
Hari ini adalah hari libur jadi Aslan menghabiskan waktunya ditempat tidur waktu sudah menunjukan pukul 10 pagi ia pun bergegas untuk pergi ke studio Game dimana Aslan menyalurkan hobi bermain Game dan salah satu gramers terbaik profesional hobinya bermain game sudah sejak lama ia geluti selain kerja sampingan membantu paman dan bibi Fida di kedai.
Aslan sudah sampai di studio game favoritnya seperti biasa pemilik studio yang sudah hafal dengan Aslan tampak ramah menyapanya.
''Hay brow,bagaimana kabarmu beberapa hari ini kau tak datang banyak lawan yang mencarimu''ujarnya tertawa
Aslan hanya tersenyum melihat bos sekaligus sahabat baiknya 'Kabarku baik,belakangan ini aku sibuk''
''Ya..ya aku tau,baiklah kau main seperti biarkan,nikmatilah waktumu''ujarnya seraya melakukan tos
Aslan hanya menggeleng kepala melihat kelakuan sahabatnya.
Aslan menarik kursi lalu duduk menghadap layar komputer sebelum memasukan ID nya
Bos pemilik studio memberi aba-aba'' Para hadirin peserta game yang hadir kali ini aku akan memberikan penjelasan jika kalian bisa menjadi pemenang dalam memecahkan game yang paling populer saat ini Game ini baru beberapa hari ini dirilis oleh perusahaan besar jika salah satu dari kalian berhasil menyelesaikan Game ini maka kalian akan diundang langsung oleh perusahaan tersebut dan direkrut bekerja sama dengan perusahaan Game ini bagaimana apa kalian tertarik?''ujarnya
Salah satu pemain game tersebut bertanya''Berapa besar hadiah yang akan kami peroleh?
''100 juta dolar''jawabnya
''Wooaaahhhh''seru mereka bergemuruh didalam studio tersebut
Berbeda dengan Aslan ia hanya diam mendengarkan dan tak banyak bicara,tangannya dengan lincah memasukan ID paswoard kedalam layar komputer.
Klik...username dengan nama ANGGEL MOUSE adalah identitasnya di dunia game yang menjadi tranding dunia dan ditakuti akan kemunculannya.
Beberapa pemain Game sudah berguguran dan tidak dapat menyelesaikan permainan dalam waktu yang sudah ditentukan,baru dapat level 4 sudah tumbang.
Total level ada 10 tingkat paling tertinggi dan setiap permainan mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda inilah yang membuat para pemain game semakin tertantang dan juga demi hadiah 100jt yang sudah dijanjikan pihak penyelenggara.
''Ahhh sial aku kalah ''ujar pemain game yang ada disebelah Aslan
''Hei apa kau tidak ikut memainkan game ini lumayan hadiahnya juga besar''ujar nya pada Aslan
Aslan hanya diam tak menjawab
''Cih...sombong sekali''ujarnya lalu pergi.
Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam Aslan harus kembali kerumah hari ini ia tidak ikut membantu di kedai bibi Fida karena jika tanggal merah bibi Fida memberikan hari libur pada Aslan mengingat Aslan masih sekolah.
Diperjalanan Aslan tidak sengaja melihat segrombolan preman memukuli seseorang,awalnya Aslan tidak mau ikut campur dan mengabaikannya tapi hati kecilnya mengalahkan logikanya dengan apa yang dipikirkannya,mau tak mau Aslan turun tangan.
__ADS_1
BUGH.....
Sebuah balok kayu mendarat dipunggung salah satu preman tersebut.
''Arghhh....Brengsek beraninya kau ikut campur,kau cari mati hah! bentak preman tersebut.
''Mati! Coba saja ''tantang Aslan datar
Perkelahian pun terjadi dimana para preman tersebut mulai mengeroyok Aslan dengan senjata tajam bahkan kayu sekaligus.
