Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria

Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria
Parasit


__ADS_3

Burung berkicau nan merdu angin berhembus lembut membuat anak rambut Aslan berantakan namun tetap terlihat datar dan dingin meskipun begitu tak menyurutkan wajah tampannya


Leo mencari kesana kemari keberadaan Aslan sampai akhirnya ia menemukan Aslan dibawah pohon besar ditaman belakang


Huh....


Huh...


Huh...


''Aishh....sialan ternyata kau bersembunyi disini rupanya''ujar Leo sambil mengatur nafasnya


Aslan hanya melirik dengan ekor matanya saja dan mengabaikan kehadiran Leo


''Sudah 2 minggu berlalu sejak kau datang kembali kesekolah apa kau masih tidak ingat padaku?tanya Leo dengan nada serius


''Huh...Apa kau berlari sejauh ini mencariku hanya ini yang kau tanyakan?


Leo mengangguk cepat ''Ya''...


''Kau tidak perlu mengenalku begitu juga sebaliknya aku tak perlu mengenalmu''jawab Aslan sadis


''Kesell...."


Saat Aslan berjalan beberapa langkah ia menoleh pada Leo yang sedang bersungut-sungut


''Oi...Pinjamkan ponselmu padaku''...!ujar Aslan datar


''Isshhh....Tampangmu sungguh menyebalkan Alan apa kau tidak punya ponsel sendiri kenapa harus pinjam ponselku''grutu Leo dengan wajah marah


''Jika tidak mau pinjamkan juga tak masalah aku cari yang lain saja''sahut Aslan melangkah pergi


''Eh...Eh...Woi...Alan kenapa kau jadi temperamen sih ini aku kasih pinjam tapi dengan satu sarat''ujar Leo dengan senyum lima jari yang menampilkan deretan gigi putih nan rapi


...****************...


Ranma dan Alan tengah menuju bandara namun saat turun dari bus Ranma melihat orang suku Scorpion dengan melihat tanda ditangannya



Ranma menarik tangan Alam dengan cepat untuk menghindari suku Scorpion,beberapa suku mempunyai ciri khas dan tanda masing-masing agar tidak ada penyusup yang menyalahgunakan suku mereka.


''Ada apa kenapa kau menarik?tanya Alan bingung


''Jangan banyak bicara sebaiknya kita pergi dari sini sebelum mereka menyadari keberadaan mu''sahut Ranma cepat


"Siapa sebenarnya mereka apa yang mereka inginkan dari Aslan"pikir Alan


Setelah dirasa cukup aman barulah Ranma keluar dari tempat persembunyiannya


''Sudah aman ayo sebaiknya kita cepat pergi kebandara''ujar Ranma


Tak...


Tak...


Tak...


''Kita bertemu lagi anak bodoh hehehe''ujar seseorang yang muncul didepan Ranma


Sontak saja membuat Ranma terkejut begitu pula dengan Alan yang melihat sosok tubuh tinggi nan kekar dengan tato kalajengking ditangannya


''Ga...Gawat habislah kita kali ini''cicit Ranma dengan tubuh sedikit bergetar

__ADS_1


...****************...


Aslan masuk kedalam kelas dengan Leo yang selalu mengekor padanya dimana Aslan berada disitu pula Leo berada disisinya.


''Selamat pagi semuanya hari ini kita kedatangan murid pindahan dari jepang,ayo masuklah nona''


Tap...


Tap...


Tap...


''Nah perkenalkan dirimu pada teman-teman yah....''


''Hallo semuanya Namaku Minako aku murid pindahan dari jepang mohon kerjasamanya ya''ujar Minako terseyum lebar


''Uwahhh....


''Wah...


''Dari jepang jauh sekali...


''Dia imut ya....


Itulah beberapa bisik-bisik diruang kelas,Minako yang kebetulan melihat Aslan ia pun langsung duduk disamping Aslan


Saat menaruh ranselnya yang menjadi tujuannya adalah Aslan pria dingin dengan tampang datar membuat Minako sangat penasaran ingin menaklukkan nya.


''Hai kita bertemu lagi ''bisik Minako


Namun Aslan tak menghiraukannya ia sedang asik melamun menunggu seseorang datang keparis.


Jam istirahat telah tiba semua murid sedang menikmati makan siang mereka dikantin Aslan hanya diam dikelas


Aslan masih tak bergeming iapun langsung berdiri dari tempat duduknya ''Aku tak lapar''sahut Aslan singkat


Kepala Minako mulai berasap sejak pertama bertemu dengan Aslan diacara makan malam itu ia sudah jatuh cinta dengan Aslan meskipun sikapnya sangat dingin dan tak berperasaan namun ia bertekad untuk mendapatkan apa yang ia inginkan dengan segala cara ia membujuk kedua orang tuanya agar mengizinkannya pindah sekolah.


