
Tiga orang tersebut membungkuk hormat kepada Ayara dimana Ayara semakin terkejut akan perbuatan orang asing yang baru pertama lihat
''Maaf Tuan-tuan mungkin kalian salah orang ''ujar Ayara dengan kepala menunduk kedua tangan Ayara menggepal
Suasana aneh menyelimuti seluruh ruangan toko bunga Ayara lalu ketiga orang itu menyadarai jika darah Yakusa yang mengalir pada diri Ayara tenggah mendidih karena mulai terusik.
Senyum miring tercetak diwajah orang tersebut ia masih tenang menghadapi Ayara
Saat orang asing akan menyentuh bahu Yara sebuah tangan lain lebih dulu menarik tubuh Yara sampai jatuh kepelukan Aslan hingga membuat Ayara terkejut.
Deg...!!
"Eehh...!!
''Jangan melewati batas ''ujar Aslan dengan suara magnetisnya, meskipun Aslan tidur namun ia mengerti apa yang orang-orang ini bicarakan
Wajah Aslan nampak menatap tajam kearah ketiga orang itu dengan tatapan mengintimidasi aura dingin nan datar menyelimuti tubuh Aslan membuat ketiga orang itu bergeming
''Nona Yara kedatangan ku adalah untuk membawamu kembali pulang kami tidak bermaksud untuk menyakitimu jika Nona sudah siap hubungi dengan ponsel yang tersimpan dikopermu maka kami akan menjemputmu kembali''ujar nya lalu pamit pergi karena tidak ingin membuat keributan
Iringan mobil itu pergi meninggalkan halaman parkir toko bunga Ayara
'' Kyaaaa.....Ma-Mau sampai kapan kau memelukku dasar bodoh...''teriak Yara
Plaakkk....!!
Tamparan keras melayang lagi diwajah mulus Aslan hingga ia tersadar
''Hais....Salah lagi''ucap Aslan tanpa dosa
...****************...
Dua orang membawa Alan masuk kepertemuan dimana Juan dan Friya terkejut
Deg.…!!
"Alan...''ujar Friya dan Juan pelan ia tak menyangka bahwa sang putra menjadi sandra di suku Scronpion
Luka diseluruh tubuh dan wajah Alan membuat nyeri di ulu hati seakan ingin rasanya Friya mengobrak abrik suku Scronpion hari ini juga jika saja Juan tidak menghalanginya
''Kendalikan dirimu jika tidak sama saja membahayakan putra kita''pinta Juan pelan
Friya patuh pada pengaturan Juan bagaimanapun ia tidak ingin sesuatu terjadi pada putranya
Apa lagi mereka berada ditengah-tengah musuh ia tidak ingin penyamarannya terbongkar sia-sia
Tetua suku berdiri menghampiri Alan yang tenggah duduk dengan tangan terikat lalu tetua suku membungkuk dan berkata '' wajahmu mengingatkanku pada budakku yang membangkang sayang sekali ia tidak ada disini tapi kau jangan khawatir aku akan pertemukan kalian berdua''
Alan ingin berontak namun tak bisa karna tubuhnya ditahan oleh dua bodyguard yang berada dibelakang nya.
Tak lama salah satu kaki tangan tetua suku berlari tergesa-gesa dengan raut wajah panik lalu membisikkan sesuatu yang membuat tetua suku terkejut.
Tetua suku langsung meninggalkan pertemuan untuk memastikan apa yang disampaikan oleh kaki tangan tersebut
''Apa kau yakin?
''Ya tetua ini adalah laporan yang dikirimkan oleh anak buah kita disana''
Melihat vidio yang dikirim kan oleh anak buah membuat Tetua murka ia tidak menyangka semua hasil kerja kerasnya hancur tak bersisa
__ADS_1
''Apa salah satu anggota kita tenggah menyinggung seseorang,karena Klan Naritama tidak pernah muncul sama sekali sejak 15 tahun yang lalu''
''Lapor Tetua, menurut informasi yang saya peroleh ini semua ulah dari Tuan Muda Maru cucu Tetua sendiri dengan keluarga Elder Hans''
''Keluarga Elders adalah seorang pendiri SHINE GAME terbesar diasia , perusahaan mereka ada dimana-mana karna tuan muda Maru sudah berani mengusik keluarga Elder Hans maka tak segan membalasnya dua kali lipat''terangnya lagi
''Brengsek,sialan anak itu kenapa selalu membuat ulah''
''Tuan Muda Maru juga bilang jika anak muda yang mereka bawa adalah putra dari Juan Elder Hans mereka adalah kembar yang satu budak kita yang satu adalah tuan muda dikeluarga Elder Hans"
"Jadi dia adalah cinta pertama putriku yang selama ini menggunakan berbagai cara untuk bisa berdiri disisinya hingga ia berani menculik anak yang tak berdosa dan membesarkannya disuku Scorpion''
''Benar Tetua''
''Ahhh.... Sungguh menarik sekali''
......................
