Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria

Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria
Rahasia Yang terkuak


__ADS_3

Juan nampak lesu wajahnya terlihat begitu lelah menahan emosi didalam dirinya kala fakta yang baru saja dibuka membuat nya tercengang, bagaimana ia bisa kecolongan.


''Darel cari dimana keberadaan dan bawa dia kedalam penjara bawah tanah''titah Juan


Darrel mengangguk lalu pamit undur diri.


Juan memperhatikan wajah kesayangannya yang nampak pucat setelah beberapa saat tersadar dengan berteriak histeris membuat Juan terkejut.


...^^^....Flasback....^^^...


Teriakan begitu keras terdengar didalam dimana Friya tengah dirawat oleh Felix,Juan yang mendengar langsung menerobos masuk kedalam ruangan melihat wanita kesayangan nya tengah mengamuk histeris


''Juan dimana putraku,dimana dia ''teriak Friya seraya menangis keras


''Tenanglah sayang putra kita baik-baik saja dia aman''bujuk Juan pada Friya


''Juan mereka membawa putra kita mereka menculiknya kau harus menemukan putra kita Juan aku mohon kembalikan putraku''ujar Friya menangis sejadi-jadinya


''Tenanglah Alan aman bersama kita tidak ada yang berani melukainya''


''Aku melahirkan putra kembar kita Juan putra kita sudah lahir mereka sehat semua tapi-tap-tapi mereka menculiknya huhuhuhu....'', Tolong selamatkan putra kita Juan aku mohon ''teriak Friya histeris ia mencoba mencabut jarum suntik yang menpel ditangannya


Mau tak mau Felix mencoba menenangkan dengan memberi obat penenang demi keselamatan Friya


Jantung Juan seakan tertimpa Batu yang amat berat mendengar perkataan sang istri dimana pada kenyataannya bahwa putra mereka terlahir kembar dengan selamat


Dunia Juan seakan runtuh mendengar kenyataan ini membuat Juan lemas hingga terperosok dilantai.


...''Putraku kembar"ucapan itu selalu terngiang-ngiang ditelinga Juan...


......................Flasback of..........


...****************...


Ranma mengompres kepalanya dengan es batu dimana sekarang dia duduk dihadapan sodara kembar yang membuat dirinya seperti orang bodoh beberapa hari yang lalu


Dan kini Ranma sudah mendengar semua penjelasan dari keduanya.


''Jadi apa yang akan kalian lakukan selanjutnya ?tanya Ranma menghela nafas panjang


''Sementara ini kami akan bertukar peran demi keselamatan Papa dan Mama ''ujar Alan


''Kau tidak ingin bertemu Mama dan Papa''


''Aku sementara akan bersembunyi dulu sebelum kita benar-benar tau siapa dalang yang sudah berani memisahkan kita sejak bayi''ujar Aslan


Drrrttt....


Drrttt....


Drrrttt....


Ponsel Alan bergetar dilayar ponsel tertera nama Darrel sang asisten Papanya


''Paman Darrel''...Alan dan Aslan saling berpandangan lalu Alan mengangkat ponselnya


📱Hallo Tuan Muda bisakah anda kembali telah terjadi sesuatu pada nyoya''


📱''Apa...!ucap Alan kaget


''Ada apa?tanya Aslan


''Mama''...


''Apa yang terjadi,jangan membuatku bingung''grutu Ranma

__ADS_1


''Terjadi sesuatu pada Mama dan sekarang Mama berada dirumah sakit dalam pengawasan dokter Felix aku akan segera kembali''ujar Alan seraya bergegas


Aslan menarik tangan Alan ''Aku ikut denganmu''...


Alan mengangguk,mereka bertiga lalu bergegas pergi menuju rumah sakit dimana Friya tengah dirawat.Meski begitu Ranma dan Aslan tidak akan menunjukkan dirinya ia hanya akan menjadi bayangan agar rencana mereka tidak gagal.


Alan sudah sampai dirumah sakit ia pun langsung menuju diruang rawat sang Mama


Kreaat....


Suara pintu terbuka Alan masuk kedalam melihat sang Papa Alan langsung memeluknya


''Bagaimana keadaan Mama Pa?


''Dia baik tapi masih dalam pengaruh obat agar Mamamu tenang ''jawab Juan


Alan beringsut mendekati ranjang pesakitan sang Mama lalu duduk dan meraih tangan sang Mama


''Ma maafkan Alan karna tidak menjaga Mama dengan baik''ucap Alan pelan seraya menempel kan telapak tangan ke pipinya


Juan menepuk pelan pundak sang putra pelan ''Papa titip Mama mu''...


''Mau kemana Pa?


