap Juan lagi,Juan melihat banyak tumpukan berkas dimeja kerjanya dan banyak pula berkas yang Friya buang ditong sampah
Friya duduk disofa sedangkan Juan masih senang melihat-lihat ruangan tersebut karna dari kemarin ia belum tidur ia mendekati Friya dan duduk disampingnya
''Bolehlah aku tidur dipangkuanmu''izin Juan tanpa menunggu Friya menjawab Juan sudah lebih dulu merebahkan kepalanya dipangkuan Friya dalam sedetik kemudian Juan sudah terlepap pulas
Ada getaran aneh yang menjalan dalam tubuh Friya selama ini ia jarang berdekatan terlalu intim dengan pria asing selain para sahabat-sahabat nya,akal pikirannya menolak namun berbanding dengan tubuhnya yang menerima perlakuan Juan
__ADS_1
Friya meletakkan berkas yang ia pegang Diatas meja dengan insten Friya memperhatikan wajah rupawan Juan bak dewa romawi yang menjelma pada diri Juan dari dekat,sungguh pemandangan yang sangat sempurna tanpa celah sedikitpun mungkin Tuhan waktu menciptakan Juan dengan perasaan bahagia hingga terciptalah wajah rupawan Juan
Memiliki wajah yang sempurna namun banyak menyimpan segudang misteri didalamnya.
''Kelihatannya kau begitu lelah bekerja sehingga kau mudah sekali tidur,aku tidak tau entah kehidupan apa yang kau jalani,tapi apapun itu jika kau sungguh-sungguh menginginkan diriku berdiri di sampingmu maka akan aku lakukan demi bayi yang ada didalam rahimku''ucap Friya mengusap perut datarnya
Satu jam pun berlalu Juan mulai mengerjakan kedua matanya,ia melihat Friya yang tidur sambil bersandar kursi membuat hati Juan berdesir,ia tak tega membangunkan Friya dengan perlahan dan hati-hati Juan memindahkan Friya keranjang.
Juan melepaskan kaca mata yang masih bertengger di wajah Friya dengan hati-hati
'',Andai saja kau tidak memakai riasan untuk menutupi kecantikanmu ini mungkin banyak sekali pria yang memperebutkanmu dan bahkan mungkin aku tidak akan bertemu denganmu,tapi aku bershukur Tuhan telah mentakdirkan untuk kita bertemu meski dengan kejadian yang tidak disengaja waktu itu dan mereka menjebakmu''ujar Juan sambil bersimpuh menghadap Friya
Juan lalu mengusap perut rata Friya ''Hai junior maafkan Papa baru bisa mengunjungimu karena Papa sibuk bekerja tolong bujuk Mamamu agar mau memaafkan Papa dan menerima Papa,Papa berjanji jika Mamamu mau menerima Papa,Papa akan menjaga dan melindungi Mamamu bahkan Papa tidak akan membiarkan seekor nyamuk pun menggigitnya Jika ada yang berani menentang keputusan Papa,Papa akan melawannya meski itu kelurga Papa sendiri''ujar Juan berjanji lalu mencium perut rata Friya ia lalu berdiri sedikit membungkuk untuk menyelimuti Friya
Mendengar apa yang dikatakan Juan,Friya benar-benar tersentuh ia tak menyangka jika Juan akan mengatakan hal seindah itu dan bertekad akan keputusan yang diambil adalah benar.
Sebenarnya waktu Juan memindahkan Friya keranjang Friya sudah bangun namun ia enggan membuka mata apa yang semua dikatakan Juan Friya mendengarnya hingga akhirnya ia terpulas kembali
Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam Juan sudah selesai dengan berkas-berkas nya meletakkannya disofa lalu melihat Friya yang masih terpulas.
''Kenapa dia masih tidur padahal sudah lewat jam makan malam bagaimana dengan bayinya pasti kelaparan ''pikir Juan sambil mondar mandir bak setrika panas
''Jam berapa sekarang''bukanya menjawab Friya malah melemparkan pertanyaan
''Sudah jam 9 malam kau melewatkan makan malam bagaimana jika bayi didalam perutmu kelaparan''ucap Juan cemas
Mendengar Juan menyebut bayi membuat Friya meringis perasaan aneh itu pun kembali menjalar di seluruh tubuhnya ''Jika begitu ayo pergi makan'seru Friya bangun dari ranjangnya
''Tidak perlu,aku sudah meminta Darel membelikan makanan untuk ibu hamil dan beberapa makanan sehat lainnya''ujar Juan lalu bersimpuh memberi sandal motif kelinci agar kaki Friya tidak kedinginan
Tok...
Tok...
''Masuk''sahut Juan dari dalam
''Permisi Tuan Muda ini pesanan yang anda minta''ucap Darel lalu meletakkan semua makanan Diatas meja
''Terimakasih Darel''jawab Juan
''Apa masih ada yang diperlukan Tuan?tanya Darel memastikan
__ADS_1
''Tidak usah kau kluarlah''titah Juan
Darel sedikit membungkuk lalu pamit pergi,Juan membuka satu persatu makanan yang ia pesan lalu menyuruh Friya duduk
''Kenapa banyak sekali?tanya Friya bingung
''Bukankah kau sedang hamil,biasanya ibu yang hamil muda pasti membutuhkan banyak asupan gisi jadi semua ini untukmu''kelakar Juan
''Lalu kau pikir aku hewan yang suka memakan segalanya begitu''jawab Friya ketus
Juan hanya bisa nyengir mendapat tatapan tajam dari Friya.
Ke esokan paginya setelah perdebatan panjang lebar akhirnya Friya mengalah dan memilih datar Juan kesekolah dengan satu syarat Juan tidak boleh mengantar sampai didepan pintu gerbang sekolah.
''Menepi''perintah Friya
''Bukankah ini masih jauh?tanya Juan bingung
''Bukankah kau sudah berjanji tidak akan menjadi pusat perhatian disekolahku''jawab Friya tak kalah sengit
''Oke baiklah,pulang sekolah aku akan menjemputmu''putus Juan
''Ya.. ya terserah kau saja''ucap Friya memutar bola matanya malas
Juan sangat puas menggoda Friya selama berada disisinya ia tak pernah lagi memuntahkan makanannya
''Hallo Princess''sapa Aksa
''Hem...''sapa Friya
Antony menyenggol bahu Aksa ''Hei ad..ada apa dengan Friya''tanya nya gagap
Aksa hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak tau,Ujian pun dimulai dengan tenang.
Satu jam berlalu Kartika tiba-tiba Muncul keruang kelas Friya.
BRAAKKK....
Meja digebrak oleh Kartika ''Dasar ****** tidak tau diri loe,berani-berani nya loe menggoda tunangan gue hah''ujar Kartika marah
''Loe hanyalah gadis alien,simpanan pria hidung belang berani-berani nya loe merusak hubunganku dengan tunangan ku sampai-sampai dia memutuskanmu demi dirimu dasar gadis murahan''teriak Kartika hingga membuat gaduh sekolahan banyak siswa siswi yang melihat dan banyak pula yang menaruh simpati pada Kartika yang menangis karna dicampakkan oleh tunagannya
__ADS_1