Tiba-tiba lampu mati membuat para tamu undangan berteriak
''Harap tenang semuanya tenang''teriaknya
Dan saat lampu menyala Alan sudah tidak ada didepan bodyguard mereka berdua langsung panik
''Tawanan Kabur...Cepat kunci semua pintu'' teriaknya dengan lantang
Semua menjadi gaduh diaula gedung itu membuat semua orang berlarian untuk menyelamatkan diri
Teriakan histeris dan suara senjata terdengar semakin panik.
Mereka bertiga berlari bersama melewati lorong lalu berhenti dan membuka ikatan ditubuh Alan
Juan dan Friya membuka topengnya ''Ini Mama dan Papa sayang''seru Friya memeluk sang putra
''Mama Papa maafkan aku Ma''ucap Alan menangis
''Sudah jangan menagis kita tidak punya banyak waktu, sebaiknya kita cepat pergi dari sini,Papa akan mengalihkan perhatian mereka ''ujar Juan
''Tapi Pa...''
Friya menarik tangan Alan dan membawanya pergi sementara Juan mengecoh lawan.
......................
Sebuah pintu terbuka lalu masuk kedalam toko bunga melihat lihat bunga disekelilingnya seraya tersenyum manis
''Selamat datang ada yang bisa dibantu ''tanya Aslan
Pria itu menoleh kala mendengar suara Aslan
''Kau...!!
''Siapa yang datang ''teriak Yara saat menuruni anak tangga lalu melihat dua orang pria sedang saling berhadapan
''Eh...!!
''Maaf nona aku pinjam dia sebentar''
Ia lalu menarik Aslan san membawanya keluar untuk bicara serius, sedang kan Ayara mengamati mereka berdua dari dalam tokonya
__ADS_1
''Sepertinya akrab siapa dia?pikir Yara sambil mengawasi Aslan dari dalam tokonya
Tiba-tiba saja kaca toko bunga Ayara pecah
Pyarrr.....
Akshh.......
Satu pengendara motor melemparkan batu ke toko Ayara hingga membuat kaca tersebut hancur
Aslan langsung menoleh saat suara gaduh dan teriakan Ayara terdengar,kedua pemuda itu langsung berlari masuk kedalam toko
Lalu muncul lagi pengendara motor dengan menggunakan senjata dan menembaki toko bunga Ayara
Dodododor.....
Dodododorr....
Ayara terus berteriak sambil berlari mencari tempat aman agar tidak terkena peluru
Aslan jatuh bangun ingin meraih Ayara namun tak sampai karena tembakan beruntun tersebut.
''Sial...''umpat Aslan
Aslan melihat sedikit celah langsung melompati meja tempat persembunyian Yara
''Apa kau punya senjata?
''Tidak,tapi ada milik Pamanku dulu ada dilaci sebelah kanan''
''Ok dalam hitungan ketiga setelah aku memberikan aba-aba kau harus lari mengerti ''
''Ya aku mengerti ''
Aslan menarik nafas panjang lalu memberi hitungan ''1,2,3 Goooo....''
''Kyaaa....''
Dodododorrr.....
Dodododorrr.....
Aslan mendapatkan senjata lalu menembakan peluru tersebut pada pengendara motor dan mengenai salah satu dari mereka.
''Ayo cepat kita keluar dari sini''titah Aslan seraya menarik tangan Ayara
''Pergilah aku akan menghalangi mereka''
''Terimakasih aku serahkan sisanya padamu''
Aslan membawa Ayara pergi mereka berdua terus berlarian kala terdengar suara motor yang mengejarnya.
Suara tembakan pun terdengar Yara dan Aslan selalu dapat menghindar dari tembakan yang diarahkan pada mereka berdua
Melalui gang sempit Aslan berpencar dengan Yara lalu Aslan menghadang pengendara motor hingga pengendara tersebut jatuh terpental
Arggghh....
Brraakk....
__ADS_1