
Tiba saatnya keluarga kecil Friya dan Juan berlibur mereka sangat menikmati waktu bermainnya bersama putra semata wayangnya.
Sesekali mereka berfoto bersama suara tawa mereka begitu menyenangkan,setelah lelah bermain mereka bertiga menikmati makan dengan beralas tikar sesekali Alan juga memotret kedua orang tuannya.
''Bagaimana apa kalian puas ?tanya Friya
''Yes...''sahut mereka kompak dan mereka bertiga pun tertawa.
Disekolah Alan dan Leo sedang menikmati waktu istirahat sambil memakan bekalnya
'' Hemm ini sangat lezat bagaimana bisa Mamamu membuat bekal seenak ini''ujar Leo dengan penuh makanan
''Isshh bisa tidak makanan nya ditelen dulu baru bicara''cibir Alan
''Uhuk...Uhuk...Ahhh kau ini aku sedang memuji makanan Mamamu lho kenapa kamu yang protes sih''balas Leo
''Bukankah dari dulu masakan mamaku paling enak dan kau selalu memujinya stiap kali kau mengambil makananku''balas Alan yang tak kalah sengit
''Ya ya maafkan aku oke...''putus Leo yang tak mau berdebat lagi dengan Alan
Alan diam-diam tersenyum meski ia selalu memusuhi Leo yang selalu menempel padanya Alan tetap saja memberikan makanan pada Leo karena Leo satu-satunya orang yang mau berteman padanya meski tidak tau siapa Alan sesungguhnya.
''Oh ya apa kau sudah menyelesaikan permainan gamemu?tanya Leo
''Em...''
''Benarkah kau sungguh berhasil menjadi winner?tanya Leo yang semakin penasaran
Alan mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan nya pada Leo,kedua mata Leo membulat sempurna ''Wuuaaahhh kau benar-benar hebat dalam permainan Game''puji Leo seraya bertepuk tangan
''Sayang sekali aku selalu kalah dalam bermain game apa kau bisa mengajariku?tanya Leo dengan tatapan memelas nya
Alan masih tak bergeming ''Aku akan lakukan apapun untukmu ''ujar Leo lagi dengan penuh keyakinan
Alan tersenyum ''Apapun itu?tanya ulang Alan
''I....iya....''jawab Leo terbata ia merasa senyuman Alan bukan senyuman senang melainkan ada udang dibalik batu sungguh mengerikan bagi Leo
''Oke deal....''sahut Alan seraya berjabat tangan.
...****************...
__ADS_1
Disekolah swasta tepatnya diruang kepala sekolah dimana Ranma dan ayahnya sedang terlibat pembicaraan serius
PLAAAKKKK.....Cap lima jari menempel di wajah Ranma untuk pertama kalinya dari ayahnya.
Rasa panas dan berdenyut terasa dipipi Ranma " Kenapa ayah memukulku?
"Tamparan itu belum setimpal dengan rasa malu yang ayah terima,kau bukan saja mempermalukan dirimu tapi juga keluarga,Jika kau tidak berlaku sombong kau tidak mungkin kalah anak baru itu"
Ranma hanya bisa diam saja karena selama ini selalu diberi kebebasan oleh orang tuanya akan tetapi kali ini ayahnya tidak mau melindungi putranya karena kecerobohannya.
Dengan penuh amarah Ranma meninggalkan ruang kepala sekolah dan menutup pintu dengan keras
"Aslan...." panggil Bima sedikit berlari "Hari ini adalah kemenaganmu ayo kita pergi aku akan mentraktikmu makan makanan enak" ujar Bima Lagi
"Hanya aku saja?tanya Aslan datar
Bima mengangguk " Ya "
"Bagaimana jika anak-anak satu kelas kau yang traktir di kedai makan langganan ku" usul Aslan
"Sat..satu kelas?tanya Bima Ragu
"Tidak...tidak..buk...bukan begitu As...Baiklah aku traktir satu kelas" sahut Bima
Aslan tersenyum tipis "Teman-teman Bima akan mentraktir kita makan makanan enak hari ini sepulang sekolah apakah kalian mau ikut?teriak Aslan
" Yaaaa. ... tentu saja kami mau kapan lagi Bima mentraktir makan makanan enak "
Sorak gembira terdengar gaduh diruang kelas Aslan membuat Ranma dan anak buahnya tak terima.
