
Juan datang bersama bala bantuan menyebar membantai musuh yang menghalangi jalannya meskipun kedatangan Juan terlambat karena untuk bisa kembali pulang musuh sudah menghalangi Juan untuk memperlambat kedatangannya.
Kali ini Juan dibuat murka melihat keadaan rumahnya dan semua anak buahnya mati dimana-mana apalagi ia tidak menemukan istri kecilnya membuat Juan gelap mata.
Disisi lain Edward dan Friya tengah berjuang menahan rasa sakit akibat perutnya yang mendadak kontraksi.
''Edward aku sudah tidak kuat berjalan lagi perutku terasa sakit sekali ''keluh Friya dengan nafas tersenggal-senggal
Edward sendiri bingung karena tidak tau apa yang harus dilakukan karena Edward sendiri sudah terlalu banyak luka disana sini di sekujur tubuhnya
''Quin kau harus bertahan demi calon anak-anakmu''ujar Edward agar kesadaran Friya tetap terjaga
Tubuh penuh darah dan wajah pucat membuat Edward ketakutan sekuat tenaga ia membopong tubuh Friya untuk keluar dari hutan belantara.
Disisi lain semua anak buah Juan sudah menyebar dan berhasil memukul mundur musuh.
''Tuan saya menemukan gelang ini apakah gelang ini milik nyonya muda?ujar anak buahnya seraya memberikan gelang yang ditemukan
Juan menyambar gelang tersebut lalu memastikannya ''Dimana kau temukan gelang ini?tanya Juan dingin dan datar
''Di hutan pinus belakang terowongan bawah tanah tuan''
''Cepat kalian menyebar kemungkinan istriku masih selamat''titah Juan
Krasak krusuk anak buah Juan menyebar menyusuri hutan bersama Juan mencari sang istri,Juan juga menemukan sobekan baju penuh noda darah ditumpukkan ranting semakin membuat hati Juan sesak membayangkan jika ia sampai kehilangan istri kecilnya dan juga calon buah hati mereka
Juan menggenggam erat sobekan baju yang dipakai istrinya dengan erat dan penuh amarah ia sangat menyesal datang terlambat,terlambat untuk menolong istri kecilnya ia juga menyesal karena meninggalkan istrinya sendiri di rumah meskipun banyak pengawal yang menjaga istrinya namun ia masih bisa kecolongan hingga membuat semua anak buahnya mati mengenaskan.
Sesampainya dijalan raya Edward membaringkan Friya diatasi tanah lalu kedua tangannya melambai-lambai mencari tumpangan agar bisa membawa Friya ke rumah sakit
30 menit berlalu akhirnya Edward mendapatkan tumpangan ia lalu membawa Friya yang sudah mulai kehilangan kesadarannya ''Quin bertahanlah kita akan segera ke rumah sakit''ujar Edward dengan nada bergetar
''Cepat jalan kita ke rumah sakit Hans Hospital''titah Edward
Satu-satunya rumah sakit paling aman adalah Hans Hospital dimana hanya orang orang tertentu yang bisa masuk kedalam sana.
Tak berselang lama Edward turun dari mobil ia sudah memberi tau Felix dokter pribadi Juan yang khusus menangani Friya.
__ADS_1
''Ed bagaimana keadaan Friya ?tanya Felix disela-sela berjalannya
''Aku mohon selamatkan Quin dia mengeluh kesakitan ''ujar Edward lalu terjatuh pingsan
''Tolong rawat rawat dia aku akan membawa nyonya muda keruang oprasi''titah Felix pada anak buahnya
Juan masih membabi buta melumpuhkan musuh yang masih tersisa
Crasss....
Craasss....
Jlebb....
''Bos...seru salah satu bodyguard Juan menghampiri sang majikan dengan nafas tersengal
''Katakan...?titah Juan kala berhasil menebas leher musuhnya
''Itu,emm nyonya muda berhasil ditemukan tuan sekarang nyonya muda berada di rumah sakit Hans Hospital sedang ditangani oleh dokter Felix''ujarnya
Sontak saja Juan langsung berlari menyambar kunci mobil lalu melesat menuju rumah sakit.
