
Setelah kepulangan Friya kerumah suasana nampak hangat Friya sudah mengingat semuanya apa yang terjadi padanya dengan insiden yang mengerikan itu.
Tak...
Satu cangkir teh hangat dengan uap yang masih mengepul mengeluarkan aroma khas teh melati yang dipetik langsung dari kebunnya
''Apa kau sudah menemukannya?tanya Friya lembut namun sangat menusuk
Glek...
Juan hampir saja tak bisa menelan air ludahnya kala sang istri bertanya seperti itu
''Apa yang kau bicarakan sayang?tanya Juan mencoba mengalihkan suasana
''Jangan membodohiku,kau tau meskipun tanpamu aku bisa saja mencarinya ''ancam Friya dengan memperlihatkan senyum manis
Tubuh Juan bergetar jika sudah menyangkut putra kesayangannya ibu manapun akan menjadi pelindung paling depan.
Gaun merah dipadukan dengan hing hels tinggi membuat Friya nampak ramping tengah berjalan menyusuri koridor penjara bawah tanah dimana Maya tengah menjadi tahanan.
Ruangan sempit nan pengap dan bau anyir membuat siapapun yang menghirupnya akan merasa mual,sisi iblis yang selama ini bersemayam dalam diri Friya mulai memperlihatkan wujud aslinya.
Bahkan sisi iblis dalam Friya tidak pernah diperlihatkan pada Juan sang suami,karna ini menyangkut kedua buah hatinya sosok tersebut membuat Friya beraksi.
Tubuh lemah nan pucat yang terikat rantai nampak menengadah perlahan ia melihat dengan ekor matanya sosok yang selama ini ia selalu ada untuk Maya, sosok yang selalu ceria kini telah berubah dratis.
''Lama tak jumpa Maya...''seruan dari Friya membuat bulu kuduk merinding
Maya tersenyum sinis mendengar suara Friya, suara yang selama ini tak pernah ia dengar sama sekali membuat Maya menciut meski begitu Maya tak takut.
''Apa kau kemari hanya ingin mentertawakanku atau ingin membunuhku?ujar Maya sinis penuh kebencian
Friya tersenyum miring lalu mensejajarkan tubuhnya sedikit jongkok ''Jika aku langsung membunuhmu kurasa itu tidak akan sepadan dengan apa yang kau lakukan padaku memisahkan ku pada putraku laku membuat diriku lupa akan segalanya.''
Friya kembali berdiri ''Akan aku beri balasan yang setimpal untukmu bahkan Juan belum pernah melakukan ''ujar Friya lagi
Friya mengeluarkan jarum suntik lalu menyuntikan pada Maya
''Apa yang kau berikan padaku?tanya Maya panik
Friya tersenyum iblis ''Penyesalan selalu datang terlambat ini adalah hukuman karena kau sudah memisahkanku dengan putraku meskipun kau mati kau tidak akan memberi tau keberadaan nya dengan begitu aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri tanpamu aku pasti menemukan nya''
''Hahahhaha meski kau memberi hukuman setimpal padaku kau tak akan pernah bertemu dengan putramu mungkin putramu sudah mati jika putramu masih hidup dia tidak akan mengakuimu sebagai ibunya ''teriak Maya
Friya tak menghiraukannya meski Maya berteriak kesakitan Friya terus melenggang pergi meninggalkan penjara bawah tanah.
...****************...
__ADS_1
Seperti kegiatan sekolah ditahun-tahun sebelumnya bahwa perlombaan E-sport Game tengah dimulai sebagai perwakilan sekolah Alan,Leo dan timnya masuk kebabak berikutnya.
Alan nampak mengotak atik komputernya dimana ia melihat ID Anggel Mouse sudah lama tidak aktif bahkan Alan sudah mencoba mengirim pesan beberapa kali namun tidak ada balasana.
''Padahal turnamen Shine Game sebentar lagi apa dia ikut dalam perlombaan yang Papa buat''ucap Alan dalam hati
Tuk...
''Apa yang kau pikirkan ?tanya Leo
''Tidak ada''sahut Alan malas
''Wajahmu tidak bisa membohongi ku Alan kita sudah tumbuh sedari kecil apa kau lupa akan hal itu''
''Yahh...kau benar,oh ya bagaimana perkembangan permainan game mu apa sudah lebih baik dari biasanya ?
