
Tak...
Satu gelas cup susu ibu hamil sudah tersaji didepan meja Friya Juan sengaja menginap ditempat kerja Friya
''Terima kasih Bear''
''Sama sama Honey''
''O ya Bear apa anak cabang perusahaan mu ada mengirimkan proposal pada perusahaan ku?tanya Friya sambil menandatangi berkas
'' Uhuk...uhuk...En...Aku tidak tau Honey anak cabang yang mana?tanya Juan yang pura-pura tidak tau padahal semalam ia sudah membacanya hanya saja ia gengsi untuk mengakuinya
Friya tersenyum ''Tak apa Bear mungkin aku salah lihat,jika saja memang benar itu anak cabang perusahaan mu mungkin mereka perlu mengembangkan softwarenya agar lebih baik lagi tapi sayangnya itu bukan anak cabang perusahaanmu'' Friya tau jika Juan sangat menjunjung harga dirinya maka dari itu Friya mengalah dengan mengalihkan pembicaraan yang lain.
''Apa kau tidak bekerja Bear?tanya Friya lagi
''Lima menit lagi aku berangkat Honey''sahut Juan
Sarapan pagi sudah tersedia dimeja makan Juan sendiri yang menyiapkannya dengan memesan makanan bergisi dari koki terkenal yang ia pilih untuk Friya dan juga bayinya.
''Honey kenapa kau memilih bekerja dibalik layar?tanya Juan
''Hem ada banyak orang yang bisa aku percaya kenapa harus repot terjun langsung toh selama mereka bisa mengatasi masalah diperusahaan aku tak perlu repot-repot muncul dipermukaan''jawab Friya
''Lagi pula mereka juga mengikuti tes yang sangat ketat untuk bisa lolos masuk kedalam perusaahan maka dari itu aku bisa mempercayainya jika mereka kesulitan barulah aku turun tangan begitu juga dengan yang lainnya''sambung Friya lagi
Juan yang mendengar penuturan Friya begitu kagum dengan istri kecilnya meski umurnya masih belia tapi wawasannya dalam dunia bisnis perlu diacungi jempol.
''Baiklah Honey aku berangkat kerja jaga diri baik-baik''pamit Juan seraya mengecup kening Friya.
Sesampainya perusahaan anak cabang Juan langsung mengadakan rapat darurat bersama petinggi dan jajarannya
BRRAAKK....Juan mengebrak meja seraya berdiri ''Di sini aku membayar kalian untuk bekerja bukan untuk duduk santai dan seenaknya apa kalian pikir perusahaan Shine Game dapat menerima proposal yang kalian ajukan jika proposal kalian saja tidak dapat menarik perhatian sedikitpun dari perusahan tersebut hah''ucap Juan emosi
''Maaf Tuan kami akan berusaha mengembangkannya lagi''cicit Tim pengembang seraya menundukkan kepala
''Maaf kau bilang,berapa anggaran yang kalian minta padaku untuk perkembangan Game yang kalian usulkan tapi apa hasilnya bahkan proposal yang kalian ajukan masih kalah jauh dari permintaan mereka dan proposal kalian ditolak oleh perusahaan mereka''ujar Juan lagi dengan tatapan membunuh
Semua orang tidak berani menatap langsung presedir mereka karena mereka sudah melakukan masalah besar.
''Jika dalam waktu 24 jam kalian tidak bisa mengembangkan game yang kalian usulkan maka aku akan memotong gaji kalian tanpa memberi pesangon jika kalian mau resign sekarang juga aku persilahkan karena aku tidak mau mempunyai karyawan yang tidak bisa bertanggung jawab dalam mengembangkan Game''tegas Juan lalu pergi meninggalkan rapat dan diikuti Darrel dari belakang
__ADS_1
Juan melonggarkan dasinya kala ia masuk kedalam ruangan kerjanya.
''Sepertinya nona Friya orang yang sangat sulit ditebak,dan tidak semua perusahaan bisa masuk kedalam lingkup Shine Emon Game''ujar Darrel kala sudah berada di ruangan kerja Juan
''Ya kau benar Darrel wanitaku sangat istimewa dia bahkan belum pernah menunjukkan wajah aslinya didepan publik dia hanya bekerja dibalik layar yang mengambil peran besar dalam eksekusi ''ucap Juan
''Apa kau tau proposal yang diajukan tim pengembang ditangan Friya tidak ada apa-apanya dia bahkan membuangnya di tong sampah''desis Juan seraya membuang nafas panjang
''Benarkah nona Friya membuangnya?tanya Darrel terkejut
Juan mengangguk ''Ya,dibandingkan dengan proposal lainnya.Proposal yang diajukan tim pengembang kita masih kalah jauh maka dari tidak tidak lolos seleksi''papar Juan
Darrel sangat bangga pada nona mudanya ini meski usianya masih belia tapi jika berurusan dengan bisnis dia bisa saja menjadi singa betina apa lagi bisa menaklukkan raja hutan seperti Juan sungguh kombinasi yang pas ''pikir Darrel.
