
Juan dan Darrel sudah sampai di rumah sakit dimana Alan sang putra tengah dirawat sang supir dan Leo sedang menunggu diruang tunggu tepat didepan ruang dimana Alan sedang ditangani oleh Felix dokter pribadi keluarga Juan
Suara derap langkah kaki menggema di seluruh ruangan supir Mo dan Leo langsung saja berdiri
"Tuan..." sapa supir Mo
"Paman Juan " sapa Leo
Juan mengangguk " Bagaimana keadaan Alan?tanya Juan
"Dokter Felix masih memeriksanya didalam" jawab supir Mo
Juan merasa lega karena Felix yang menangani sang putra ia pun ikut duduk menunggu didepan ruang tunggu sampai Felix keluar.
"Paman Juan apa Alan akan baik-baik saja?tanya Leo dengan raut wajah khawatir
Juan mengulas senyum ''Ya Alan pasti baik-baik saja''
Kreaatt....suara pintu terbuka lalu keluarlah Felix dari dalam
Juan dan yang lainnya ikut berdiri ''Bagaimana keadaan Alan?tanya Juan
''Tenanglah dia baik-baik saja''jawab Felix tersenyum
Mereka yang mendengarnya pun ikut merasa lega.
''Tapi dia harus istirahat beberapa hari disini apa kau tak keberatan Juan''ujar Felix memasang senyum palsunya
Melihat senyuman itu Juan langsung mengikuti Felix dari belakang lalu masuk keruangan Felix.
''Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada putraku''ujar Juan dengan datar nan dingin
Jika Juan sudah dalam mode serius maka apa yang dialami putranya tentu bukan hal sembarangan
''Ada yang aneh dengan putramu setelah aku memeriksa seluruh tubuhnya tidak ditemukan penyakit atau apapun akan tetapi apa yang dia alami saat ini sangat sulit diucapkan,ini berhubungan dengan Friya dan masalalunya''jelas Felix tanpa adq ditutup-tutupi
Deg...!!!
Hati Juan seperti tertusuk ribuan pisau sakit tapi tak berdarah.
...----------------...
Aslan kembali ke kerumahnya ia bergegas menuju kamarnya lalu merebahkan tubuhnya dilantai tempat tidurnya,tangannya meraih koper hitam meniup-niupnya sebentar lalu membukanya.
Setelah dibuka ia mengambil senjata yang selama ini ia tidak pernah gunakan karena merasa bahwa dirinya sudah jauh lebih aman namun siapa sangka bahwa orang-orang itu kembali datang mencarinya.
Aslan memasukan beberapa potong baju kedalam tas ransel dan senjata yang penting baginya,ia lalu mematikan semua lampu rumahnya dan bergegas pergi sejauh mungkin agar tidak tertangkap.
Didalam perjalanan Aslan berjalan dengan cepat dengan menutup kepalanya dengan hoodie yang ia kenakan
BRUUUGH.....
__ADS_1
"Aahh sialan berani-beraninya kau menabrak ku kau cari mati ya" ujarnya marah
"Kau...!! sahut Aslan kaget
Aslan langsung menarik tubuh Ranma dan membekap mulutnya agar tak berisik
Setelah beberapa orang asing lewat dan tak terlihat lagi maka Aslan melepaskan tangannya dari mulut Ranma.
''Cih...sialan ada apa dengan mu kau seperti orang ketakutan saja apa kau mengenal mereka?''tanya dan marah Ranma
''Tidak ada hubungannya denganmu''jawab datar Aslan berlalu
''Hei tunggu kau mau kemana malam-malam begini?teriak Ranma
Saat Ranma dan Aslan berdebat dua orang asing muncul tak jauh dari mereka
''Ehh bukankah mereka orang-orang yang mencari mu kemarin''ujar Ranma yang masih ingat betul wajah mereka.
Aslan menghentikan langkah kakinya lalu melihat orang yang tak jauh dari tempat mereka
''Bos itu orangnya''ujar pria berkacamata
''Hem...tangkap dia''jawab pria berkepala plontos
''Lari....''teriak Aslan pada Ranma
Bukan Aslan yang dikejar melainkan Ranma yang menjadi target mereka
Duaaagkk....
