Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria

Dibalik Topeng Wujud Yang Tidak Sempurna Terdapat Wujud Cantik Idaman Para Pria
Pembalasan II


__ADS_3

Friya mengatur orang-orangnya yang bekerja didunia hitam dimana Friya memberikan tugas masing-masing untuk mengatur pembalasan terhadap orang-orang yang menghinanya selama ini dan menjebak dirinya


''Saatnya pembalasan dimulai''ucap Friya tersenyum miring


Di dalam kamar Kartika nampak bosan sudah beberapa hari ini ia mencoba melamar pekerjaan namun tidak mendapatkan hasil hingga pada akhirnya ponselnya berdering


''Hello ..''sapa Kartika


''Apa benar dengan nona Kartika?


''Ya saya sendiri''


''Besok jam 8.00 pagi anda diminta datang untuk melakukan interview di gedung blok B jangan sampai telat ya''


''Apa,! benarkah baik saya akan datang besok pagi terimakasih''


Sambungan ponsel ditutup Kartika melompat kegirangan dimana ia akan melalukan sesi wawancara pertamanya.


Ia pun mengirim pesan kepada Melody dan juga Charly untuk datang dalam sesi wawancara tersebut.


Hari yang ditunggu tiba dimana Melody,Charly dan Kartika tampil dengan pakaian maksimal dan terlihat sexy.


Bos perusahan yang mewawancarai langsung mereka bertiga adalah seorang pria hidung belang dengan tubuh tambun serta kumis dan brewok yang menghiasi wajahnya pertama kali melihat Charly,Melody dan Kartika sorot matanya tidak pernah lepas dari ketiga gadis yang ada didepannya.


''Alinsky benar-benar luar biasa memberikan barang sebagus ini''pikir Pria bertubuh tambun tersebut sambil manggut-manggut


''Baiklah nona kalian diterima di perusahaan kami''ujar Pria bertubuh tambun tersenyum miring


Salah satu penjaga membawa Melody keruang pribadi dimana pria bertubuh tambun tersebut sedang menunggunya .


''Silahkan masuk nona tuan kami sudah menunggu didalam''ujar pengawal tersebut


Dengan ragu Melody membuka pintu antara takut dan rasa was-was ''Permisi pak apa benar bapak tadi memanggil saya?tanya Melody gugup


''Hem,ya aku ingin melakukan kau menandatangi surat perjanjian sebelum kau bekerja diperusahaanku''ujar Pria bertubuh tambun


Melody duduk di sofa lalu meraih kertas yang ada dimeja dan membacanya


''Jadi anda yang membantu biaya rumah sakit orang tua saya?tanya Melody dengan kedua mata berbinar ''Terimakasih pak terimakasih sudah membantu keluarga kami,saya tidak tau bagaimana membalas kebaikan anda pak''ujar Melody lagi


''Ya dan apa kau tau semua biaya itu sangat mahal itu pun tidak gratis''ucapnya tersenyum miring


Ia pun mulai melihat dari atas sampai ujung kaki lekuk tubuh Melody sedangkan Melody sudah mulai gelisah melihat gelagat aneh pria yang ada didepannya.

__ADS_1


''Aku ingin kau menemaniku malam ini sebagai bayaran atas apa yang sudah aku berikan pada keluargamu''ucap pria tambun


Sontak saja tubuh Melody menendang karena takut apalagi di ruangan tersebut hanya ada mereka berdua


''Tolong lepaskan saya pak saya janji akan melunasi hutang-hutang keluarga saya asal bapak lepaskan saya ''pinta Melody berderai air mata


''Hufl....tapi maaf aku hanya menginginkanmu''....


Di lain tempat Charly sedang merayakan pesta karena sudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji tertinggi yang bisa menopang biaya hidupnya


Ponsel Kartika berdering ia pun pergi meninggalkan Charly yang mabuk akibat banyak minum alkohol.


Lalu seseorang menghampiri Charly dan membawanya pergi ''Apa kau yakin dia orangnya?


''Tentu saja bukankah wajahnya sama seperti difoto ini''


''Baik ayo bawa dia pergi dari sini''


Dua orang tersebut membawa Charly yang mabuk kedalam kamar hotel lalu meninggalkannya begitu saja sesuai perintah


Sayup-sayup kedua mata Charly terbuka melihat sekeliling yang nampak asing,lalu samar-samar ia melihat sosok pria paruh baya yang mulai meraba wajahnya sontak saja Charly menepis tangan seseorang tersebut.


Charly mencoba berteriak namun tidak ada jawaban tidak ada yang menolong meski sudah memohon pada orang tersebut agar tidak menyentuhnya namun apalah daya ia tidak dapat lepas dari orang tersebut hingga akhirnya orang tersebut menikmati tubuhnya.


