
Bulu mata lentik itu bergerak lucu kedua alis berkerut kala sinar matahari menyilaukan mata
Ia baru saja tidur pukul 1 dini hari dimana ia harus lembur menyelesaikan pesanan pelanggan yang kian hari bertambah banyak saja.
''Ugghh... jam berapa ini''ujarnya dengan suara khas bagun tidur, dengan kedua mata yang masih terpejam ia mencoba bangun dari tidurnya
Rambut yang tergerai panjang nampak seperti sarang burung saja,setelah ia berhasil mengumpulkan nyawanya dan duduk diranjang ia meraih kacamata nya ia melihat jam kecil diatas meja.
Kedua mata bulat itu terbelalak kaget kala jarum jam sudah menuju pukul 7 pagi
''Aarrggghhh......''teriaknya keras.
Tap...
Tap...
Tap...
Ayara berlari secepat kilat ia langsung menyambar sepedahnya lalu mengayuhnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya ditempat sekolah ia sudah terlambat meski begitu ia tetap berlari agar sampai diruang kelas nya.
Nafasnya tersengal-sengal ia berusaha mengatur nafasnya agar lebih rilek setelah itu pintu terbuka.
''Maafkan saya datang terlambat ''ujar Yara sambil membungkukkan badannya
Hening yang dirasakan oleh Yara ia pun mengangkat tubuhnya sambil membernarkan letak kacamatanya
''Hah...Dimana mereka semua''pikir Yara ia pun lalu menaruh tas ranselnya diatas meja lalu melihat kearah jendela dimana semua murid tenggah berkumpul.Yara pun menyusul teman-teman nya
''Oke semuanya lakukan seperti apa yang pak guru contoh kan mengerti ''
''Ya pak...''serentak
''Hei kau...''tunjuk guru pada Yara
''Ah iya pak''
''Kenapa kau datang terlambat kau tau sudah pukul berapa sekarang ?
''Maaf pak jalanan agak macet ''dusta Yara ia tidak mau menjadi bulian teman sekelasnya
Ditempat yang sama Alan dan Leo bermain basket di lapangan sorakan terdengar histeris kala Alan dan Leo berhasil mencetak angka
''Ohh dia manis sekali''...
''Dia sangat tampan juga pintar memainkan bola''
''Ahhh ingin sekali aku mengusap keringat nya dengan handuk''...
Mendengar kasak kusuk dari teman-teman membuat Minako cemburu bagaimana pun selama ini Minako yang selalu menempel pada Alan dan Leo
Saat selesai bertanding Minako dengan percaya diri berjalan menghampiri Alan dengan membawa sebotol air
''Alan ini air untuk mu''ucap Minako tersenyum
Alan mendongak melihat Minako Yang tersenyum lalu meraih air botol yang diberikan nya
__ADS_1
Sontak saja para siswi lainnya merasa sangat iri dengan sikap Minako yang mendapatkan perhatian dari cowok keren disekolahnya
''Leo apa kau haus?ujar Alan menyodorkan botol minum yang baru saja diberikan oleh Minako
''Ahh kau sangat pengertian kawan tau saja jika aku kehausan ..''jawab Leo lalu meraih botol tersebut dan meminumnya
''Alan air minum itu khusus buat mu kenapa malah kau berikan pada Leo?tanya Minako
''Kau sudah memberikan nya padaku jadi terserah aku mau aku apakan air botol itu atau aku berikan pada siapa termasuk temanku Leo''
Setelah mendengar sendiri ucapan Alan,Minako merasa sedikit kecewa namun ia menutupi dengan senyum terpaksa
''Ahh ya tentu saja tidak apa-apa kok''
......................
Aslan menyiapkan segala sesuatunya untuk perlombaan semi final yang akan diadakan lusa nanti beberapa berkas sudah disimpan ia dan kedua sahabatnya juga sudah mempelajari cara bertarung musuhnya.
