Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria

Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria
Perkenalan Tokoh Part II


__ADS_3


Alan Elder Hans



Aslan



Ranmaru



Leo Yamasita



Bimastya


Dokter Yuri adalah dokter paling terkenal dinegaranya diusianya yang sudah setengah abad ia masih aktif menangani pasien namun tidak bisa berpergian jauh seperti saat masih muda dulu maka dari itu Juan menyempatkan waktunya untuk datang menemuinya langsung demi kesembuhan putranya.


Sesampainya di ruangan dokter Yuri mempersilahkan Juan duduk mereka pun mengobrol mengenai kondisi putranya.


''Dalam kasus yang dialami putra anda tergolong langka aku belum pernah menangani kasus seperti ini sebelumnya tuan''ujar Dokter Yuri menghela nafas berat


''Sebenarnya ada hal yang dulu kami alami hingga membuat istriku trauma,sejak kejadian itu aku selalu berhati-hati dalam bertindak.Tidak disangka putraku sering jatuh pingsan tanpa sebab meski sudah banyak dokter yang menanganinya namun tidak menemukan penyebabnya lalu beberapa tahun belakangan tidak pernah jatuh pingsan lagi dan mulai kambuh beberapa waktu lalu membuatnya agak sedikit linglung''jujur Juan mengenang kejadian mengerikan yang pernah mereka alami


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aslan,Ranma dan Bima mereka tiba di bandara dimana Ranma dan Aslan akan terbang ke Osaka untuk menemui paman Ranma agar membantu mengatasi masalah mereka.Apalagi yang dihadapi bukanlah orang sembarangan,mereka mengunakan jalur penerbangan agar cepat sampai tujuan dengan bantuan Bima dengan keahliannya dalam memanipulasi data


''Jika sudah sampai jangan lupa mengabariku''ujar Bima


''Em pasti jika kau dalam maslah kau jangan lupa menghubungi kami''sahut Ranma


Entah sejak kapan mereka bertiga menjadi dekat satu sama lain


''Terimakasih sudah membantu kami''ujar Aslan


Pesawat lepas landas dimana mereka menuju Osaka.


Disisi lain Alan mulai menampakan tanda-tanda kehidupannya setelah pingsan beberapa hari yang lalu.


Friya selalu menemani sang putra semakin berumur wajahnya semakin awet muda bahkan jika sedang berjalan dengan sang putra orang yang tidak tau jika mereka ibu dan anak pasti akan mengira jika mereka pasangan kekasih


Saat ini jari jemari Alan mulai bergerak perlahan kedua kelopak matanya perlahan mulai terbuka


''Maahh....''panggil Alan dengan suara parau

__ADS_1


''Sayang kau sudah bangun?tanya Friya dengan wajah senang


Friya langsung saja menciumi wajah putranya ''Kau selalu membuat Mama cemas tapi syukurlah kau sekarang sudah bangun''ujar Friya lagi


Alan mencoba untuk bangun dan dibantu Friya untuk bersandar di dasboard ranjang rumah sakit


''Mama hubungi Papa dulu ya dia pasti senang melihatmu sudah bangun''seru Friya meraih ponselnya


Drttt...


Drtttt...


Suara ponsel bergetar Juan langsung meraih ponsel disaku celananya,melihat dilayar ponsel tertera nama sang istri


''Hallo ...''jawab Juan lembut


''Sayang putra kita sudah bangun,cepat datanglah kesini''seru Friya senang


Mendengar sang putra sudah bangun dari pingsannya setelah beberapa hari lamanya ia pun langsung bergegas ketempat istri dan putranya.


Kini Alan tengah duduk diatasi ranjang sambil menikmati buah apel yang dikupas kan oleh Friya.


