
Hari ini cuaca begitu cerah dimana Friya tengah menikmati berjemur di taman belakang menghirup udara dipagi hari,Juan yang baru saja membuka kedua matanya nampak meraba-raba sisi ranjang dimana sang istri namun ia tak mendapati istrinya Juan bergegas bangun lalu membasuh wajahnya dengan air kemudian ia berjalan menuju balkon kamarnya melihat dibawah sana sang istri tengah menikmati aktivitas nya.
Tak lama Juan berjalan perlahan lalu melingkarkan kedua tangan dipinggang ramping sang istri
''Kenapa tidak membangunkanku hem...''ujar Juan dengan suara khas bangun tidur
Friya tersenyum lalu membalikkan tubuhnya menghadap Juan ''Aku lihat kau terlalu lelah jadi aku tidak tega membangunkanmu''jawab Friya seraya mengecup sekilas bibir Juan
Mendapat perlakuan manis dari sang istri tercinta Juan tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan sigap Juan langsung membopong tubuh Friya masuk kedalam rumah
''Mau mandi bersama''bisik Juan
Hal itu langsung saja membuat wajah Friya memerah ''Dasar mesum''....,Mereka pun akhirnya melakukan rutinitasnya sampai selesai.
...****************...
''Hufl....''Aslan menghela nafas lelah karena dua orang yang selalu saja menempel meskipun Aslan sudah bersikap dingin namun tak menyurutkan kegigihan dua orang ini membuat Aslan mau tak mau harus terbiasa dengan keberadaan mereka
''Sampai kapan kalian terus menempel seperti parasit?tanya Aslan dengan menahan amarahnya
''Sampai kau mau berteman dengan kami''jawab Leo dan Minako kompak
Aslan mengusap wajahnya lalu memikirkan bagaimana caranya agar bisa lepas dari dua parasit ini.
"Alan sampai kapan kau akan menyiksaku seperti ini "batin Aslan dongkol
Sedangkan Ranma dan Alan masih berada didalam pesawat
''Hatchi...Hatchi...Hatchi...Huh... seperti ada seseorang yang membicarakanku''
''Apa kau terkena flu?
''Tidak, seperti nya ada yang membicarakanku dibelakang ku''jawab Alan tersenyum
Melihat senyuman Alan membuat Ranma bergidik ''Entahlah seperti nya aku berada didalam bahaya yang mengerikan"
Aslan berkamuflase dimana tidak ada yang menyadari jika dirinya tidak ada didalam kamar meskipun Juan sudah memasang alat cctv namun Aslan bisa keluar dari rumah tanpa ada yang menyadari pergerakannya.
Setibanya dibandara Alan dan Ranma sudah menunggu kedatangan Aslan,Sebuah mobil mewah berwarna hitam datang menghampiri mereka berdua membuat Ranma berdecak kagum.
Ranma menoleh kekanan kiri namun tidak ada orang lain lagi selain mereka berdua
''Oi...Mau sampai kapan kau berdiri disitu''ujar Alan yang sudah duduk manis didalam mobil
''Hah..k-kau ...''ujar Ranma terbata ia pun langsung bergegas masuk kedalam mobil. Lalu mobil tersebut membawa mereka
melenggang pergi membelah jalanan kota paris
Tak lama kemudian Alan dan Ranma sudah sampai divilla dimana Aslan sudah menunggu kedatangan mereka berdua, sebenarnya Aslan sendiri yang ingin menjemput mereka namun ia urungkan.
__ADS_1
Bel berbunyi,lalu sebuah pintu terbuka dari dalam muncullah sosok Aslan Ranma yang melihat Aslan didepannya lalu menoleh kebelakang ada Aslan membuatnya shock hingga pingsan
''Kenapa ada dua orang Aslan satu didepanku satu lagi dibelakang ku,apakah aku sedang berhalusinasi ''ujar Ranma dan langsung jatuh pingsan
Brugh....
Aslan dan Alan kompak menepuk jidatnya,mereka berdua mengangkat tubuh Ranma lalu menaruhnya diatas ranjang dan membiarkannya pingsan sementara' Aslan dan Alan menyusun rencananya.
Diruang tamu Aslan dan Alan duduk saling berhadapan 'Bagaimana kau bisa berfikir jika kita adalah kembar?tanya Aslan
''Karna aku sering melihat Mama mengingau,memanggil putranya meskipun aku sudah ada disampingnya''
''Apa kau yakin jika kita adalah saudara kembar?
''100% Aku yakin jika kau terluka maka aku bisa merasakan begitu juga sebaliknya ''tegas Alan
Alan lalu mempraktekkan dengan melukai tangannya dengan pisau disitulah Aslan mendapatkan luka yang sama meski bukan tangannya yang terluka.
