
Suara pesawat tengah mendarat sempurna,lalu lalang orang dimana-mana Bima dengan santai berjalan membawa barang miliknya
Dari kejauhan Bima melihat kedua sahabatnya ia pun tersenyum
''Oi Ranma,Aslan ''panggil Bima
''Huh akhirnya kau datang juga Bima''sapa Ranma tersenyum
Mereka berjabat tangan Ranma dan Aslan membantu membawa barang milik Bima dimana tas tersebut berisi laptop dan barang lainnya.
''Bagaimana kabarmu?tanya Aslan
''Kabar ku baik sejak kepergian kalian berdua sekolah nampak sangat sepi''
''Oh benarkah,bukanlah seharusnya kau senang aku tidak menganggumu lagi''seloroh Ranma
''Ya...Mungkin karna sudah terbiasa dengan sifat burukmu hahaha''
''Sialan...Hahahahha''
Mereka tertawa lepas didalam mobil dimana mereka akan menuju apartemen.
...****************...
Kaki jenjang nan mulus tenggah berjalan masuk kedalam perusahaan,banyak anak buah maupun pekerja memberi hormat pada Friya.
Ruang rapat nampak hening kala Friya masuk,Juan nampak sedikit terkejut namun ia segera merubah expresinya.
Juan berjalan menghampiri Friya ''Sayang kenapa tidak mengabariku lebih dulu jika kau akan kemari,aku bisa menjemput mu''
Friya tersenyum ''Tak apa aku hanya ingin membuat kejutan untukmu''
Friya maju kedepan lalu berkata ''Hallo semuanya maaf karna aku datang tiba-tiba ini menyangkut perusahaan SHINE GAME ada perubahan rencana yang telah aku buat setelah aku menyelidiki beberapa proyek yang tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan terutama proyek yang dipengang oleh ketua Fang''
Semua orang terkejut mereka langsung berbisik satu sama lain sehingga membuat kegaduhan dalam ruang rapat
Juan pun nampak terkejut dengan aksi sang istri yang mengatakan hal demikian meski begitu Juan tetap bangga dengan wanitanya ''Dia membuat kejutan besar aku sudah lama tidak melihat wanita ku seperti ini sungguh menarik ''
''Nyonya bagaimana mungkin proyek yang telah kami ajukan kurang begitu anda minati padahal Tuan Juan sudah menyeleksi dengan layak dan proyek kami sangat layak untuk diterbitkan''ujar Ketua Fang
''Yah awalnya Juan sudah memeriksanya namun ada beberapa poin yang Juan tidak sadari setelah berkas itu masuk ketanganku jangan kau pikir aku akan mudah kau klabui Ketua Fang''
Dahi ketua Fang mengerut kedua tangan mengepal dibawah meja ia tidak menyangka selama beberapa tahun ini ia selalu lolos dalam pemeriksaan tapi setelah Friya kembali justru membuat bommerang bagi ketua Fang
......................
Minako tampak mondar mandir didepan rumah menunggu sang ayah datang setelah lama ditunggu akhirnya sang Ayah tiba.
Bugh...Suara pintu mobil ditutup lalu keluar lah sepasang sepatu mengkilap muncul seorang pria paruh baya dengan perut buncit
''Ayah...''teriak Minako seraya berlari menghambur kepelukan sang Ayah tercinta
''Hahahah Putri kesayangan ku ada apa,kau nampak senang sekali?
''Iya ayah aku sangat senang sekali disekolah kami akan mengadakan lomba Game E-sport ''jawab Minako senang
''Baiklah biar ayah tebak pasti orang yang kau suka ikut dalam turnamen itu kan''
''Ishh...ayah jangan mengodaku''ujar Minako malu-malu
''Hahahhah Putri ku sudah besar ternyata,jika kau suka ayah akan menemui orang tuanya''
__ADS_1
Blus....
Wajah Minako memerah padam bak kepiting rebus antara malu dan bahagia campur aduk
Cup...
''terimakasih Ayah,aku sayang ayah...''ucap Minako senang
Ia lalu kembali kekamar nya dengan perasaan bahagia seraya tersenyum malu
''Hemm Juan Elder Hans jika bisa bersatu bisnisku akan jauh lebih pesat lagi''....
Minako Hatari
...----------------...
Suara denting sendok dan garpu saling bertautan kala berbenturan dengan piring dimana sebuah keluarga kecil tengah menikmati makan malam mereka.
