Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria

Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria
Rencana Licik


__ADS_3

Kicauan burung terdengar dipagi hari suasana divilla dimana Aslan dan kedua sahabatnya masih tertidur lelap.


Alan yang muncul secara kebetulan membuat Bima shock sampai pingsan


Kini mereka berempat tengah berkumpul diruang tamu dimana Bima yang sedang mengintrogasi ketiganya.


''Aslan kau sungguh keterlaluan mengapa kau tidak bilang jika kau punya saudara kembar''


''Dan kau Ranma kau juga sama saja,apa kalian ingin aku cepat mati hah...''


''Maaf aku lupa''sahut Ranma santai


''Sudah lebih baik sarapan dulu kalian semua pasti laparkan ''lerai Alan tersenyum


Mereka pun akhirnya sarapan bersama sambil ngobrol bersama.


......................


''Kenapa mobil yang kita awasi hanya berputar ditempat itu saja dan kembali kerumah ''


''Sepertinya anak dari keluarga Elder Hans tidak menarik sama sekali,bisa dibilang anak manja yang hanya bisa menghamburkan uang orang tua nya''


''Bagaimana kita akan melapor pada Bos?...


''Bilang saja seperti apa yang kita lihat dalam pantauan beberapa hari ini''


''Ya itu bagus,ayo kita pergi''....


...****************...


Juan tengah memeriksa beberapa dokumen yang telah dipilih oleh Friya dimana kini sang istri ikut andil diperusahaan miliknya.


Selain itu Juan juga mengembangkan komputer yang selama ini ia simpan tanpa sepengetahuan sang istri.


Juan berjalan pelan mendekati sang istri,lalu merengkuh Friya dan mengecup kepalanya


Friya mengulas senyum.


''Sudah malam jangan terlalu memaksakan diri''ujar Juan lembut


''Hemm ...Aku tau''jawab Friya tersenyum


Mereka akhirnya tidur dengan posisi saling berpelukan menyelami alam mimpi bersama.


Keesokannya Juan dan Friya berangkat ke kantor sedangkan Alan berangkat sekolah tanpa sepengetahuan mereka sedang di ikuti oleh beberapa mobil asing.


Saat menuju kantor Friya dan Juan nampak biasa saja tanpa berfikir akan bahaya mengintai mereka.


Disaat pemberhentian lampu merah tiba-tiba saja ada suara tembakan membuat semua pengguna jalan raya panik hingga berhamburan kesana kemari mencari perlindungan


Door...


Door...


Door ..


''Awas menunduk...''teriaknya


''Lari....Lari..,Cepat berlindung''....

__ADS_1


Suara teriakan histeris karna takut menjadi sasaran tembakan.


Juan dan Friya yang mendenggar suara tembakan itu pun langsung menggeluarkan senjata yang telah disiapkan di dalam mobil untuk berjaga-jaga jika terjadi kekacauan


Darrel dengan cekatan langsung memberikan pistolnya pada Juan dan Friya


''Tuan,,nyonya hati-hati seperti nya yang mereka incar adalah kalian berdua''ujar Darrel mengingatkan


Juan dan Friya mengangguk paham apa yang diucapkan Darrel sang asisten.


''Sayang kau ambil alih kemudinya aku dan Darel yang akan mengurus mereka ''titah Juan


''Okey...''


Suara dencit mobil terdengar begitu keras melaju kencang,tembakan demi tembakan berbunyi tanpa henti dan balasan Juan tak kalah dengan mereka


Demi menghindari banyaknya korban Friya melajukan mobilnya kejalanan sepi.


Setelah sampai dijalan buntu Friya menghentikan mobilnya.


Suara mesin mobil masih menderu kencang dimana di depan mobil mereka ada musuh yang siap menembak


Friya,Juan dan Darrel mengisis peluru yang habis kedua mobil masing-masing masih menderu.


''Juan,Darrel kencangkan sabuk pengaman kalian''titah Friya


''Sayang apa yang akan kau lakukan?tanya Juan


''Sudah jangan banyak tanya ikuti saja perintah ku''jawab Friya


Juan tak berani membantah lagi ia menuruti apa yang istrinya perintah kan.


Dalam hitungan ketiga Friya menginjak gas dengan kecepatan penuh Juan dan Darrel langsung mengexsekusi penembakan pada mobil musuh


Mobil Friya berhenti sebentar lalu pergi meninggalkan mobil yang terbakar tersebut.


