
Shuuttt....JLEB....Ranma merentangkan kedua tangannya dengan senyum mengejek pada Aslan.
Sekarang ini giliran Aslan yang maju untuk memanah,Aslan meraih kain hitam lalu menutup matanya membuat Ranma dan anak buahnya tertawa terbahak-bahak.
''Cih gayanya sok menutup mata hanya untuk bisa memanah jelas saja itu hanya akan membuatnya bunuh diri dan kehilangan poin saja hahahahha''cibir Ranma dengan tertawa lebar
Bagi Aslan memanah dengan menutup mata adalah makanan sedari hari jadi dia tidak mau bersikap untuk menyombongkan diri.
Aslan mengambil ancang-ancang sebelum melesatkan anak panah miliknya dengan berdiri tegap Aslan menarik anak panah dari busurnya.
Bima yang melihat aksi Aslan yang exstrim gemetar takut jika saja nanti Aslan akan kalah dalam lomba kali ini pikirannya sudah mulai tak tenang ditambah selisih jauh poin dari Ranma
''Ya tuhan apa yang dilakukan Aslan jika dia tidak dapat memanah tetap sasaran bagaiamana''pikir Bima sambil mondar mandir bak setrika panas
Shuutt...Jlebb....panah Aslan membelah anak panah milik Ranma tepat sasaran membuat semua orang terpukau oleh aksinya
''WUUAAAAHHHHH......''
Semua mata langsung tertuju pada Aslan baik guru,kepala sekolah dan semua siswa langsung berdiri melihat apa yang baru saja terjadi.
(''Benar-benar keren'')
("Sungguh mengagumkan'')
(''Aku tidak percaya dia sangat piwai memanah dengan menutup mata'')
Itulah beberapa ucapan orang-orang yang melihat kehebatan Aslan dalam memanah
Ranma sendiri mematung ia sangat shock dengan apa yang diperbuat Aslan menutup kedua matanya dengan kain lalu melesatkan panah tepat sasaran dan membelah panah miliknya.
''Hahaha ini...ini pasti hanya kebetulan saja dia tidak mungkin bisa mengalahkanku''ujar Ranma yang mulai gelisah
Sekali lagi Aslan mengangkat anak panahnya lalu melesatkan panahnya dan lagi-lagi tepat sasaran membelah anak panah milik Ranma bagaimana tidak sudah 2x Aslan melesatkan anak panahnya dan selalu tepat sasaran.
Kini tinggal satu anak panah lagi Aslan memulai ancang-ancang lagi semua mata terfokus pada Aslan yang sejak tadi menarik perhatian banyak pasang mata
Shuuuuttt...jlebbb...
''Kyyyaaaaa.....'''sorak sorai bergemuruh dimana para siswa berhamburan turun kelapangan dan mengangkat tubuh Aslan lalu melemparkan keudara dan menangkapnya kembali
__ADS_1
Sedangkan Ranma yang sedari tadi begitu sombong dan angkuhnya kini ia tertunduk lemas tak berdaya karena kekalahannya dan ia pun dituntut harus menepati ucapan yang ia lontarkan.
...----------------...
Air mata mengalir dikala mata terpejam dengan keringat membasahi tubuh Friya tubuhnya bergetar hebat kala mimpi buruk menghampiri
Juan yang tidur disampingnya langsung terbangun karena suara rintihan sakit dari istri tercinta.
Juan mengoyang-goyangkan tubuh Friya mencoba menyadarkannya namun Friya tak kunjung bangun.
Alan yang mendengar kegaduhan langsung saja melompat dari ranjangnya dan keluar menuju kamar Mamanya.