''Alan bagaimana sekolah mu?tanya Juan
''Sekolah baik,Alan akan mengikuti lomba E-sport Game sebagai perwakilan sekolah bersama tim"
"Kau yakin dengan kemampuan mu sayang?tanya Friya
"Yes Mom, doakan yang terbaik untuk Alan "ucap Alan tersenyum
"Ya Mama selalu mendoakan yang terbaik buat putra Mama"ujar Friya sendu
Friya lalu berdiri dan pergi masuk kedalam kamarnya
"Maafkan aku Pa,Ma.Aku belum bisa membawa Abang pulang,bukan Alan tidak mau mempertemukan kalian dan berkumpul bersama namun ada hal yang tidak bisa aku jelaskan"
...----------------...
Di Villa Ranma,Bima,dan Aslan mereka tengah menyelidiki sebuah peta dimana peta tersebut pemberian paman Yue.
Bima terlihat mengelilingi villa tersebut nampak takjub.
Design Villa yang ditempatinya nampak unik.
Peta Klan Naritama
''Aslan bagaimana kalian bisa menempati Villa semewah ini?tanya Bima Penasaran
''Apa Papamu yang menyewa villa ini Ranma?
''Villa ini milik Papaku''jawab Aslan
''Hah K-kau serius ka-kau sudah bertemu kedua orang tuamu kau sudah berhasil menemukan nya Aslan?tanya Bima senang
Aslan mengangguk ''Ya..''
''Ahh sukurlah aku senang mendengarnya''
''Lalu dimana Papa dan Mama mu sekarang?kenapa tidak ada disini?tanya Bima bingung
Pletak...
__ADS_1
''Auw...Sakit tau''teriak Bima
''Kepalamu terlalu gemas untuk dipukul membuat tanganku terasa gatal''ujar Ranma
Bema langsung memasang wajah juteknya
''Huh...Sudahlah tugas kalian adalah memecahkan sandi dalam peta ini dimana Klan Naritama bisa ditemukan''seru Aslan agar kedua sahabatnya fokus dalam pencarian nya
Bima langsung mengambil alih komputer miliknya lalu dengan cekatan jari jemari nya melalang buana menjelajahi komputer tersebut.
''Ranma tugasmu adalah mencari tau tentang pertandingan E-sport Game yang diadakan oleh perusahaan Shine Game bagaimana pun juga kita akan ikut andil dalam pertandingan itu''titah Aslan
''Okey serahkan padaku''
Saat ini mereka fokus dengan tugas masing-masing agar apa yang mereka rencanakan berjalan lancar .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi ini diam-diam Alan membawa bekal kepergiaannya kali ini adalah untuk memberikan sarapan pada Aslan.
Dengan senyum mengembang diwajahnya membuat Alan bahagia,namun mobil yang ditumpangi Alan tengah di ikuti mobil lain.
Merasa terancam Alan menyuruh sang sopir berbelok kekanan lalu turun disebuah pertokoan besar.
Alan turun membawa bekal lalu menukar pakaiannya dengan orang suruhan Alan.
Dari pantulan kaca Alan melihat seseorang yang mengikutinya nampak asing ia belum pernah melihat orang - orang itu.
''Siapa mereka ''pikir Alan
......................
Suara derap langkah kaki bergesekan dengan lantai villa dimana Aslan berada
Villa tersebut nampak masih sepi tanda-tanda kehidupan belum ada
Alan masuk kedalam ia melihat beberapa kertas berserakan dimana-mana
''Ishh...kenapa berantakan apa mereka belum bangun''ujar Alan
Alan lalu meletakkan bekal sarapan yang ia bawa dari rumah lalu membukanya satu persatu.
Harum masakan rumah membuat Bima langsung bangun indra penciuman nya begitu tajam jika soal makanan.
Nyawa belum sepenuhnya terkumpul langsung menarik kursi meja makan
'' Huahhhheemm..... Aslan pagi-pagi sekali kau sudah masak,kau tau aku sudah sangat kelaparan cacing-cacing diperutku sudah berdemo minta untuk di isi''cerocos Bima seraya memasukan makanan di mulutnya tanpa melihat siapa orang yang ada didepannya.
''Siapa kau...?tanya Alan
''Siapa aku tidak penting yang terpenting sekarang aku lapar,kau menyuruhku bekerja hingga larut malam tanpa memberiku makanan''ujar Bima lagi
''Bima kau bicara dengan siapa?tanya Aslan yang baru saja muncul
''Siapa lagi..! tentu saja kau siapa lagi''ucap Bima menoleh kebelakang lalu menoleh kedepan.
''Eii...Tunggu apa aku salah lihat kenapa ada dua Aslan satu orang dibelakang ku dan satu lagi di depanku "pikir Bima seraya mengusap kedua matanya
Bima melihat kebelakang lagi dan kedepan meski sudah mengusap kedua matanya dan memakai kaca matanya tetap sama
''Aarrgggghhhhh hantu....''teriak Bima dengan kencang ia pun langsung pingsan
__ADS_1