
Disekolah Swasta Ranma dan kawan-kawan mulai berulah lagi menagih pajak yang sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu jika tidak ada yang mau membayar maka ia akan memukulinya bahkan ia akan menjadi bulan-bulanan karena tidak ada yang berani melawannya.
''Permisi boleh aku duduk disebelahmu''ujar pria berkaca mata
Aslan menggeser kursinya mempersilahkan Pria berkaca mata itu duduk disampingnya
''Sepertinya kau murid baru ya ''tanya pria berkaca mata
Aslan hanya mengangguk ''Oh senang bertemu denganmu perkenalkan namaku Bima ''ujar Bima tersenyum seraya menjulurkan tangannya
Aslan menerima jabat tangan dari Bima ''Aslan'' jawabnya
''Wah beberapa hari aku absen ternyata aku punya teman baru lagi dulu teman yang selalu duduk di sebelahku tidak pernah bertahan lama aku harap kau bisa bertahan sampai akhir ya dan jika bisa hindari membuat masalah dengan Ranma dan anak buahnya''ujar Bima panjang lebar
Aslan hanya diam saja tidak menjawab dan tidak mencela ucapan Bima hingga membuatnya mengantuk.
''Wahh dia cepat sekali tidur benar-benar anak yang aneh''pikir Bima ia pun keluar kelas untuk mengambil buku paket.
Diruang kelas Aslan masih tidur jika ia merasa bosan bahkan jika guru sedang menerangkan materi pelajaran Aslan jarang mendengarkannya
Di jam kosong ini Ranma dan kawan-kawan masuk keruang kelas dimana Aslan sedang tidur,Ranma yang sudah kesal melihat Aslan yang tak pernah mematuhi aturannya langsung saja menggebrak meja.
Aslan membuka kedua matanya dengan perlahan memutar kepalanya lalu menatap Ranma yang duduk dihadapannya dengan tatapan dingin.
''Hari ini adalah batas waktumu membayar pajak padaku cepat berikan uangmu sekarang''ujar Ranma tak kalah tajam menatap Aslan
''Aku tidak ada uang''sahut Aslan dan kembali meletakkan kepalanya diatas meja mengabaikan Ranma dan kawan-kawannya
''Waahh ternyata nyalimu sungguh besar berani sekali kau melawan Ranma''ujar salah satu kawan Ranma
''Ya benar apa kau sudah bosan hidup''sahut kawannya lagi
Ranma memberi aba-aba pada kawan-kawannya untuk menghajar Aslan.Lalu dengan cepat mereka menyerang Aslan yang masih nyaman dengan waktu tidurnya.
Merasa terancam Aslan dengan cepat dapat menghindari serangan anak buah Ranma membuat meja dan kursi dikelas berantakan beberapa siswa siswi lainnya hanya bisa menjadi penonton tidak ada yang berani melerai jika Ranma sudah berulah apa lagi seorang guru tidak ada yang berani mendekat karena pengaruh kuat keluarga Ranma.
__ADS_1
Sebuah pukulan tepat mengenai wajah Aslan sontak saja anak buah Ranma terhentak kaget melihat aura berbeda pada diri Aslan.
''Kalian sudah melewati batas kesabaranku''ujar Aslan mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah.
Aura wajahnya berubah 180°derajat dari biasanya tatapan matanya begitu tajam berkali-kali lipat hanya dengan melihatnya saja membuat anak buah Ranma ketakutan.
''Ada apa dengan kalian mengapa berhenti hajar dia''teriak Ranma
BRAAKK....
BRAAKK...
PRAANKK...
BUGH...
BUGH...
Dalam 5 menit anak buah Ranma tumbang begitu saja ditangan Aslan.
Ranma dan anak buahnya terkapar hingga kesakitan,sedangkan Aslan merapikan bajunya yang berantakan lalu mengambil tas ranselnya dan pergi dari ruang kelas.
Woahhhh....seruan dari semua siswa yang melihat adegan perkelahian tersebut membuat takjub akan diri Aslan satu-satunya siswa yang berani melawan Ranma dan anak buahnya.
Berita ini begitu cepat menyebar sampai ditelinga guru dan kepala sekolah dimana Ranma anak dari pengusaha dan penaman saham terbesar di sekolah Swasta telah dibuat babak belur oleh seorang siswa baru.
Ranma dan anak buahnya langsung dilarikan kerumah sakit.
Disisi lain Bima yang melihat aksi Aslan yang menghajar habis-habisan Ranma dan anak buahnya sangat salut dan kagum hingga membuat Bima memuji Aslan.
''Aslan...Panggil Bima sedikit berlari menyusul Aslan
''Wahh kau tadi terlihat sangat keren aku belum pernah melihat seseorang yang dengan berani melawan Ranma dan anak buahnya itu''seru Bima dengan antusias
''Mereka sudah lama sekali melakukan kekerasan pada anak-anak lain,bahkan padaku juga, tidak ada yang berani melawan perintahnya jika tidak ingin keluar dari sekolah ini dan tidak diterima disekolah manapun''cerocos Bima sesekali membetulkan letak kacamatanya.
__ADS_1
Langkah kaki Aslan berhenti hingga membuat Bima menabrak punggung Aslan
''Aduh! kenapa berhenti mendadak sih''protes Bima seraya memegangi hidungnya
''Apa kau tau banyak tentang Ranma?tanya Aslan datar
''Wahh sejak tadi aku bicara hingga mulutku berbusa kau malah tanya siapa Ranma ishh...kau benar-benar cari masalah dengannya''protes Bima dengan berkacak pinggang
Mendapat protes dari Bima,Aslan pun langung mengabaikan Bima dan melanjutkan langkah kakinya
''Hei...Aku belum selesai bicara Aslan...Aslan...''teriak Bima.
''Uhuk...Uhuk...Uhuk....''
''Bibi Fida...''Panggil Aslan seraya menghampirinya
Bibi Fida tersenyum melihat Aslan yang begitu perhatian padanya ''Terimakasih bibi sudah tua jadi jangan heran jika bibi sering sakit-sakitan''
''Jangan bilang begitu,bagiku bibi Fida masih muda dan juga cantik jadi jangan terlalu capek biar aku yang mengantikan pekerjaan bibi,bibi istirahat saja okey''...jawab Aslan
''Ya...ya kau selalu mendominan tidak seperti pamanmu hahahah''sahut Bibi Fida
Malam sudah larut Aslan dan paman Fye membersihkan sisa-sisa makanan sedangkan Aslan menata kursi dan meja lalu membuang sampah pada tempatnya.
''Paman malam semakin larut sebaiknya paman istirahat lebih dulu biar aku yang selesaikan''ujar Aslan
''Hemm baiklah ini tinggal sedikit jika sudah selesai jangan lupa makan dan istirahatlah''sahut Paman Fye tersenyum seraya menepuk pundak Aslan
Aslan dengan cepat menyelesaikan tugasnya lalu makan dengan lahap baru bergegas pulang.
Kreaat...pintu digeser lalu ditutup kembali hari ini sungguh melelahkan apalagi ia sudah menabuh genderang perang dengan Ranma siswa paling arogan dikelasnya.
Aslan berbaring diranjang sambil memikirkan langkah selanjutnya untuk menghadapi Ranma dan membuat Ranma bertekuk lutut padanya.
Ia sangat tidak suka melihat orang lemah ditindas apalagi Ranma siswa yang hanya mengandalkan jabatan orang tuannya.
__ADS_1