
Perkelahian antar dua bersaudara kian menjadi dibawah guyuran air hujan mereka melampiaskan kemarahan mereka, masing-masing satu dari mereka tidak ada yang mengalah hingga mereka kelelahan
Kedua wajah mereka sudah babak belur mereka sama-sama tergeletak dijalan ditenggah guyuran air hujan
Tiba-tiba suara tawa terdengar dari keduanya entah apa yang mereka lakukan sangatlah konyol.
Friya terbangun dari tidurnya melihat sekeliling nampak asing dipenglihatannya maka Friya langsung turun dari atas ranjang ia mencoba membuka pintu namun terkunci
''Terkunci...Ishhh sial''gunam Friya ia merutuki apa yang telah diperbuat oleh sang putra yang tiba-tiba berubah dratis
Sedangkan Juan kini tenggah mencari-cari keberadaan Friya melihat dari cctv rumahnya terlihat jelas Alan yang membawanya bukan orang lain, yang dipikirkan Juan apa yang dilakukan putra sungguh diluar nalar ia tidak mungkin menyelakai Mamanya sendiri.
''Tuan...''sapa Darrel
''Apa yang kau dapatkan?
''Beberapa kemungkinan tuan muda membawa nyonya disini sesuai hasil rekam jejak yang kami temukan sejak saat itu tidak ada pergerakan lagi ''
''Hemmm lakukan pergerakan jangan sampai ada yang curiga''
''Baik..''
Beberapa orang Juan langsung bergerak bersama Darrel yang mempimpin disinilah Juan memakai komputer canggih miliknya yang hanya dapat diakses dengan korneo mata Juan
Tangannya bergerak lincah mengatur algoritma dimana hanya Juan yang mengerti ia mengakses orang-orang yang di curigai selama ini termasuk suku Scronpion tak luput dari pengawasan Juan
Satu persatu terpecahkan dimana simbol kalung dan juga gambar peta menjadi tujuan Juan untuk memecahkan misteri yang selama ini diincar oleh Suku Scronpion
...----------------...
Tubuh bergetar setelah membaca tumpukan kertas yang ada dikoper yang ia temukan dikamar paman Li sebuah fakta terungkap siapa sebenarnya Ayara
Lalu selembar foto Ayara kecil yang digendong oleh ibu dan Ayah kandung nya lalu disampingnya ada dua orang lagi yang ikut berfoto yaitu orang tua yang selama ini dianggap orang tua kandung yang sudah tiada mereka nampak bahagia didalam foto tersebut.
''Ak-Aku keturunan seorang Yakusa''....
Salah satu tangan Ayara menutup mulutnya menahan isak tangis beberapa surat yang ia baca membuat nya menangis
Selama 18 tahun ia dibesarkan oleh orang lain dan tidak pernah bertemu kedua orang tuanya lagi.
Didalam koper selain surat-surat penting ada juga beberapa barang penting lainnya salah satu nya adalah ponsel jika Ayara membutuhkan disaat kesulitan maka hanya menekan tombol satu maka akan ada orang yang datang menolongnya.
Seolah takdir mempermainkannya ia menaruh kembali barang tersebut kedalam koper dan menyimpannya kembali.
Ayara pergi ketepi laut ia meluapkan kekesalannya dengan berteriak sekencang-kencangnya
__ADS_1
''Ayaahhh.....Ibu....kenapa kau mempermaikanku apa salahku pada kalian aku tidak meminta mu untuk melahirkan ku didunia ini kenapa kau begitu kejam padaku kenapa kalian tega pada putrimu sendiri Aarrghhhhhh......''
Setelah puas berteriak-teriak Yara bersimpuh menangis saat ia akan kembali Ayara melihat sepasang kaki dibalik batu besar.
Ia berjalan perlahan karna takut akan hal buruk terjadi maka ia membawa kayu sebagai pelindung
''Apa dia mati''pikir Yara ia perlahan menyentuhnya dengan menggunakan kayu yang ia pegang
Lalu mengulurkan tangannya kehidung ''Ahh masih hidup ternyata aku kira mati''
Dengan tubuh mungil nya Yara berusaha sekuat tenaga memapah pria tersebut.
Alan kembali ketempat dimana sang ibu berada dengan wajah penuh luka memar biru disana sini
''Alan...''pekik Friya seraya menampar putranya
Plakk....!!
