
Jam terbang Birru yang tinggi membuat laki-laki itu tahu apa yang mesti dilakukan untuk menyenangkan istrinya. Walau ini bukan kali pertama untuk mereka berdua, tapi tetap saja ini akan jadi momen indah pertama mereka setelah menikah.
Bibir laki-laki itu terus menyusuri keindahan kulit tubuh Aize. Sementara wanita itu memasrahkan diri dengan mengalungkan tangan ke leher Birru dan menikmati sentuhannya.
Birru memainkan perannya dengan sangat baik. Dia berhasil membawa tubuh Aize ke kasur dan membaringkannya. Ayah Arka itu berusaha melepaskan kancing yang melekat di jasnya karena meras tubuhnya mulai gerah.
Aize mengambil peran. Ia membantu Birru melepaskan jas yang entah kenapa sulit untuk dilepaskan.
Birru tersenyum saat Aize membantunya. Itu berarti sang istri sudah siap lahir dan batin menerimanya.
Setelah jasnya terlepas, Birru kembali beraksi dengan mencium leher Aize dan tangannya mulai bergerak ke area dada dan memberikan sentuhan lembut di sana yang membuat Aize mendeesaah. Birru tersenyum dan kembali mendaratkan bibirnya pada Aize yang disambut dengan baik, sampai akhirnya wanit itu pun melepaskan semua pakaian atas Birru.
__ADS_1
Keduanya jatuh ke kasur dan saling memberikan sentuhan yang membakar gelora. Tangan Aize bergerak menyentuh sesuatu yang terasa keras di bali celana yang masih melekat.
Sadar Aize menginginkanny, Birru melepaskan ciumannya dan bangkit untuk melepas celana dan yang tersisa hanya celana merah marun mirip boxer yang membungkus senjatanya.
Aize menatap Birru yang memancarkan kilatan kabut di matanya. Sebagai istri yang baik dan cukup berpengalaman, Aize melepaskan kain terakhir di tubuh Birru itu dan menyambut sesuatu yang hampir melompat.
Walau sedikit terkejut, tapi Aize ingin menjadi istri yang terbaik. Dia menggenggam ekor depan itu dan melakukan tugasnya dengan baik.
Napas Birru tersengal-sengal, matanya terpejam menikmati sentuhan dan belaian dari Aize yang selama ini hanya ada dalam hayalannya. Laki-laki itu sangat menikmati pelayanan terbaik yang diberikan sang istri.
Kedua insan itu saling memuja dan akhirnya tiba saat untuk menyatukan kedua tubuh mereka. Dengan sangat hati-hati dan lembut, Birru memasukkan senjatanya ke dalam luubang basah yang pernah melahirkan darah dagingnya.
__ADS_1
“Aize!” Birru memanggil nama belahan jiwanya itu saat meraskan kenikmatan luar biasa.
Beberapa macam kenikmatan sudah pernah dia rasakan, tapi Aize berbeda. Rasanya masih sama seperti saat dia menodainya dulu dan Birru masih ingat betul semua itu.
Di bawah sana, Aize melihat ekspresi Birru yang tampak sangat menyukai dirinya meski mata suaminya itu terpejam. Dia bisa merasakan benda tumpul yang menerobos memasuki dirinya. Sakit, tapi enak.
“Mas, pelan-pelan!” Aize mencengkeram kuat pundak Birru. Sudah dua tahun dia tidak pernah disentuh, jadi wajar kalau rasanya sedikit menyakitkan.
Birru membuka mata dan melihat wajah Aize yang kini ada di bawahnya tanpa memakai pakaian sehelai pun. Sementara miliknya yang sudah berhasil memasuki tubuh Aize, kini terasa dicengkeram dengan kuat. Bahkan lebih kuat dari cengkeraman tangan Aize di pundaknya.
“Iya, Sayang. Aku akan pelan-pelan. Jangan dijepit!”
__ADS_1
***
Noh puaskan kalian 😓😓 sini kirim kembang kopi, sama komentar yang banyak 🤭🤭 jangan bilang kuang hot, nanti dosa tanggung sendiri2 yak 🤣🤣