Dihamili Kembaran Suami

Dihamili Kembaran Suami
DKS ^ Bab 14


__ADS_3

Aize tak bisa berkutik dengan ancaman Birru. Dia sangat tahu kemiripan wajah Birru denga suaminya itu. Sebagai seseorang yang sangat mencintai Cakra, Aize tidak mau membuat suaminya berada dalam masalah. Apalagi jika itu bukan kesalahan Cakra sendiri.


Semenjak pertemuan pertama dengan Arka, Birru sering datang berkunjung. Laki-laki itu tak setiap hari membawa mainan agar Cakra dan Arka tidak curiga, tapi dia akan selalu datang untuk bermain dengan putranya. Hal tersebut lama-lama membuat Aize kesal dan dengan sengaja menyembunyikan Arka.


“Mana Arka?” tanya Birru saat Aize membuka pintu.


“Arka nggak ada. Dia pergi sama papanya!” jawab Aize dengan tenang.


Tentu saja Birru tidak percaya begitu saja. Dia memaksa untuk menerobos masuk dan membuat Aize bersikeras tak mengizinkannya.


“Kamu bukan Mas Cakra, jadi jangan seenaknya masuk rumahku!” teriak Aize yang kini berada di luar rumah berzama Birru. Sementara Arka, bermain sendirian di kamarnya.


“Kamu nggak bisa larang aku buat ketemu Arka, Arka itu anakku!” bentak Birru sembari mencengkeram pundak Aize.

__ADS_1


Aize yang tidak terima pun langsung menaampar Birru dan berkata, “Berhenti bicara omong kosong! Pergi kamu dari sini, dan jangan pernah balik lagi!”


Birru memegangi pipinya yang terasa panas bekas tammparan Aize. Sayangnya, mertua Aize yang tak lain adalah ibu kandung Birru muncul dan melihat keributan yang terjadi.


“Aizena!” teriak mama Cakra yang baru turun dari taksi dan sempat melihat Aize menaampar putranya. “Apa yang sudah kamu lakukan? Beraninya kamu menaampar putraku?” sentak wanita tua itu.


Birru terlihat gugup karena takut ibu kandungnya itu akan curiga dengannya, tapi sepertinya Birru tak perlu mengkhawatirkan itu sekarang. Mama Cakra belum menyadari bahwa yang di hadapannya saat ini bukanlah Cakra, melainkan Birru.


“Cakra, kamu nggak apa-apa?” tanya mama Cakra sambil memegangi wajah putranya yang terkena taamparan Aize.


“Aku nggak apa-apa, Ma. Ini hanya salah paham aja kok. Aize lagi emosi aja!” potong Birru yang dengan segap mencari kesempatan untuk menyudutkan Aize. Dia tidak membiarkan Aize mengungkapkan fakta tentang dirinya pada ibu kandungnya itu.


“Emang dasar menantu nggak tau diri! Nggak tahu diuntung! Berani sekali kamu menaampar Cakra dan mengusirnya. Memang kamu pikir kamu itu siapa?” sentak mama Cakra yang secara otomatis membela anaknya tanpa mencari tahu terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


“Ma, udah! Jangan bertengkar sama Aize. Ini salah Cakra, Ma. Mungkin nanti pelan-pelan aku akan nasehatin istri aku!” sahut Birru yang malah mencuri kesempatan dengan mengaku-ngaku sebagai Cakra.


“Ma, Mama nggak kenal siapa dia, Dia bukan Mas Cakra. Mama harusnya percaya sama aku. Jangan percaya dia. Dia itu serigala berbulu domba, Ma!”


Mendengar putranya dihina, mertua Aize itu jadi semakin terpancing emosi. Sejak lama dia tidak begitu menyukai Aize, tapi karena Cakra sangat mencintai wanita itu, mama Cakra mengalah dan membiarkan mereka. Namun, melihat Aize yang menuding putranya yang tidak-tidak, mama Cakra pun menaampar menantunya itu.


“Sayang!” seru Birru berpura-pura simpati setelah ibunya menaampar Aize.


“Mama kenapa taampar Aize?” tanya Birru sok tidak terima.


“Cakra, sejak awal mama nggak suka kamu nikah sama dia. Sekarang dia berani kurang ajar sama kamu. Ceraikan saja dia, Cakra. Dia nggak layak dijadikan istri!” sentak mama Cakra dengan sorot mata kebencian pada menantunya itu.


***

__ADS_1


Kembang kopinya jangan lupa 😘😘😘


__ADS_2