Alan sudah sampai disekolah dimana Leo sudah menunggu begitu pula dengan Minako yang kini tampil lebih cantik dari biasanya


''Kenapa datang terlambat?tanya Leo


''Iya padahal aku sudah menunggu sedari tadi''timpal Minako


Alan hanya tersenyum,senyuman ini jarang sekali Minako melihatnya biasanya Alan nampak seperti beruang kutub yang sedikit menampilkan senyuman diwajahnya


''Leo tolong cubit aku''...ucap Minako


''Kenapa?


''Sudah jangan banyak tanya cubit saja aku''desak Minako


Leo langsung saja mencubit pipi Minako hingga memerah


''awwhhh...Sakit....'''jerit Minako


''Ya memang sakit kan kau yang suruh aku untuk mencubitmu''...


Minako mengosok-gosok pipinya yang yerasa panas


''Sepertinya Alan tengah kerasukan''...celetuk Minako

__ADS_1


''Ini pertama kali aku melihat senyuman yang begitu manis''puji Minako


''Ya begitulah Alan jika dia sedang bahagia dia akan menunjukan senyum diwajahnya''ujar Leo


''Benarkah,memang ada yang membuat dia bahagian?tanya Minako Penasaran


''Ya tentu saja mana mungkin aku berbohong padamu,yang bisa mmembuat Alan tersenyum adalah keluarga nya''jawab Leo


''Ayo cepat masuk kelas nanti ketinggalan pelajaran ''ujar Alan


''Oke...''


......................


''Sial bagaimana kalian bekerja aku sudah membayar kalian mahal tapi apa yang kalian berikan padaku tidak ada ada hasilnya,yang aku inginkan mereka hancur sehancur hancurnya agar aku bisa mengakuisisi perusahaan mereka''ujarnya marah


Urat otot tangan dan pelipisnya terlihat kala amarah sudah memuncak diubun-ubun kepala.


''Tuan jangan khawatir aku masih punya rencana B,jika orang-orang ku gagal maka yang kedua tidak akan gagal lagi karena saat ini mereka tengah mengawasi putra tunggal kesayangan nya Friya dan Juan''...


''Apa kau yakin akan hal itu.Rencana pertama sudah hancur sekarang tergantung rencana berukutnya jika sampai gagal lagi aku tidak akan membayar kalian lagi''ancamnya


''Tuan tenang saja semuanya pasti lancar''


...----------------...


Aslan sedang mencoba komputer yang sudah ia modifikasi dengan menggabungkan ponsel miliknya karena Alan memaksa untuk mengunakan ponsel.


Ponsel ini hanya berisi nomor Papa,Mama,Alan dan kedua sahabatnya selain itu tidak ada lagi nomor lain.


Aslan memasang chip kecil kedalam ponsel pintar miliknya dan langsung terhubung kedalam komputer disini Aslan bisa melihat beberapa titik dimana Aslan dapat melihat keluarganya.


Jika sesuatu terjadi pada mereka maka akan ada sinyal tanda bahaya dan saat ini sinyal itu terjadi pada Alan.


Aslan pun langsung bergegas pergi menyambar kunci motornya, bagaimana pun ia tidak mau sesuatu terjadi pada sodara kembarnya.


Suara mesin motor terdengar menyatu dengan jalanan dan berbaur lalu lalang kendaraan lainnya


Jam sudah menunjukan waktu tepat pulang sekolah dimana para siswa siswi sudah berhamburan keluar dari gedung sekolah.


Ponsel Alan terus bergetar didalam ranselnya karna ia tidak mendengarnya.


''Alan ayo pulang ''ujar Leo menghampiri


''Aku masih ada urusan disekolah kalian kau pulang saja dulu ''sahut Alan


''Boleh aku ikut menemanimu?seru Minako


''Tidak perlu kau juga sebaiknya pulang saja''jawab Alan


Hufl....


Leo dan Minako hanya bisa pasrah karena penolakan Alan dan membiarkan Alan dikelas


Detak jantung Alan tiba-tiba berdenyut ia merasa sangat kesakitan hingga membuat dirinya tersungkur dilantai.


Brugh..,


Aksh....

__ADS_1


Alan dengan tubuh gemetar sekuat tenaga bangkit untuk berdiri


''Ap-apa yang terjadi dengan Aslan kenapa dadaku terasa sakit sekali ''rintih Alan menahan sakit


__ADS_2