Aslan mengambil ancang-ancang sebelum melancarkan aksinya,jelas saja dengan sekali gerakan Aslan dapat menumbangkan 5 preman yang maju bersamaan.
BRAKK...
BRAKK...
KRAKK...
Para preman tersebut mengerang kesakitan memegangi kaki-kaki mereka akibat pukulan telak Aslan.
Bos preman tersebut yang tak terima anak buahnya kalah langsung maju melawan Aslan namun apa daya sang bos preman langsung saja KO.
Aslan berjalan menghampiri pria yang duduk ketakutan ''Apa kau baik-baik saja?tanya Aslan
Aslan menoleh ke kanan dan kiri mencari kaca mata tersebut lalu berdiri dan mengambilnya
''Ini kacamatamu''ujar Aslan menyerahkan kacamata tersebut
''Terimakasih,Aslan...!!!''ucapnya terkejut
''Kau mengenalku?tanya Aslan bingung
''Ini aku,apakah kau lupa aku Bima''sahut Bima cepat
Aslan mematung meskipun disekolah, ia tidak pernah menghafal nama teman-temannya baginya itu tidaklah penting
Sesampainya di taman Aslan memberikan obat pereda nyeri dan obat luar untuk mengobati luka yang diderita Bima
''Ini obati lukamu''ujar Aslan yang duduk disamping Bima
''Terimakasih sudah menolongku,dan terimakasih juga sudah memberiku obat''jawab Bima
__ADS_1
Aslan mengangguk ''Ya''...
''Emm....Sebenarnya mereka orang-orang suruhan Ranma''ujar Bima,ia memutuskan bercerita pada Aslan agar Aslan lebih berhati-hati dengan Ranma apa lagi Aslan pernah menghajar Ranma dan anak buahnya.
''Lalu?...tanya Aslan
''Setelah kejadian tempo hari aku yakin Ranma tidak akan tinggal diam jadi aku harap kau tetap bertahan dan jangan membuat masalah lagi padanya''nasehat Bima
Aslan menghela nafas ''Dikamusku tidak ada kata ditindas selama aku tidak bersalah''
Bima tersenyum ''Aku pikir kau orang yang sombong ternyata kau orangnya asyik juga''
Keesokan paginya disekolah Aslan datang sedikit terlambat karena ia bangun kesiangan suasana sekolah sedikit hening tidak seperti biasanya yang ramai siswa siswi berkeliaran
Aslan tak menghiraukan hal tersebut ia terus berjalan menuju ruang kelasnya.
Sesampainya diruang kelas juga nampak kosong,Aslan menaruh tas ranselnya diatas meja lalu melihat sekeliling dan melihat diluar jendela.
Rupanya semua siswa berkumpul dihalaman belakang.
Peluit berbunyi tanda pertandingan dimulai semua anak-anak bersorak menyemangati para peserta lomba.
Aslan tidak ikut bergabung dalam lomba yang diadakan sekolahnya dan memilih diam diruang kelas saja.
Lagi-lagi Ranma dan kawan-kawan datang membuat perhitungan dengan Aslan.
PROKK...
PROKK...
PROKK...
Suara tepuk tangan dari Ranma dan kawan-kawan ''Wah selamat ya nyalimu sungguh besar dan masih bertahan sampai hari ini''
Aslan memutar bola matanya malas melihat Ranma dan anak buahnya yang membosankan.
''Meskipun kemarin aku kalah darimu tapi hari ini aku tidak akan kalah,hari ini aku menantang mu mengikuti semua lomba yang diadakan sekolah jika kau berhasil memenangkan semua perlombaan hingga akhir aku tidak akan mengganggumu lagi''ujar Ranma
''Tidak mau''tolak Aslan
Ranma tercengang dengan jawaban Aslan ''Kau...!!
__ADS_1
Aslan berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati Ranma ''Aku tidak mau karena itu hanya menguntungkan bagimu tapi tidak denganku''sahut Aslan
''Lalu apa yang kau inginkan?tanya Ranma