Sesampainya di kedai bibi Fida rombongan siswa Swasta langsung memenuhi kedai tersebut membuat Bibi fida senang
"Bibi hari ini aku membawa teman temanku makan disini " ujar Aslan yang langsung masuk ke dapur
"Ohh...ya tuhan Aslan kau membuat bibi terharu, baiklah kau bantu paman Fye masak bibi akan buatkan minuman untuk mereka" ujar Bibi Fida tertawa,Aslan mengangguk
tersenyum
Malam pun berlalu Aslan pergi ke studio game langganannya entah kenapa malam ini ia tak bisa memejamkan kedua matanya.
"Aslan tumben kau datang jam segini?tanya pemilik studio Game
__ADS_1
" Hanya tidak bisa tidur saja makanya aku kesini "Jawab Aslan
Setelah selesai mengambil nomor Aslan langsung duduk didepan layar komputer ia memasukan ID game dan bermain Shine Emon dalam beberapa menit Aslan dengan cepat mencapai level tertinggi dalam babak pertamanya mengalahkan ID Drak Mouse pemegang rekor utama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan ditempat lain dimana Alan yang tiba-tiba mendapat notifikasi dari ponselnya langsung saja terbangun melihat jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari.
''Ohh **** siapa orang yang sudah mencapai level tertinggi mengalahkanku''pikir Alan,ia pun langsung bangun dari tempat tidurnya dan menyalakan komputernya.Ia pun memasukan ID card Drak Mouse.
Selamat datang di Shine Game.
Peperangan di dunia Game pun terjadi Alan mengalahkan musuh-musuhnya di dunia Game jari jemarinya begitu lincah ke sana kemari kedua matanya fokus pada layar komputer.
''Aku tidak akan membiarkan kau merebut posisiku menjadi gramers no 1 didunia''ujar Alan yang kini berhadapan langsung dengan Aslan
''Oh ya coba saja''sahut Aslan datar
Mereka berdua pun menyelesaikan misi dengan nilai sempurna untuk mencapai tingkat level tertinggi selanjutnya.
Alan yang mendapat lawan sepadan sangat antusias dan semangat ''Ini pertama kalinya aku bertemu lawan sepadan denganmu kalau boleh tau dari mana asalmu?tanya Alan
''Kenapa kau ingin tau?jawab Aslan ketus
''Why...?Apa salahnya bertanya siapa tau kita bisa bertemu dan mengobrol tentang Game''ujar Alan menjelaskan
''Aku tidak tertarik''jawab Aslan.
''Kau...! Isshhh sombong sekali sih''pikir Alan
Waktu sudah menunjukan pukul 6 pagi Alan bergegas untuk pergi kesekolah dimana perasaannya masih penasaran dengan sosok ID ANGGEL Mouse.
Disaat makan pagi bersama keluarganya Alan sedang melamun pikirannya melayang memikirkan ANGGEL Mouse memikirkan permainannya yang begitu halus dan membunuh musuhnya secepat kilat skillnya sungguh diatas rata-rata.
Friya memperhatikan putranya yang sedang melamun lalu menegurnya'' Apa yang kau pikirkan kenapa melamun?tanya Friya lembut
Alan tersentak ''Ahh tidak melamun apa-apa Ma ''jawab Alan tersenyum kikuk seperti orang tertangkap basah saat mencuri.
Alan langsung berdiri '' Ma,Pa Alan pamit berangkat sekolah bersama supir nanti terlambat ''seru Alan lalu mencium pipi Friya dan pergi begitu saja
Friya dan Juan saling bertatapan melihat tingkah aneh putranya.
__ADS_1