''Pap apa yang terjadi pada Mama?tanya Alan dengan kedua mata berkaca-kaca
''Papa tidak tau sayang kau tunggu disini Papa akan memanggil dokter''titah Juan pada sang putra
Alan memegang tangan Friya jari jemarinya ia takutkan Alan mencoba berbicara lembut pada Friya agar Mamanya lebih tenang
''Ma tenanglah semua pasti baik-baik saja ada aku dan juga Papa yang akan menjaga Mama''ujar Alan dengan suara lembutnya
Mendengar suara sang putra tubuh Friya mulai stabil dan jauh lebih tenang
''Bagaimana kondisinya?tanya Juan yang sedari tadi khawatir
''Nyonya hanya mengalami mimpi buruk mungkin karena Nyonya terlalu banyak beban pikiran,usahakan agar dia tidak banyak melamun aku juga meresepkan vitamin agar dia tidur lebih nyenyak''jawab dokter tersebut
''Terimakasih dokter''sahut Juan
Alan mendekati Papanya dan duduk disampingnya ''Papa apa yang sebenarnya terjadi dengan Mama''tanya Alan polos
Juan menarik nafas panjang ia tidak tau harus cerita atau tidak karena selama ini Juan tidak pernah membahasnya didepan Friya maupun Alan sang putra
''Mama mempunyai gangguan kecemasan sayang''jawab Juan
''Jika begitu izinkan aku tidur untuk menemani Mama bersama Papa''pinta Alan dengan nada memohon
Juan tersenyum lalu mengangguk mengizinkan sang putra untuk tidur bersama diranjang besar
Pagi hari menjelang Friya terbangun dan mendapati disamping kanan dan kiri nya ada sang putra dan juga suaminya sedangkan Friya berada ditengah,pemandangan ini sungguh jarang terjadi biasanya mereka berdua akan selalu berebut perhatian darinya
__ADS_1
Perlahan Friya turun dari ranjang lalu memotret pose tidur Juan dan putranya
Cekrek....
''Manis sekali ''puji Friya tersenyum lalu turun menyiapkan sarapan pagi seperti biasa seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu padanya
''Arrggghhhh....Papa aku duluan ''teriak Aslan
''Tidak son papa yang lebih dulu''ujar Juan yang tak mau kalah
''Maaaa....''teriak mereka bersamaan
Mendengar teriakan Juan dan Alan membuat Friya pening seketika ''Oh ya tuhan apa yang sedang mereka perebutkan kali ini''
Friya lantas menaiki anak tangga menuju lantai dua dimana Juan dan Alan berada ''Apa lagi yang kalian perebutkan hah''tanya Friya dengan nada tinggi
Sontak saja Juan dan Alan langsung diam seketika ''Juan jelaskan padaku ?titah Friya tak mau dibantah
Juan kalang kabut menjawab pertanyaan Istrinya ''En..Itu....aku...aku ingin mengajakmu kencan berdua tapi Alan selalu merecoki acara kencan kita sayang''
Friya menghela nafas ''Lalu kau Alan ?kini giliran Friya bertanya pada sang putra
''Aku juga ingin berkencan dengan Mama dan ingin membuat Mama bahagia dan aku ingin Mama tidak bersedih lagi''jawab Alan seraya menundukan kepala
Tentu saja jawaban Alan membuat Friya terharu dann langsung memeluk putranya ''Baik jika kau ingin berkencan dengan Mama biar adil kita pergi bertiga bersama Papa bagaimana?usul Friya
''Em tentu saja Mama yang terbaik''sahut Alan senang
''Ayo cepat turun lalu sarapan jangan sampai telat datang sekolah''ujar Friya
Juan sangat bangga pada Friya lalu menarik pinggang ramping Friya kedalam pelukannya ''Terimakasih sayang aku mencintaimu''
Di perusahaan Juan bersama Darrel sang asisten tengah membahas hal sangat penting ''Bagaimana apa kau sudah menemukannya?tanya Juan pelan
Darrel menghela nafas panjang ''Aku sudah mengerahkan semuanya sesuai dengan kemampuanku dan menyebar anak buahku namun kali ini aku benar-benar gagal dalam tugasku tuan''jawab Darrel
''Hah...sudah 13 tahun lamanya sejak kejadian yang menimpa kami seolah-olah semua adlah kesalahanku''ujar Juan yang merasa gagal dalam melindungi keluarganya
''Ini semua bukan salah tuan muda semua sudah takdir dari sang penguasa takdir kita sebagai manusia hanya bisa menjalaninya''sahut Darrel agar Juan tidak menyalahkan dirinya sendiri
__ADS_1