''Ada pekerjaan dikantor yang harus Papa urus''


''Emm... hati-hati Pah...''


Setelah kepergian Juan dan Asistennya Juan tak lupa menempatkan anak buah terbaiknya untuk menjaga dua orang kesayangannya.


''Kau sudah dapatkan ?tanya Juan


''Sudah Bos sesuai perintah anda''sahut Darrel


''Bawa aku menemui wanita itu''


Tak...


Tak...


Tak...


Suara sepatu berbenturan dengan lantai berjalan beriringan dua orang dengan seragam dokter rumah sakit masuk kedalam ruang dimana Friya dirawat.


Dua bodyguard yang menjaga pintu memeriksa kedua orang yang berseragam dokter setelah memeriksanya barulah diizinkan masuk.


Kedua dokter membuka kedua maskernya yang tak lain adalah Aslan dan Ranma


''Bagaimana keadaan Mama?tanya Aslan yang bergegas mendekati keduanya


''Paman Felix memberikan obat penenang agar Mama tidak membuat dirinya terluka ''


Aslan mencoba memeriksa denyut nadi sang Mama lalu membuka sedikit matanya bergantian


''Bagaimana?tanya Alan


''Mama baik,aku akan menambahkan sedikit obat agar organ vital Mama dengan cepat kembali pulih''


''Abang tidak ingin menemani Mama?


Aslan tersenyum ''Belum saatnya kita berkumpul,tapi aku bahagia bisa menemukan Papa dan Mama kandungku setelah sekian lamanya aku mencarinya''


''Tunggu dulu jadi sebenarnya kalian adalah para tuan muda Elder Hans ''ujar Ranma


Alan dan Aslan mengangguk bersama

__ADS_1


''Hah...ja-jadi orang tua kalian adalah Juan Elder Hans yang terkenal kejam didunia bisnis itu''


''Hemm ya bisa dibilang begitu ''


''Aishh . ..dunia begitu sempit orang yang slalu aku kagumi ternyata adalah Papa kalian''


Sementara itu Juan tengah menyiksa seorang wanita dipenjara bawah tanah, wanita itu tak lain adalah mantan anak buah yang membantu persalinan Friya kala insiden mengerikan itu terjadi.


''Cih... Meskipun aku mati ditanganmu aku tidak akan mengatakan dimana anak itu berada''


''Kau benar-benar membuat ku muak maya padahal selama ini istri ku selalu memperlakukanmu dengan baik apakah ini balasan yang kau berikan padanya''


''Huh... semua ini karna kau Juan kau yang mendorong ku melakukan sejauh ini,kau tidak pernah melihatku meskipun aku sudah menganti wajahku tetap saja mata dan hatimu hanya tertuju pada wanita ****** itu''teriak Maya


Plakk...


''Tutup mulut busukmu itu Maya! bentak Juan dengan keras


''Aku akan membuatmu mati secara perlahan meskipun kau memohon kematian mu padaku sebagai hukuman karna kau memisahkan putraku''


Door....


Door..


Crazzz....


...****************...


Alan dengan telaten menyuapi Friya,Alan pun tidak beranjak dari samping Friya dan selalu menjaganya


''Sudah Mama sudah kenyang..''


''Baiklah Ma...''


''Dimana Papa mu?


''Papa ada urusan dikantor dan menyuruhku untuk menjaga Mama''


''Dengarkan Mama kau harus berhati-hati jangan sampai mereka membawamu pergi Mama tidak mau kehilangan putra Mama untuk kedua kalinya''


''Apa maksud Mama?


''Kakak mu mereka membawa kakakmu Alan orang-orang itu membawanya Mama tidak bisa menyelamatkan kakakmu hik...hik...hik...


''Ma tenanglah semua pasti baik-baik saja Alan berjanji pada Mama Alan akan mencari abang dan membawanya pulang agar kita bisa berkumpul bersama Alan janji Ma''


Disekolah Leo nampak murung wajahnya yang selalu ceria nampak kusut


Pletak....


''Aduhh...Sakit tau...'''teriak Leo


''Oi...kenapa melamun kawan apa kau tidak senang melihat diriku ''ujar Alan merangkul pundak Leo


''Ad-Aduh lepaskan tanganmu sakit tau''ujar Leo berontak


''Alan...''teriak Minako seraya bergelanyut ditangan Alan


''Eh...siapa kau?tanya Alan yang tidak mengenal Minako


''Aduh kau ini bodoh atau amesia sih dia Minako teman sekelas kita bukan kah kalian sudah saling mengenal


''Minako''...ulang Alan


Dengan melepaskan tangan Minako Alan berkata''Tapi aku tidak mengenalmu''..

__ADS_1


Sontak saja Leo dan Minako mematung


__ADS_2