Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria

Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria
Mengajarimu


__ADS_3

Juan datang lebih awal dari kantor jika biasanya Juan akan menghabiskan waktu dengan tumpukan berkas maka sekarang ia harus segera pulang karena ada seseorang yang sedang menunggunya pulang.


Melihat Friya mengenakan hem putih miliknya yang memperlihatkan kaki jenjang Friya membuat Juan kesulitan menelan salivanya


Friya tidak menyadari kehadiran Juan karena Friya sedang fokus menerima Telfon dari Emma sang asistennya


Juan mendekati Friya perlahan dengan pelan namun pasti mengikis jarak diantara mereka berdua, sebuah tangan melingkar diperut yang sedikit menonjol diusia kehamilannya.


Friya yang mengenal bau parfum milik Juan langsung tersenyum ia tau jika itu tangan suaminya karena masih sibuk menjelaskan pada Emma,Juan sedikit terabaikan dengan jahilnya Juan mulai meraba perut hingga naik keatas membuat getaran yang sulit dijelaskan.


Sekuat tenaga Friya menahan rasa aneh yang menyerangnya,Juan tak tinggal diam semakin ia mencumbu leher sang istri semakin besar gejolak didalam tubuhnya agar ingin dituntaskan.


''Ssss...''desis Friya kala tangan Juan mulai bergerilya masuk kedalam pakaian meraba kesana kemari


''Nona Bos anda tidak apa-apa?tanya Emma diujung telepon


''Sss ya Emma aku tak apa nanti aku jelaskan lagi okey''putus Friya


Juan membalikan tubuh Friya agar menghadap padanya ''Suamimu datang Honey kenapa kau malah mengabaikan ku hem''ujar Juan menautkan kening mereka dengan suara nafas naik turun.


''Bear aku sedang menjelaskan proyek pada Emma agar rapat besok dia bisa menanganinya dengan baik''jujur Friya


''Apakah proyek itu lebih penting dari suamimu,aku juga punya proyek untuk kita berdua,dan aku akan mengajarimu bagaimana cara bekerjanya proyek itu Honey''ucap Juan menahan hasratnya


''Apa itu Bear...?tanya Friya polos


''Tentu saja proyek cara bagaimana melayani suamimu dengan benar''jawab Juan.Ia perlahan mendaratkan bibirnya pada bibir Friya yang terlihat ranum menyesapnya,dan ********** dengan lembut Friya yang masih tabu akan hal berbau dewasa tidak membalas ciuman Juan terlihat kaku tak bergerak hanya merasakan apa yang Juan ajarkan padanya.


Juan perlahan membuka mulut Friya dengan lidahnya mengekspor setiap jengkal dan bertukar saliva hingga mereka sama-sama kehabisan nafas barulah Juan melepaskan bibirnya.


Perlahan Juan mengangkat tubuh Friya dan membawanya keatas ranjang membaringkannya seraya mengecup kening,turun ke mata,turun ke hidung lalu turun kebibir mungil nan ranum tersebut

__ADS_1


''Akan aku lakukan dengan pelan Honey jangan takut ini tidak akan sakit''bisik Juan ditelinga Friya


''Tapi Bear bagaimana dengan bayi kita?tanya Friya lagi


Juan berhenti sejak kedatangan Friya ke paris Juan belum konsultasi dengan dokter kandungan.Karena dibawah sana ingin segera dituntaskan maka Juan langsung bangkit dari ranjang dan meninggalkan Friya.


Friya yang tidak tau apa-apa hanya bisa diam saja,maklum Friya termasuk orang yang tidak mengenal apa itu pacaran untuk urusan ranjang saja masih hal tabu dan belum mengerti apa-apa itulah sebabnya Friya masih tampak kaku menghadapi Juan suaminya


15 menit berlalu Juan selesai menuntaskan hasratnya dengan bermain solo terpaksa ia lakukan demi calon buah hati mereka.