''Oh ya apa kau sudah pesankan tiket ke paris?tanya Juan
''Sudah tuan sesuai keinginan tuan muda,aku juga sudah mempersiapkan segala sesuatunya di rumah anda''jawab Darrel
''Pastikan perketat keamanan Darrel aku tidak mau rumah utama mengetahui jika aku sudah menikah apa lagi istriku sedang mengandung keturunan Elder Hans ''ucap Juan dengan sorot mata dingin.
''Baik tuan''.
Antony dan Arka datang ke cafe game dimana Friya berada
''Cih menyebalkan tampang mu sungguh berbanding terbalik dari biasanya kawan''ledek Arka
'' Kaulah yang menyebalkan tuan muda Arka sebastian jika bukan karena mu aku tidak akan kesal''jawab Antony dengan wajah lucu
Friya terkekeh geli melihat tingkah sahabatnya ini ''Memangnya apa yang dilakukan Arka padamu?tanya Friya memicingkan sebelah alisnya
''Apa kau tau hufl.....''belum selesai Antony bicara Arka sudah membekap mulutnya dengan tangan Arka
''Jangan kau dengarkan Antony dia hanya membual saja hahaha''sahut Arka sekenanya agar Antony diam
Friya hanya bisa menggelengkan kepala melihat Antony dan Arka yang sudah akrab.
''Ehem..''suara deheman dari belakang Arka dan Antony membuat bulu kuduknya merinding
''Kenapa bulu kuduknya berdiri seolah ada mahkluk tak kasat mata dibelakangku''ucap Arka yang tidak sadar jika Juan ada dibelakang mereka
''I...Ia benar aku juga me..merinding''sahut Antony
__ADS_1
Kedua tangan Juan menyentuh bahu mereka lalu berkata ''Akulah mahkluk tak kasat mata itu yang akan menyingkirkan kalian dari hadapan istriku''ucap Juan dengan suara magnetis nya dan sedikit meremas bahu Arka dan Antony
Glekk...!
Keduanya sampai kesulitan menelan salivanya kedua mata mereka membulat sempurna.
''Ahhh ya tuhan anda mengagetkanku saja uhuk ... uhuk...uhuk...''seru Arka mengambil nafas
''Kau sudah kembali Bear?tanya Friya pada Juan
''Iya tentu saja cup...''satu kecupan mendarat di kening Friya membuat wajahnya bersemu merah
''Isshh pria ini apa tidak malu selalu saja bertingkah seperti tidak ada orang lain saja''pikir Friya seraya menggaruk-garuk lehernya yang tak gatal
''Ohh...Astaga mata ternodai oleh mereka''ucap Arka sambil menutup mata Antony dengan sebelah tangannya
''Kenapa kau menutup mataku?tanya Antony tergagap
''Kau masih belum cukup umur untuk melihat adegan ini kawan''desis Arka
''Honey bersiaplah besok kita akan pulang kerumah''ucap Juan dengan nada dingin menatap kedua teman Friya
''Rumah?tanya Friya bingung
''Ya tentu saja rumah kita sayang,urusanku disini sudah hampir selesai waktunya kita kembali kerumah kita''ucap Juan kini menatap wajah cantik Friya meski masih memakai kaca mata dan tompel di pipinya
Friya menarik nafas panjang'' Berikan aku waktu untuk berpamitan dengan mereka''pinta Friya pada Juan
''Tentu saja ''sahut Juan
''Se..secepat it..itukah kau akan pergi Friya''ujar Antony terbata sambil menaikkan kaca matanya
Friya tersenyum ''Ya''
''Apa kau kau tidak akan akan kembali kesini?tanya Antony
Friya menggeleng pelan ''Tidak Ton tempat ku pulang bukan disini lagi sekarang,sekarang sudah ada seseorang yang siap dengan senantiasa menungguku pulang tanpa aku pinta''
Juan mengenggam tangan Friya menautkan jari jemarinya seraya tersenyum manis padanya
''Aku sudah menikah dan sudah punya tanggung jawab sendiri aku ingin memulai hidup dengan keluarga kecilku''
__ADS_1
''Jika...jika nanti aku sukses aku akan menyusul mu kabari aku jika kau membutuhkan bantuanku''ucap Antony dengan nada bergetar