''Sayang...''seru Juan kala sudah masuk kedalam ruang putranya


''Papa...''sahut Alan kala menoleh melihat Papanya


Juan mendekati dua orang kesayangannya memeluk sang istri lalu berganti memeluk sang putra


''Hemm....aku baik-baik saja Pa,oh ya kenapa aku disini dan sepertinya ini bukan rumah sakit biasanya?tanya Alan


Juan menarik nafas dalam ''Ini rumah sakit Osaka jepang dan disini kau akan ditangani oleh dokter spesialis yang khusus menanganimu''ujar Juan menjelaskan


''Aishhh... Pa aku baik-baik saja tidak perlu memperlakukanku seperti orang sakit aku hanya butuh istirahat saja ''rengek Alan


''Ya Papa tau tapi alangkah baiknya jika kau menjalani pemeriksaan terlebih dahulu agar Papa dan Mama tidak khawatir oke''jawab Juan tersenyum seraya merangkul pinggang istrinya


Alan hanya bisa pasrah dengan pengaturan sang Papa.


Setibanya ditempat tujuan Aslan dan Ranma naik taxi menuju tempat dimana paman Ranma tinggal.


''Apakah masih jauh?tanya Aslan


''Tidak juga hanya butuh setengah jam perjalanan nanti kita akan sampai lalu berjalan kaki menuju rumah pamanku karena untuk sampai kesana tidak bisa diakses dengan kendaraan''jawab Ranma


Aslan yang mengerti hanya mengangguk saja.


Siang berganti Malam Aslan dan Ranma tiba didesa tempat tinggal pamannya yang jauh dari kota meskipun begitu sang paman juga mempunyai beberapa bisnis dan rumah dikota namum lebih memilih tinggal didesa yang membuatnya jauh lebih tenang.


Dua ketukan pintu dimana Ranma dan Aslan tengah berdiri didepan rumah pamannya.

__ADS_1


Seorang kepala pelayan membuka pintu ''Tuan Muda...''sapa kepala pelayan tersebut senang dan menundukkan sedikit kepalanya lalu mempersilahkan Ranma masuk kedalam


''Dia...?tanya kepala pelayan


''Oh dia temanku''sahut Ranma


''Apakah paman ada?tanya Ranma


''Pamanmu sedang istirahat sebaiknya anda temui besok pagi karena ini sudah larut malam,mari saya antar ke kamar kalian''jawab dan persilahkan dimana kamar yang biasa Ranma tempati jika dia datang mengunjungi pamannya.


Sesampainya didalam kamar Ranma langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur ''Aku sangat mengantuk terserah kau mau tidur dimana jangan sungkan''ujar Ranma pada Aslan


Aslan nampak melihat-lihat sekeliling kamar dekorasinya seperti rumah kuno yang memiliki ciri khas jaman dulu namun masih terkesan mewah perpaduan gaya kuno dan moderen.


Karena terlalu lelah Aslan merebahkan tubuhnya diatas sofa lalu tidur terpulas.


Ke esokan paginya para pelayan sedang sibuk menyiapkan beberapa makanan karena mendengar dari kepala pelayan jika Ranma dan temannya sedang berkunjung.


Pamannya yang mendengar kedatangan Ranma sang keponakan pun sangat senang bagaimanapun ini pertama kalinya Ranma berkunjung dengan membawa seorang teman membuatnya semakin penasaran.


TOK...


TOK...


TOK..


'' Permisi Tuan muda ditunggu diaula taman belakang tuan besar sekarang''seru Kepala pelayan memberitahu Ranma dibalik pintu


''Ya aku segera kesana''sahut Ranma dari dalam


''Ayo pamanku sudah menunggu''ajak Ranma


Aslan mengangguk lalu mengikuti Ranma dari belakang


Beberapa orang nampak berjaga-jaga di setiap sudut tertentu dan beberapa pelayan yang melakukan pekerjaan mereka rumah ini nampak begitu kecil diluar namun sangat luas didalam.


''Paman aku datang''seru Ranma


Bukan pelukan atau sambutan hangat yang diberikan pamannya pada Ranma melainkan lemparan anak panah.


Dengan reflek Aslan langsung mendorong Ranma agar tidak tekena panah tersebut


Shhuutt.......Jlebb....


Prok....


Prokk....


Suara tepuk tangan dari paman Ranma terdengar dengan suara tawa mengiringi

__ADS_1


''Temanmu sangat hebat pantas saja kau mau membawanya''seru paman Yin


__ADS_2