Jarum jam dinding terus berputar Aslan melirik jam dilayar ponselnya kemarin ia ada janji temu dengan kembaranya
Sesuai janji yang sudah ditentukan oleh Alan ia langsung mengambil jaket dan kunci motornya
''Aku pergi dulu''pamit Aslan pada kedua sahabatnya
''Mau kemana?tanya Bima
''Ada urusan sebantar''
''Oke jangan kembali terlalu malam sangat berbahaya''peringat Ranma
''Hemm aku tau''
Ia pun bergegas masuk kedalam,Alan sudah menunggu begitu bel pintu berbunyi Alan langsung menoleh melihat jika yang masuk itu adalah Aslan ia pun langsung melambaikan tangannya
Mereka berpelukan ''Aku merindukanmu Bang''ujar Alan sambil menepuk pelan punggung Aslan
''Bagaimana kabar Papa dan Mama?tanya Aslan
''Kabar mereka sangat baik, Abang mau pulang kerumah jika mau kita bertukar saja agar Abang dekat dengan Mama dan Papa ''
''Oh ya sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu ''
''Apa itu Bang?
Aslan mengeluarkan sebuah gambar sebuah kalung bermata hijau
''Dari mana Abang mendapatkan nya?
''Seseorang memberikannya padaku,dia bilang jika orang yang memiliki kalung ini adalah pemimpin klan yang paling disegani,selama ini klan tersebut seperti hilang ditelan bumi keberadaan belum diketahui sampai sekarang ''
Aslan juga ada menunjukan gambar peta ''Gambar peta ini kenapa rasnya tidak asing, seperti nya aku pernah melihat tapi entahlah aku lupa''pikir Alan
''Bagaimana jika Abang pulang kerumah Abang bisa tanya Papa atau Mama mungkin mereka tau kita bisa bertukar peran''imbuh Alan
''Baiklah''...
__ADS_1
Aslan menuju tempat parkir mobil dimana supir Mo sudah menunggu nya
''Tuan muda ...''sapa Supir Mo
Aslan mengangguk lalu masuk kedalam mobil yang mana pintu nya sudah dibuka oleh supir Mo
Perjalanan pulang kerumah terasa tenang begitu masuk kedalam rumah rasanya begitu hangat.
''Kau sudah pulang sayang?ujar Friya
Sontak saja membuat Aslan kaget,lalu ia dengan cepat merubah expresinya lalu mengangguk
''Sudah malam ak-aku pamit tidur Maa...''ujar Aslan lalu berjalan masuk kedalam kamarnya
''Ehh ada apa dengan Alan''pikir Friya
Di dalam kamar Aslan merutuki dirinya karena takut akan ketahuan bahwa ia bukanlah Alan tapi melainkan Aslan
''Huh...Rasanya jatungku hampir saja keluar dari tempat nya ''ujar Aslan meraba dadanya
''Kita bertemu lagi Ma,Pa aku sangat merindukan kalian ''ujarnya lagi.
...****************...
Suara sorak bergemuruh di seluruh ruangan dimana banyak penonton yang sudah memadati tempat duduk, berbagai spanduk dukungan tim bertebaran dimana-mana
''Bagaimana persiapan nya apa sudah beres?tanya Ranma
''Emm ya semua sudah siap''jawab Bima
''Dimana Aslan?
Bima mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau.
''Cih menyebalkan dia selalu saja menghilang''dengus Ranma
''Tenanglah jangan berfikir buruk soal Aslan dia pasti datang kok''
''Apa kalian melihat Bang Aslan?tanya Alan
''Dia belum datang padahal sebentar lagi dia akan main jika dia tidak hadir maka tim kita akan gugur''jelas Bima
''Baiklah kalian jangan khawatir aku akan coba hubungi Abang''
Ponsel Aslan berdering namun yang terlihat hanyalah ponselnya saja entah kemana Aslan berada.
Ceklek...
Pintu terbuka Friya masuk kedalam kamar Aslan ia mendengar suara ponsel yang terus berbunyi
''Sayang Nak ponselmu terus berdering kau dimana''panggil Friya
Namun tidak ada sahutan dari Aslan, Friya mencoba mendekati suara dering ponsel tersebut langkah demi langkah semakin mendekati
Saat meraih ponsel Aslan tiba-tiba saja Aslan muncul entah dari mana ia langsung menyambar ponsel miliknya sebelum Friya tau siapa nama dilayar ponselnya.
Friya yang terkejut dengan kemunculan Aslan tiba-tiba hampir menjatuhkan ponsel Aslan.
__ADS_1
''Ups... Hampir saja...