Juan memandangi wajahnya dicermin ''Maafkan aku Honey terlalu memaksakan kehendak ku aku lupa jika pengalaman pertama mu aku memperlakukanmu dengan kasar tapi aku berjanji akan mengajarimu bagaimana rasanya surgawi dunia''pikir Juan tersenyum miring


Ia cukup puas dengan apa yang ia lakukan pada istri kecilnya '' bunga yang dipupuk dari awal akan menghasilkan madu yang manis ''pikir Juan lagi seraya tersenyum manis


Juan keluar dengan memakai piyama tidurnya melihat Friya sudah tidur terpulas membuat Juan tersenyum apa lagi melihat bibir mungil istri kecilnya yang agak sedikit bengkak akibat ulahnya


Karena belum bisa tidur Juan mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang


''Oh **** Juan kenapa tengah malam meneleponku apa kau tidak bisa sedikit saja tidak menganggu malam kencanku''umpat Felix


Juan tersenyum miring ''Aku ingin bertanya padamu apakah melahirkan diusia muda sangat beresiko''tanya Juan


Dahi Felix berkerut dalam mencoba mencerna ucapan Juan ''Apa kau menikahi gadis dibawah umur''tanya Felix penuh selidik


Juan menghela nafas berat ''Aku bukan seorang pedofil Felix usianya sudah 17 tahun''sahut Juan dingin


''Hufl...apa bedanya toh sama-sama masih anak kecil kupikir selera mu sudah turun sehingga kau menikahi anak kecil Juan apa kau sadar jika usiamu terpaut jauh darinya''sindir Felix tetap sasaran


''Sialan kau beraninya menceramahaiku,berapa kemungkinan resiko yang akan ia terima jika melahirkan secara normal?


''Aku belum bisa memastikannya karena aku belum memeriksanya Ju''

__ADS_1


''Jika begitu besok jam 10 pagi kau harus sudah berada di ruang obygon paris jika kau terlambat sedikit saja aku tidak segan-segan mengirim mu ke pulau terpencil ''ancam Juan lalu memutuskan sambungan teleponnya


''Oh ****....Juan....''geram Felix ia pun kalang kabut karena sekarang Felix masih berada di indonesia dan sedang berkencan dengan seorang wanita


Jika saja Juan bukan sahabatnya ia tak akan mau menuruti kemauannya ucapan Juan adalah perintah jika ingin menghirup udara esok hari...


Setelah selesai berbicara dengan Felix dokter kepercayaan nya Juan langsung ikut masuk kedalam selimut dan merengkuh Friya kedalam pelukannya,mencium dalam-dalam aroma tubuh Friya yang sudah menjadi candu baginya hingga kedua matanya terpejam masuk kedalam mimpi bersama istri kecilnya


Keesokan paginya Juan bagun lebih awal karena merasa mual kembali,sayup sayup Friya mendengar suara Juan langsung saja bangun untuk melihat Juan


''Apa kau baik baik saja Bear?''tanya Friya seraya memijit tengkuk leher Juan


''Tak apa Honey aku sudah biasa mengalami mual di pagi hari ''sahut Juan seraya mengusap mulutnya dengan tisu


Juan melihat Friya yang tidak memakai alas kaki langsung saja mengendong Friya ''Siapa yang mengizinkanmu keluar tanpa memakai alas kaki Honey?


''Maaf Bear aku mendengar mu muntah-muntah jadi aku langsung lari begitu saja ''


''Lain kali jangan lakukan itu mengerti''titah Juan seraya menautkan kening Juan pada Kening Friya


''Aku akan berhenti mual jika kau memberiku sarapan pagi Honey''


''Sarapan pagi ''ulang Friya ''Memangnya apa yang ingin kau makan aku bisa membuatnya jika kau mau''seru Friya dengan tatapan mata polos


Juan terkekeh kecil kedua mata Juan tak lepas memandangi wajah Friya hingga berhenti dibibir nan mungil seperti buah Cherry perlahan Juan semakin mendekati lebih instens


Friya reflek menutup mulutnya ''Ak...Aku belum sikat gigi''ucap Friya


Juan tidak menjawab ucapan Friya perlahan meraih tangan Friya dari bibir mungilnya lalu ******* dan menyesapnya dengan lembut mengarahkan Friya agar mau membuka mulutnya lagi mengikuti irama


Friya pun membalasnya meskipun masih sangat kaku namun Juan sangat menikmatinya pelajaran yang ia ajarkan pada istri kecil mampu diserap dengan cepat

__ADS_1


__ADS_2