
Di kediaman keluarga Mandala Hutomo dimana Hendry,Mona dan Tuan Mandala,nyoya Sari Mandala sedang berkumpul makan malam bersama beserta keluarga calon besannya.
Disela-sela makan nampak menikmati hidangan makan malam tersebut dimana keluarga Wijayanto sangat memuji masakan nyonya Sari Mandala.
''O iya Man bukankah kau masih punya anak bungsu kenapa selama ini aku tidak pernah melihat anakmu''?tanya Wijayanto
Sontak saja pertanyaan itu membuat semuanya tertegun dan bingung harus menjawabnya.
''Oh..em...iya sebenarnya dia sedang sibuk akhir-akhir ini jadi ia tidak bisa iku acara makan malam ini mungkin lain kali aku pastikan akan mengajaknya''ujar Mandala membuat alasan
''Benarkah sayang kenapa kamu gak cerita kalo masih punya adik bungsu siapa tau kita satu sekolah jadi aku bisa mengajaknya bermain''seru Kartika guna mencari simpati dan perhatian sang tunangan
''Usianya tidak jauh darimu dan dia juga sudah kelas 3 SMA mungkin jika kau bertemu dengannya akan sangat menyenangkan''sahut nyonya Sari tersenyum.
Setelah acara makan malam selesai dan keluarga calon besannya sudah pulang Tuan Mandala langsung saja bertanya pada pelayan dirumahnya.
''Bik apa selama ini nona muda kalian selalu pulang larut malam?tanya Tuan Mandala
''Emm anu Tuan selama ini nona muda jarang pulang ke rumah utama''jawab Bi Inah sambil menundukkan kepalanya
Tuan Mandala mengepalkan kedua tangannya menahan marah pada anak bungsunya
''Hufl...sudah bisa dipastikan jika dia sering kelayapan dan jarang pulang karena merasa kita tidak memperdulikan dia dan hanya membiarkannya hidup berfoya-foya dengan kiriman uang yang ayah kirimkan tiap bulan''ujar Mona mengompori
''Aku akan mencari tau keberadaanya ayah''pamit Hendri lalu bergegas pergi meninggalkan kediaman Mandala
Hari sudah menunjukan pukul sebelas malam Friya baru saja keluar dari Cafenya bersama anak buahnya yang lain karena hari ini tutup lebih awal.
Hendri yang tak sengaja lewat melihat Friya pun langsung menghentikan mobilnya lalu turun dan menghampiri Friya
''Ikut aku pulang''ujar Hendri seraya menarik tangan Friya
Friya yang kaget akan kedatangan Hendri hanya diam saja karena ia tak mau membuat keributan,anak buah Friya pun hanya bisa melihat saja tanpa berani bersuara karena Friya sudah memberi kode.
Sesampainya dirumah Friya langsung berhadapan dengan Tuan dan nyonya Mandala begitu juga Mona sang kakak yang duduk di samping sang ibu.
__ADS_1
''Apa ini kelakuanmu selama ayah tidak ada dirumah kau selalu pulang malam dan bersenang-senang karena uang pemberian dari ayah huh,apa kau hanya bisa membuat nama ayahmu tercoreng didepan keluarga Wijayanto,apa kau puas sekarang''hardik tuan Mandala penuh emosi
''Kau lihat Friya kau sudah membuat ayahmu marah apa kau puas sekarang?timpal nyonya Mandala
''Ya mau bagaimana lagi apa yang bisa dia andalkan selain bersenang-senang dengan menghambur-hamburkan uang Ayah''cibir Mona
''Apakah kalian sudah selesai ''ujar tanya Friya dengan suara bergetar
Mereka yang ada dirumah langsung diam mendengar suara Friya.
''Jika sudah selesai bolehkah aku bertanya kepada kalian semua,sejak kalian datang ke rumah ini pernahkah kalian bertanya tentang keberadaanku,bagaimana kabarku,apa yang aku lakukan disekolah,bahkan kak Hendri melangsungkan pertunangan saja kalian lupa akan diriku lalu pantaskah kalian memarahiku dan menghakimiku tanpa alasan yang jelas''ujar Friya memberi jeda
''Jika dipikiran kalian hanya uang maka akan aku kembalikan semua uang yang kalian kirimkan sejak usiaku 5 thn,aku tidak membutuhkannya bahkan aku tidak pernah mengambil sepeserpun uang ayah,tidak seperti kak Mona yang setiap butuh apa-apa masih meminta uang ayah sebagai sokongan''cibir Friya tetap sasaran dimana Mona sedang melotot kearah Friya.