Bruukk....
Braakk....
Dua orang tumbang ditangan Ranma lalu datang beberapa orang yang mulai menyerang Ranma,melihat perkelahian itu Aslan tak tinggal diam ia pun membantu Ranma yang mulai kewalahan.
''Cih kenapa kau membantuku''ujar Ranma
''Jika aku tidak membantumu maka kau akan mati sia-sia dikeroyok mereka lihatlah''sahut Aslan sambil menunjukan beberapa orang lagi yang mulai berdatangan
''Aahhh sial ayo lari saja jika tidak habislah nyawa kita berdua''ujar Ranma lalu menarik tangan Aslan dan membawanya kabur.
Setelah dirasa sepi dan orang-orang itu tidak mengejar mereka lagi barulah Ranma dan Aslan berhenti
''Huh...Huh...Huh...Akhirnya kita selamat''ujar Ranma
''Huh....mau sampai kapan kau memegang tanganku''sahut Aslan dengan tatapan menusuk
''Kyyaaaaa....''teriak Ranma menampik tangan Aslan lalu mengusap-usap tangannya ke seluruh tubuhnya
''Sialan kau yang sedari tadi menarik tangan ki bodoh''umpat Aslan
__ADS_1
''Kenapa mereka mengejarmu?tanya Aslan
''Aku tidak tau''sahut Ranma sambil berjalan
Ranma pun mengingat-ngingat kenapa dan apa yang dialaminya hari ini
''O-Ohhhh.... Ya ,Aku ingat 3 hari yang lalu ada seseorang memakai pakaian serba hitam menyodorkan foto dimana foto itu mirip sekali denganmu lalu aku memberi tau alamat palsu pada mereka mungkin karena itu mereka mengejarku''jujur Ranma
Aslan diam lalu berkata '' Kau dalam masalah besar sekarang''
''Apa maksudmu aku dalam masalah besar?tanya Ranma bingung
''Aku tidak bisa menjelaskan sekarang lebih baik kita cari tempat paling aman''jawab Aslan bergegas pergi
''Tunggu jika begitu kau ikut aku''sahut Ranma
1 Jam berlalu Ranma dan Aslan sampai ditempat Apartemen milik Ranma dimana untuk saat ini adalah tempat teraman.
''Ini apartemenmu?tanya Aslan
''Ya,bagaimana cukup mewah dan luaskan''ujar Ranma bangga
''Ayo masuklah anggap saja seperti rumah sendiri''ujar Ranma lagi
Aslan melihat sekeliling karena merasa haus ia mencari lemari pendingin di dalam kulkas hanya ada beberapa botol air mineral saja
Aslan meraih botol air mineral tersebut lalu meneguknya.
''Sementara kita akan tinggal disini sampai keadaan aman kembali''seru Ranma
Aslan hanya mengangguk
''Apa kau lapar,aku lapar sekali''ujar Ranma sambil mencari-cari makanan yang bisa dimakan
''Yahh sepertinya aku lupa mengisi bahan makanan karena aku jarang sekali pergi keapartemen ini''keluh Ranma ''Hanya tersia daging sapi aku tidak tau cara memasaknya''ujar Ranma lagi
Melihat Ranma yang terus mengoceh sedari tadi Aslan langsung saja bertindak bagaimanapun juga ia sendiri sebenarnya juga lapar.
Aslan mengambil alih daging lalu mencucinya ia juga mengeluarkan beberapa bumbu dan mulai mengolahnya
''Wuuuaaahhh.....Ternyata kau sangat pandai mengolah makanan''puji Ranma sambil menelan saliva nya beberapa kali melihat Aslan menumis daging
''Usap air liurmu sungguh menjijikan''cibir Aslan
Ranma langsung saja mengusap mulutnya ''Cih kau mengerjaiku mana ada air liurku yang jatuh huh...''
Tak lama akhirnya yang ditunggu matang tumis daging lada hitam baunya sangat harum dan menggugah selera
''Heemm ini sangat enak sekali''puji Ranma memasukan potongan daging kedalam mulutnya
''Sudah jangan cerewet,makan saja''sahut Aslan.
__ADS_1