Kartika selesai menerima telfon kembali kemeja dimana Charly berada namun tidak menemukan Charly ia berfikir jika Charly mungkin sudah pulang lebih dulu dan memutuskan untuk pulang saja


💬Alinsky benar-benar luar biasa dalam memberikan barang aku sangat puas lain kali jika ada barang seperti ini berikan langsung padaku hahahha''


Membaca pesan teresebut membuat Friya tersenyum lebar ''Kalian akan merasakan apa arti ****** sesungguhnya karena sudah mengusikku selama ini''batin Friya


Dari uang 125jt Alinsky untung 100jt dimana uang 25jt adalah bayaran untuk Melody dan tanpa disadari Melody sudah menjalin kontrak kerja dengan Alinsky tanpa diketahui oleh Melody begitu pula dengan Charly


Kartika sedang sarapan pagi bersama papanya tiba-tiba papanya merasa pusing lalu terjatuh pingsan Kartika menjerit histeris meminta pertolongan pada pelayan untuk memapahnya masuk kedalam mobil


Kartika lalu menyalakan mobilnya dengan cepat membawa Wijayanto kerumahnya sakit


Sesampainya dimana Kartika menunggu dokter yang menanganinya dengan cemas ia mondar mandir kesanga kemari


''Dokter bagaimana keadaan papaku?tanya Kartika


Dokter menarik nafas panjang lalu berkata''Kondisinya sangat buruk jika terlambat sedikit saja jika bisa secepatnya harus dilakukan tindakan operasi pada tuan Wijayanto''


''Lakukan yang terbaik untuk papaku Dok aku akan mencari uang untuk biaya operasi papaku''ucap Kartika lalu pergi dari rumah sakit

__ADS_1


Di perusahaan Mandala,Kartika sedang menunggu Hendri di loby begitu melihat Hendri,Kartika langsung menghampiri Hendri.


" Hendri..." panggil Kartika dengan wajah sembab menahan tangis


"Kartika " ujar Hendri ia menghampiri Kartika lalu menariknya dan membawa Kartika agak menjauh dari orang-orang


"Untuk apa kau datang kesini?tanya Hendri


" Hendri aku mohon bantu aku sekali ini saja aku sungguh sangat butuh bantuan mu"ucap Kartika sesenggukan."Papaku hari ini harus dioprasi dan butuh uang dengan jumlah uang yang begitu besar aku tidak punya apa-apa lagi,perusahaan papaku sudah bangkrut hanya kau satu-satunya harapanku Hendri tolong pinjamkan uang untuk biaya operasi papaku"ujar Kartika memelas


Melihat orang yang dulu ia pernah cintai menderita karena ulahnya sendiri Hendri tidak tega bagaimanapun juga Kartika pernah mengisi ruang dihatinya


"Berapa yang kau butuhkan?tanya Hendri


" 1 milyar "jawab Kartika


" Tidak akan" seru Mandala yang muncul tiba-tiba


" Kau dan keluargamu telah membuat kami malu sekarang beraninya kau mau meminjam uang 1 milyar lalu dengan apa kau bosa mengembalikannya hah,apa kau pikir uang 1 milyar uang dengan jumlah sedikit aku tidak akan meminjamkannya sepeserpun padamu cepat pergi dari sini dan kau Hendri masuk kedalam"ucap Mandala marah dan mengusir Kartika dari kantornya


Karena malu Kartika pergi meninggalkan perusahaan Mandala ditengah perjalanan ia memberanikan diri datang langsung ke perusahaan yang menerimanya bekerja


''Apa kau bilang minta uang dimuka,apa kau sudah gila kau belum bekerja tapi sudah berani meminta bayaran terlebih dahulu''ucap Pria plontos marah


''Ada apa ini''seru pria gemuk yang tak lain adalah pemilik perusahaan tersebut


''Bos gadis ini baru kemarin diterima kerja tapi sekarang malah meminta bayaran dimuka padahal kerja saja belum''adu pria kepala plontos tersebut


Pria gendut melihat Kartika dari ujung atas sampai ujung bawah dengan wajah lusuh dan pakaian sedikit kotor


''Kau ikut aku''titahnya pada Kartika


Kartika langsung menurut yang ia pikirkan hanya papanya harus segera dioprasi hari ini


Di dalam ruangan ''Berapa yang kau butuhkan?tanya pria gendut


''1 milyar untuk biaya oprasi papaku''jawab Kartika bergetar


''Lalu apa yang bisa kau berikannpadaku?tantang pria gendut


''Apapun akan aku lakukan demi papaku asal papaku bisa dioprasi tuan aku mohon tolonglah aku''pinta Kartika


''Termasuk melayaniku?

__ADS_1


Kartika terkejut ia tidak menyangka akan seperti ini meskipun ia sering tidur dengan Hendri namun ia tidak sembarangan membiarkan orang lain menyentuhnya namun disini ia tidak punya pilihan lain diantara dirinya dan hidup papanya kedua tangannya mengepal erat merutuki dirinya yang begitu ceroboh.


Dengan nada bergetar ia pun menjawab '' Ya''


__ADS_2