''Juan...''seru Edward yang sedari tadi menunggu Friya didepan pintu ruang operasi
Melihat Juan yang akan menerobos masuk keruang oprasi Edward langsung pasang badan
''Kau mau apa?tanya Edward
''Mingir''....ujar Juan dingin
''Jangan harap''ujar Edward memprovokasi
''Dia istriku aku ingin melihatnya''bentak Juan
''Istrimu...''ulang Edward,''Jika dia istrimu lalu kenapa kau baru datang disaat semua orang ingin membunuhnya kemana saja kau hah''...teriak Edward yang sudah lama menahan emosi
''Suami macam apa kau yang tega meninggalkan istrimu disaat hamil demi pekerjaan dan malah mengorbankan nyawa istrimu apa kau masih pantas disebut seorang suami''ujar Edward marah ia melampiaskan kekesalannya pada Juan jika saja ia datang terlambat sedikit saja ia tidak tau apa yang akan terjadi pada Friya
__ADS_1
Mendengar segala amarah dan umpatan Edward,Juan hanya bisa pasrah ia menyadari akan kesalahannya membuat ia terdiam membisu mencoba mencerna setiap ucapan Edward.
Kedua kaki Juan langsung lemas tak bertenaga jika saja Edward tidak ada ia sudah pasti kehilangan istri dan anaknya
Dua jam berlalu lampu yang tadinya berwana merah kini telah mati Juan dan Edward langsung saja berdiri menghampiri Felix
''Bagaimana keadaan istriku?tanya Juan
''Bagaimana Quin dan bayinya?tanya Edward
Mereka kompak bertanya pada Felix ''Isshh....Kalian berdua bertanya bersamaan lalu aku harus jawab yang mana dulu''keluh Felix
''Aku dulu''sahut Juan cepat
''Hemm Juan ada hal yang lebih penting yang ingin aku sampaikan padamu,mungkin ini sangat berat bagi kalian tapi aku harus sampaikan padamu''ujar Felix dengan wajah cemas
''Katakan''sahut Juan dingin
''Friya koma karena kehilangan banyak darah sedangkan bayi kalian aku hanya dapat menyelamatkan salah satunya,akibat lahir prematur lahir dimana seharusnya dia belum saatnya dilahirkan,sekali lagi maafkan aku''Ujar Felix dengan berat hati
Juan yang mendengar penjelasan Felix langsung lemas kedua kakinya tak dapatenopang tubuhnya membuat hatinya seperti dihantam batu besar begitu sesak didada,air mata mengalir tanpa henti dua orang kesayangan kini terbaring lemah tak berdaya membuat dunia Juan hancur sehancur-hancurnya
Hari demi hari Juan lalui tanpa mengurus dirinya sendiri menunggui istri tercintanya selalu berada disamping istri kecilnya.
Juan nampak kurus dengan jambang tumbuh diwajahnya rambutnya mulai tumbuh panjang sedangkan bayi kecilnya masih dalam perawatan.
Perusahan sepenuhnya dipegang Darrel asisten no 1 Juan.Sejak kejadian yang menimpa keluarganya Juan semakin memperketat keamanan rumahnya dan jauh lebih waspada.
Enam bulan berlalu namun belum ada tanda-tanda Friya bangun dari tidur panjangnya Juan selalu setia menyeka tubuh istrinya dengan telaten.
''Bos...''seru Darrel
Juan masih tak bergeming ia masih menggenggam tangan sang istri sesekali mengecup tangan istrinya.
''Sudah satu tahun Bos tidak masuk kekantor bahkan Bos tidak merawat diri bos dengan baik jika nona Friya bangun dan melihat diri Bos seperti ini aku yakin nona Friya pasti akan sedih''ujar Darrel yang tidak mau melihat sang majikan menderita
''Nona Friya tengah berjuang demi melahirkan buah hati kalian lalu sekarang nona Friya tengah berjuang untuk bertahan hidup dan agar bisa berkumpul bersama kalian lalu sampai kapan Bos akan menghukum diri bos sendiri,apa bos tidak kasihan pada putra bos yang masih butuh kasih sayang seorang ayah dan sosok ibu.Jika terus terusan bersedih hingga lupa makan dan mengurus diri bos sendiri lalu bagaimana bos bisa mengurus nona Friya dan juga tuan muda masih kecil''ujar Darrel panjang lebar mengeluarkan segala sesuatu yang mengganjal dihati.
__ADS_1
Ucapan Darrel benar benar membuka hati dan pikiran Juan mulai tergerak Juan akhirnya bangkit lalu berdiri dan berjalan menghampiri Darrel
''Kau benar Darrel aku harus bangkit demi Friya dan juga putraku,sudah saatnya,aku akan membalas setiap perbuatan yang mereka lalukan pada keluargaku''sahut Juan dengan sorot mata tajam