''Hufl....Yang benar saja kenapa sikapnya begitu dingin padaku malah membuat ku semakin penasaran saja''keluh Minako yang pantang menyerah


Meski tau diabaikan oleh Aslan,Minako tetap menempel terus pada Aslan ditambah Leo membuat Aslan tak berselera


''Bisakah kalian berdua tak menempel padaku,kalian seperti parasit kemanapun selalu menempel padaku ''ujar Aslan sarkas


Leo dan Minako mematung mendengar ucapan Aslan


''Sungguh menyakitkan''ujar Leo


''Ia rasanya sakit tapi tak berdarah''sahut Minako


Leo dan Minako pun saling memandang satu sama lain.Mereka pun tertawa kecil lalu mengobrol bersama


Dasarnya Leo selalu ramah pada semua orang dan selalu membuat nyaman siapapun yang berada didekatnya.


...****************...


Perkelahian tak terhindarkan lagi Ranma dan Alan tak bisa mengelak siap tak siap mereka berdua harus menghadapi musuh yang ada didepan mata.


Hosh...


Hosh....


Hosh...

__ADS_1


''Kau baik-baik saja?tanya Alan


''Ya,bagaimana denganmu?


''Aku juga baik,ayo secepatnya pergi dari sini ''


Diperjalanan mereka akhirnya sampai dibandara meskipun ada beberapa luka kecil diwajah mereka.


Ponsel Ranma berdering,Ranma dengan cepat mengeser ponselnya tanpa melihat nomornya


'📱'Hallo...


📱''Dimana kau?


📱''Aku dibelakang mu bodoh''


📱''Ini aku Aslan...


📱''Hahahah kau bercanda jelas-jelas kau ada didepanku malah pura-pura telfon,kau pikir bisa membodohiku''


📱''Berikan ponselmu pada Alan''


Sedangkan Alan berjalan menuju tempat duduk Ranma seraya membawa tiket dan dua cup cofe yang ada ditangannya


📱''Hah... ''Ranma membeku pikirannya bleng melihat Aslan sedang berjalan menghampirinya lalu memberinya Cofe


Dengan tangan gemetar Ranma memberikan ponselnya pada Aslan yang ada dihadapannya


Alan pun meraih ponsel yang diberikan Ranma


📱''Hallo ...''sapa Alan


📱'' Hallo kita akan bertemu lagi dibandara paris aku sendiri yang akan menjemput kalian''


📱''Ya aku mengerti''sahut Alan


''Ayo pesawat sebentar lagi akan berangkat''ujar Alan membuyarkan lamunan Ranma


Di paris


Aslan sudah menyiapkan semua detail dengan menyetting semua operator cctv yang diciptakan Juan meskipun begitu bukan Aslan kalau tidak bisa memanipulasi keadaan belajar dari pengalaman selama berada dibawah pengasuhan Suku Scorpion Aslan banyak berlatir diam-diam


Disisi lain Juan bersama Darel sang asisten tengah berdiskusi diruang kerjanya


''Apa kau melihat keanehan Alan?tanya Juan


''Entahlah Bos aku pikir itu hal yang wajar tidak ada tanda-tanda mencurigakan,tapi ia sangat mirip dengan Nona Bos''sahut Darrel


Juan melonggarkan dasinya lalu menghirup udara dalam-dalam ''Ada satu kebiasaan yang tidak pernah Alan lakukan dan yang pasti dia bukanlah Alan putraku''


''Kenapa Bos bicara seperti itu?tanya Darel terkejut


''Alan yang aku kenal selalu ceria,selalu bisa mencairkan suasana berbeda dengan putraku yang sekarang''


''Jadi Bos curiga bahwa dia adalah seorang penyusup yang wajahnya mirip dengan putramu''tebak Darel tepat sasaran


Juan mengangguk ''Ya ''....


''Maka dari itu aku selalu memberikan pengawasan ketat padanya''


''Bukankah itu terlalu berlebihan Bos,bagaimana jika nyonya menyadarai kalau dia bukan putranya''


''Itulah yang aku khawatirkan Darel disisi lain aku tidak ingin menyakiti Friya istriku disisi lain aku juga tak ingin membuat putraku terluka jika dia musuh maka aku akan menyingkirkannya dengan tanganku sendiri''

__ADS_1


__ADS_2