Friya berjalan membuka tas ranselnya lalu memberikan buku tabungan,kartu kredit serta kunci mobil pemberian sang ayah sebagai kado ulang tahunnya namun tidak pernah ia pakai
''Dan untukmu kak Hendri terimakasih sudah hadir sebagai kakakku aku pikir aku akan menemukan sedikit kehadiran dalam diri kakak namun ternyata aku salah kalian semua sudah berubah tidak seperti dulu lagi kita bagaikan orang asing didalam dunia yang berbeda''ujar Friya menahan agar air matanya tidak menetes.
Saat ini sepasang bola mata tajam sedang mengawasi mereka semua yang ada didalam rumah mewah yang tadinya ingin bertamu secara baik-baik ia urungkan.
''Tutup mulutmu Friya kau semakin melunjak dan berani karena ayah dan ibumu tidak berada dirumah dan membiarkanmu bersenang-senang saja''hardik tuan Mandala
Friya meraba pipinya yang terasa kebas degan mata memerah
''Inikah balasan ayah yang selama ini aku tunggu kedatangan mu,yang selama ini aku rindukan,bahkan aku mengharapkan kasih sayang ayah''ujar Friya dengan suara bergetar menahan tangis
Mona yang melihat hanya tersenyum penuh arti sedangkan Hendri merasa setiap kata yang diucapkan Friya serasa menusuk hatinya
''Prokk...Prookkk...Prookkk.....''suara tepuk tangan bergema memasuki ruang utama dan melemparkan tatapan tajam kepada semua orang yang melihatnya
''Siapa kau berani-berani nya menerobos masuk ke rumah orang tanpa dipersilahkan''ujar Mona lantang
Senyum miring tercetak di wajah tampan nan dingin yang mendominasi aura hitam pekat menyelimuti tubuhnya
''Aku yang akan membawa Friya dan bertanggung jawab atas diri Friya sepenuhnya''ujarnya seraya mendekati Friya
__ADS_1
''Apa ini sakit?tanya Juan seraya meraba pipi merah bekas tangan
Friya mengernyitkan dahinya seolah-olah bertanya siapa sosok yang ada dihadapannya saat ini
Mengerti tatapan Friya,Juan tersenyum lembut lalu berkata''Aku yang akan membawa kebahagian untukmu''
Berani menampar wanitanya sama halnya menaruh genderang perang pada Juan apa lagi melihat pipi putih dan halus itu harus terkena tamparan dari ayah kandungnya sendiri membuat hati Juan berdesir perih.
''Darel kau urus semuanya''titah Juan pada Asistennya
''Baik Tuan''sahut Darel
''Aku beri waktu lima menit untuk mengambil barang-barang mu ''titah Juan pada Friya,seperti sihir hingga membuat Friya menurut begitu saja
Tak lama kemudian ia turun dari lantai atas dan hanya membawa tas ransel dan juga boneka lusuh waktu ia masih kecil dulu
Friya lalu menghampiri ayahnya dan memberikan semua kartu atm,buku tabungan serta kunci mobil yang tak pernah sekalipun ia sentuh
''Apa ini?tanya Mandala pada Friya
''Ini adalah barang-barang pemberian ayah yang tidak pernah aku sentuh sedikitpun semua ada dibuku yang sudah aku print kemarin lusa''ujar Friya menyerahkan barang tersebut
''Untuk kak Mona terimakasih sudah menjadi kakakku yang paling baik''
''Untuk ibu terimakasih sudah melahirkanku''
''Untuk kak Hendri terimakasih sudah menjagaku''
''Dan untuk ayah semoga kau selalu bahagia''
Pamit Friya dan pergi menghampiri Juan''Apa hanya ini barang-barang berhargamu?tanya Juan lembut
Friya mengganguk lalu menoleh kebelakang melihat untuk terakhir kalinya ia tinggal dirumah ini ''Ayo kita pergi''ujar Friya
''Tunggu! Kau tidak bisa seenaknya membawa putriku pergi dari sini memangnya kau siapa huh?hardik tuan Mandala penuh amarah
__ADS_1
Juan tersenyum tanpa menoleh ia berkata ''Asistenku yang akan menjelaskan siapa aku''ujar Juan tak kalah sengit