''Jangan khawatir permainan ku sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya karna aku selalu berlatih''
Kreat...brug...Minako langsung saja menarik kursi dan duduk didepan Alan tanpa bertanya terlebih dahulu
''Apa aku boleh bergabung dalam tim kalian?tanya Minako
''Huh... Memang nya kau bisa main game?tanya Leo
''hehehe belum tapi Alan bisa jadi pembimbingku''ujar Minako senang
''Eh. kenapa?
''Itu merepotkan''
''Bagaiaman jika aku saja yang menjadi pembimbing mu Nona Minako''ujar Leo dengan mengerlingkan sebelah matanya
''Hais...Aku tidak mau denganmu aku hanya mau dengan Alan''tolak Minako
''Tapi Alan sudah menolakmu mau sampai kapan kau terus menempel padanya''seru Leo
Minako dan leo terus saja berdebat hingga membuat Alan meninggal kan mereka ia tak mau membuang waktu berharga nya dengan ocehan yang tidak penting.
...****************...
Suara ketikan keyboard layar komputer terus menyala hingga pagi dimana Ranma dan Aslan telah menyelesaikan tugasnya untuk pengisian formulir sudah dikirimkan oleh pihak sekolah sebagaimana perwakilan masing-masing.
''Bagaimana apa kau mengalami kesulitan dalam permainan game yang akan kita hadapi diperlombaan nanti?tanya Ranma
''Tidak juga aku hanya perlu menambahkan beberapa software kedalan komputer yang sudah kumodifikasi semuanya pasti bisa berjalan lancar''jawab Aslan
''Huh...Sukurlah jika begitu''
__ADS_1
''Lalu bagaimana denganmu?
''Oh,Bima sudah membawakan beberapa laptop desain terbaru dengan software super canggih waktu perlombaan dimulai dia akan datang keparis sebelum hari H-''
''Baguslah jika begitu,jangan sampai membuat ku malu''cibir Aslan
''Cih...sialan kau meremehkan ku, bagaimana pun aku pernah memenangkan perlombaan jangan kau pikir aku kalah dari''
''Ya...Terserah kau saja''ujar Aslan melenggang pergi
''Hei mau kemana tunggu aku...''
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dinegara lain Bima tengah bersiap beberapa barang telah ia masukan kedalam koper.
''Tuan Muda semua sudah siap''serunya
Pintu mobil terbuka dimana Bima tengah turun dari mobil perpaduan celana jins dengan kaos putih serta jaket yang menempel ditubuhnya tak lupa topi bertengger dikepalanya membuat penampilan nya sempurna,Bima sikaca mata kini telah berubah menjadi tuan muda tampan.
''Paris aku datang...''ujar Bima pelan lalu tersenyum
...----------------...
Diperusahaan Juan dan Darrel telah berdiskusi mengenai lomba game dimana beberapa perwakilan dari sekolah masuk dalam seleksi super ketat demi keamanan dan hal-hal yang tidak diinginkan.
''Bagaimana ?tanya Juan
''Seperti yang Tuan minta semua ada didalam berkas ini''jawab Darrel seraya memberikan berkas tersebut.
Juan membaca berkas yang diberikan oleh Darrel dengan seksama.
''Oh ya bagaimana dengan hasil penyelidikan mu apakah ada yang janggal ?tanya Juan
''Sejauh ini Tuan muda tidak menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan kemungkinan itu hanya perasaan orang tua yang terlalu khawatir pada anaknya''
''Hemm...Kuharap juga begitu,oh ya aku juga ingin kau perketat penjagaan dirumah utama aku tidak mau kejadian dimasa lalu terulang lagi''
''Baik Tuan,oh ya Tuan kemarin aku mendapatkan laporan jika Nyonya Friya datang kepenjara bawah tanah''
Deg...!!
''Apa yang dilakukan disana?tanya Juan cemas
''En..Itu ...''Darrel menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal lalu melanjutkan ucapannya ''Nyonya memberi sedikit pelajaran pada Maya''
__ADS_1
Juan tersenyum miring ''Hufl...Jika wanita ku sudah turun tangan entah hal yang mengerikan seperti apa yang dialami oleh Maya''...