''Bagaimana apa kau percaya sekarang ?
''Ya,ini benar-benar sulit dipercaya.Dengan melihatnya sendiri aku yakin bahwa kita benar-benar saudara''
Mereka pun akhirnya berpelukan menyalurkan rasa sayang terhadap kakak beradik yang terpisah selama belasan tahun.
Mereka juga bercerita bagaimana kondisi Papa dan Mamanya hingga larut malam.
Keesokan paginya Ranma mengeliatkan tubuhnya kepalanya terasa agak pusing lalu melihat sekeliling nampak sepi,ia pun beranjak dari ranjang dengan langkah gontai mencuci wajahnya
''Selamat pagi kawan''ujar Aslan dan Alan
''Ya pagi...''sahut Ranma yang belum menyadari kedua orang yang kini tengah menatapnya.
Perlahan Ranma mengangkat kepalanya melihat dua orang mahluk yang kini tengah melihatnya.
Dengan wajah bingung Ranma melihat kekanan dan kekiri lalu menyadari jika ada dua orang dengan wajah yang hampir sama
''Arrgghhh.....''teriak Ranma. ''Hantu...Arrghh...''teriaknya lagi lalu pingsan
''Dasar bodoh...''ujar Aslan
''Sepertinya dia masih shock dengan kehadiran kita kak''ucap Alan tersenyum
...****************...
Sarapan pagi hanya ada Juan dan Friya mereka menikmati momen dimana Friya yang terus memperhatikan suaminya ditambah tidak adanya kehadiran sang putra membuat Juan lebih leluasa menopoli Sang Istri.
''Sayang apa putramu memberi sudah memberi kabar ?tanya Friya
''Belum,jangan terlalu cemas lagi pula dia sudah besar buat apa mencemaskannya''jawab Juan
__ADS_1
''Ya,aku tau tapi bagaimana pun dia masih kecil dimataku''
''Jika kau mau kita bisa menyusulnya''
''Benarkah...''ucap Friya senang ''Tapi apa kita tidak menganggu acara eskulnya''ucao Friya lagi
Juan menggelengkan kepala lalu meraih tangan Friya dan menggecupnya ''Dari pada kau mencemaskannya lebih baik kita lihat langsung tidak akan ada yang menganggunya dalam kegiatan eskulnya''
''Emuach...terbaik, terimakasih sayang aku mencintaimu ''
''Aku juga mencintaimu ''
Diperjalanan Juan dan Friya nampak bahagia mengingat jika mereka akan menemui sang putra
''Sayang menepi sebentar aku ingin membeli sesuatu untuk putra kita ''
''Apa perlu aku temani?
''Tidak perlu,aku hanya sebentar saja okey''
Friya turun dari mobil ia masuk kedalam minimarket untuk membeli makanan ringan kesukaan Alan,saat asik memilih makanan Friya melihat dua bayi kembar yang tengah asik bercengkrama dengan ibunya.
Tiba-tiba Friya mendadak pusing teramat sangat seluruh tubuhnya bergetar ingatan masalalunya mulai bermunculan membuat nafasnya sesak
Brugh....
Friya jatuh terperosot dilantai membuat beberapa orang yang ada didalam minimarket panik,Juan yang sudah lama menunggu sang Istri tak kunjung kembali mulai cemas melihat kerumunan didalam minimarket.
Juan langsung saja keluar dari mobilnya dan berlari masuk kedalam minimarket lalu mendapati istrinya yang sudah pingsan.
''Sayang bangunlah apa yang terjadi padamu''ujar Juan menepuk pelan wajah sang istri
Juan yang panik langsung membopong tubuh sang istri dan membawanya kerumah sakit.
''Hallo Darel alihkan semua lalulintas agar aku bisa membawa Friya kerumah sakit dan suruh Felix bersiap didepan''titah Juan
''Baik...''
Suara dencit mobil melaju begitu kencang. Juan tidak pernah sepanik ini jika bukan karena wanita kesayangan nya dan orang -orang yang ia sayangi
Tak lama kemudian Juan sampai dirumah sakit dengan tergesa-gesa Juan membuka pintu lalu meraih tubuh sang istri.
Beberapa dokter dan perawat sudah bersiap setelah mendapat instruksi dari Darel.
Juan meletakkan Friya perlahan diranjang pesakitan.
''Tenanglah istrimu pasti baik-baik saja''ujar Felix menenangkan
Kini Juan dan Darel menunggu diruang tunggu
__ADS_1
''Apakah perlu memberi kabar pada Tuan Muda Bos?tanya Darel
''Kita tunggu bagaimana keadaan istriku baru mengabari Alan''putus Juan