Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria

Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria
Konflik Keluarga


__ADS_3

Hujan deras mengguyur dimalam hari suara petir mengglegar Alan nampak berjalan ditengah hujan deras itu pikiran nya berkecamuk antara marah,benci menjadi satu setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Maru.


Ia sampai dirumah dengan tubuh basah kuyup dan juga tubuhnya sedikit bergetar,Friya yang melihat Alan langsung menghampiri nya


''Alan,apa yang terjadi denganmu kenapa bisa basah begini''tegur Friya didepan Alan


Alan hanya diam tak menjawab teguran Mamanya ia berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya


Friya yang cemas langsung membuat kan teh hangat untuk Alan, sesampainya didepan kamar Alan,Friya nampak mengetuk pintu kamar sang putra namun tidak ada sahutan sama sekali.


Friya kembali turun entah apa yang terjadi pada sang putra hingga menjadi aneh tidak seperti biasanya


Tak lama Juan pulang dari kantornya mendengar suara mobil Juan,Friya langsung saja keluar menunggu Juan didepan teras.


Juan keluar dari mobil lalu menghampiri Friya seraya mengecup kening ''Sayang ada apa?tanya Juan


''Apa terjadi sesuatu pada putra kita?tanya Friya


''Memang ada apa dengan Alan?bukannya menjawab Juan malah balik bertanya pada Friya


''Ishhh...Kau ini,sejak tadi putra kita tidak turun dari kamarnya aku sudah mencoba mengetuk pintu kamarnya tapi dia tidak mau membuka pintunya aku tidak tau apa yang terjadi maka dari itu aku bertanya padamu''jelas Friya


''Hemm mungkin dia ada maslah dengan temannya disekolah beri dia waktu jangan memaksanya untuk jujur''nasehat Juan pada Friya


Makan malam pun berlalu Alan masih enggan turun dari kamar nya mmebuat Friya semakin cemas


''Bagaimana ini kenapa Alan juga tidak mau turun atau jangan-jangan dia kenapa-kenapa ''ujar Friya


''Baiklah jika begitu aku ambilkan kunci cadangan kamar Alan''jawab Juan


Kedua langkah kaki itu beriringan menuju kamar Alan dimana Juan membuka pintu kamar sang putra


Setelah pintu terbuka kamar tersebut nampak gelap Friya dengan cepat menyalakan saklar lampu lalu melihat Alan sudah terbaring dilantai


''Ya Tuhan Alan''....teriak Friya


''Alan...''teriak Juan


Friya dan Juan panik mereka langsung mengangkat tubuh Alan keatas ranjang sedangkan Friya segera menghubungi dokter Felix.


......................


''Hulf.....Hari ini begitu cerah semoga hari-hari ku bahagia walaupun tanpa kehadiran paman Li,Ya Tuhan semoga engkau menempatkan paman Li dengan baik''


Ayara tengah sibuk membersihkan rumah kecilnya ia tak sengaja menemukan koper usang penuh debu karena penasaran ia menepuk-nepuk lalu meniup debu hingga membuat nya terbatuk-batuk


''Uhuk....Uhuk....Ahhh debunya kenapa begitu banyak sekali''gunam Yara,setelah bersih batulah Yara meletakkan dimeja disini Ayara semakin bingung dengan koper tersebut

__ADS_1


''Aneh bagaimana aku membukanya jika kopernya seperti ini, sebenarnya apa isinya kenapa aku harus memasukan sandi pada koper ini sedang kan Paman Li selama ini tidak pernah cerita tentang koper ini''gunamnya sendiri


Sudah hampir dua jam Ayara mengutak atik koper tersebut namun hasilnya nihil


''Ohh ya Tuhan kenapa kua susah sekali sibuka apa aku harus membakarmu menjadi abu''pikir Yara lagi


Namun disaat ia sudah putus asa karena tidak bisa membuka koper tersebut Ayara menggangkat koper lalu mengintipnya sontak saja koper tersebut langsung terbuka


''KLIK....Astaga...kopernya terbuka''ujar Ayara dengn mulut menganga


...****************...