'' Kau apa yang kau lakukan pada Mama hah...Setan apa yang merasuki dirimu hingga berani berbuat hal seperti ini,apa kurang kasih sayang yang Mama dan Papa berikan padamu hingga kau berani mengancam Papamu''
Sudut bibir Alan berdarah ia hanya tersenyum miring lalu mengusap darah disudut bibirnya
Alan menatap wajah sang ibu dengan pandangan sendu ''Apa Mama akan percaya jika aku mengatakan yang sebenarnya jika Papa punya wanita lain selain Mama dan punya anak dari wanita lain''
Plakkk...!!
Alan mengusap pipi nya yang terasa kebas dengan tertawa ia berkata '' Kembaranku sudah mati Ma itu adalah faktanya semua bukti ada di sini begitu juga bukti jika Papa selingkuh dengan wanita lain dan punya anak laki-laki yang seumuran dengan ku''
Bak disambar petir tubuh Friya gemetar mengambil beberapa lembar foto-foto suaminya di dalam foto itu Juan tampak bahagia namun tidak terlihat jelas siapa wanita yang bersamanya.
...----------------...
Darrel sudah sampai ditemukan Friya saat Darrel akan membuka pintu malah pintu tersebut sudah terbuka dari dalam
''Nyonya...''sapa Darrel
Friya tidak menjawab tatapan matanya begitu dingin dan tajam membuat Darrel tidak berani angkat bicara.
Sesampainya dirumah Friya keluar dari mobil ia langsung masuk kedalam rumah begitu melihat Juan sang suami Friya langsung saja menamparnya
Plaakk....
Juan begitu terkejut karena kedatangan Friya malah mendapat tamparan
''Ada apa kenapa menamparku?tanya Juan bingung
__ADS_1
Friya mengeluarkan semua foto-foto yang diberikan oleh Alan kepada Juan lalu Friya pergi meninggalkan Juan yang masih shock
Juan masih terpaku lalu memungut foto-foto yang berceceran dilantai,kedua alisnya berkerut kala melihat fotonya bersama seorang wanita yang menggendong seorang bayi
Sejak itu rumah Juan nampak suram akibat kesalahpahaman Alan tak pernah pulang kerumah lagi Friya bahkan tidak pernah keluar dari kamarnya Juan sibuk menenggelamkan diri dalam pekerjaan
Ditempat lain suara tawa menggema sebuah club malam terbesar dikota itu Maru sedang menikmati kemenagannya dengan suara musik Dj yang memekakan telinga serta kelap kelip lampu temaran
''Mari kita rayakan keberhasilan kita crissss....''
''Hahahaha....''
''Ayo bersenang-senang lah malam ini adalah milik kita hahahah''
Maru duduk disofa empuk dengan di kelilingi para gadis muda nan sexy dengan dandanan pakaian kurang bahan yang menonjolkan belahan dada lebar
Sedangkan Jack hanya minum bir saja ia tak mau terlalu dekat dengan wanita.
.......Flashback....
Saat Maru pergi kesebuah Mall ia tak sengaja bertemu Alan dan ibunya ia mengira itu adalah Aslan dengan mengikuti dan mencari tau asal usul Alan yang sebenarnya
Tanpa waktu yang lama Maru mendapatkan semua informasi yang diinginkan nya lalu membuat skenario untuk memecah belah keluarga tersebut.
Ia akan terus menekan Aslan agar kembali lagi kedunia suku Scronpion dan menjadikan Aslan sebagai budaknya
Sungguh keluarga yang tragis berpisah sejak kecil dan hancur sebelum berkumpul membuat Maru melayang.
....Flash back of....
...----------------...
Sudah dua hari sejak Yara menemukan pria tersebut ia dengan telaten merawat nya
Kedua kelopak mata itu bergerak lalu terbuka seluruh tubuhnya penuh dengan perban
Yara yang tertidur disampingnya merasa ada pergerakan tangan membuat Yara terbangun
''Shukurlah kau sudah sadar...''ujar Yara tersenyum
''Tunggu sebentar aku ambilkan minum'' Ayara membantu nya duduk bersandar lalu memberi segelas air
''Apa yang terjadi denganku?ujarnya lirih
''Aku-Aku tidak tau apa yang terjadi''...jawab Yara sesekali membetulkan kacamata nya lalu berkata lagi ''Aku hanya menolongmu saja,dan aku menemukanmu ditepi pantai lalu membawamu kemari hanya itu saja tidak lebih''
__ADS_1
Saat ini Ayara begitu gugup antara takut dan waspada karena ia tidak tau siapa orang yang didepannya lawan atau kawan