Aslan tiba di apartemen di mana kedua sahabatnya mengerjakan sisa tugas sekolah karena besok Bima akan kembali pulang


''Aslan dari mana saja kau?tanya Bima


''Cari udara segar''jawab Aslan sekenanya


''Oh ya besok aku akan pulang acara lomba E-sport Game sudah usai apa kalian juga akan kembali?tanya Bima pada Aslan dan Ranma


''Emm ''sahut Aslan


''Aku akan ikut Aslan''putus Ranma


''Ei...mana bisa begitu apa kau tidak merindukan keluarga mu?tanya Bima pada Ranma


''Sialan..''ujar Bima menggelengkan kepala


...----------------...


Sudah beberapa hari Alan nampak murung tidak masuk sekolah Leo juga ada mengunjunginya namun Alan tetap tidak mau menemuinya.


Leo juga ada cerita jika kemarin ia,Alan dan Minako dibawa oleh orang tak dikenal kepada Friya dan Juan sontak saja membuat Juan daan Friya terkejut.


Friya mengetuk pintu kamar Alan karna tidak dikunci maka Friya masuk kedalam kamar.


Kamar bercat putih abu-abu dengan aksen minimalis tersebut nampak dingin karna suhu ac,perlahan Friya duduk diranjang sang putra


''Alan apa ada yang ingin kau tanyakan pada Mama,jika ada yang menganjal dihatimu katakan pada Mama ceritakan saja Mama akan menjadi pendengar yang baik''ujar Friya


Perlahan Alan beringsut bagun dari tempat tidur lalu duduk bersandar di dasbor ranjang


''Mah...Apa artinya aku bagi Mama dan Papa?


Deg..!


''Kenapa kau bertanya begitu sayang tentu saja kau adalah harta Mama dan Papa yang paling berharga jika terjadi sesuatu padamu maka Mama dan Papa akan menjadi pelindung mu meski nyawa kami taruhannya''jawab Friya

__ADS_1


''Lalu bagaimana dengan kembaranku apa dia bagi Mama dan Papa?


Friya mengambil nafas lalu berkata ''Kalian adalah putra Mama dan Papa kalian lahir dari rahim yang sama meski terlahir beberapa menit setelah Abangmu kalian adalah kebahagiaan Mama dan Papa sayang ''


Alan langsung memeluk Friya dengan erat sambil meneteskan air mata ''Maaf... Maafkan aku Mah''


Alan lalu menamcapkan jarum suntik di pundak Friya


''Al-Lan apa yang kau lakukan pada Mama?tanya Friya sebelum kesadarannya hilang


''Maaf kan aku Ma ''ujar Alan lalu mengusap air matanya


Alan membawa Friya pergi tanpa sepengetahuan Juan.


📩 Temui aku ditempat biasa" Alan


📩 Ya...


Aslan keluar dengan membawa motornya menemui sang adik dalam waktu 30 menit Aslan sampai ditempat tujuannya.


Pintu terbuka namun tidak ada satu orang pun pengunjung yang datang disana hanya ada Alan seorang


Aslan menarik kursi lalu duduk dengan tenang


''Apa yang kau inginkan?tanya Aslan tanpa basa basi


Alan tersenyum mengejek kembarannya seraya berkata ''Nyawamu...''


Awalnya Aslan yang biasa saja langsung merubah expresinya seperkian detik tanpa disadari oleh Alan


''Ambil saja jika kau mampu''jawab Aslan santai


Alan terus saja memperhatikan setiap expresi diwajah Aslan tidak ada tanda-tanda rasa takut,panik atau lainnya Aslan cenderung tenang menghadapi Aslan.


''Apa kau semudah itu memberikan nyawamu pada ku tanpa kau tanya apa alasanku menginginkan nyawamu?


''Tidak perlu,karna aku percaya kau adalah adikku''jawab Aslan tegas


Deg...!!


Pernyataan Aslan sungguh berbanding terbalik dengan apa yang diucapkan Maru tempo hari sungguh mmebuat hati Alan berkecamuk seperti tertusuk jarum yang sangat banyak


''Lalu apa kau bisa jelaskan foto-foto ini padaku jika kau benar-benar saudara kembarku''ujar Alan memeberikan beberapa foto yang Maru berikan kepada Alan


''Ini...Apa kau bertemu dengan Maru katakan padaku''tanya Aslan dengan meraih kerah leher Alan dengan kedua tangannya


Senyum miring terbit diwajah Alan lalu melepaskan kedua tangan Aslan dengan kasar ''Siapa yang memeberikan foto-foto ini kau tidak perlu tau Bang''

__ADS_1


__ADS_2