Dihamili Kembaran Suami

Dihamili Kembaran Suami
DKS ^ Bab 62


__ADS_3

Aize tak bisa menahan senyumnya saat melihat Birru yang sangat tidak sabar setelah dirinya memutuskan untuk menerima ayah anaknya itu. Birru sendiri juga merasa malu karena sikap agresif yang dia tunjukan pada Aiz.


“Maaf, Aize! Jadi, gimana maksud kamu?” tanya Birru yang kini benar-benar tidak sabar ingin menikahi mantan adik iparnya itu.


Aize memahami perasaan Birru saat ini. Dia pun bisa tahu betapa besarnya keinginan laki-laki itu untuk memiliknya.


“Aku tadi bilang, kalau kamu mau tunggu aku untuk mencintai kamu, pasti itu akan memakan waktu lama. Tapi, kalau kamu mau sama-sama temani aku belajar mencintai kamu, aku pasti juga akan berusaha membahagiakan kamu!”


Sebuah penantian yang berujung manis untuk Birru. Wanita yang selama ini membuat hatinya terasa mati, akhirnya kembali membuatnya kembali hidup.


“Aize, aku ingin menikahimu secepatnya. Supaya kamu bisa membahagiakanku dan kita sama-sama belajar untuk saling mencintai. Aku sudah menunggu ini terlalu lama, aku nggak mau tunggu lama lagi untuk pernikahan kita!”


Aize mengangguk setuju. Bukan karena dia tidak sabar untuk menikah dengan Birru, tapi karena dia tahu Birru sudah terlalu lama menunggunya.


**

__ADS_1


**


Hari ulang tahun Arka akhirnya tiba. Birru mendatangkan kedua orang tuanya dari kampung untuk ikut merayakan ulang tahun Arka. Ulang tahun itu akan dirayakan dua kali. Yang pertama, saat pagi hari setelah bocah tampan itu bangun tidur, dan yang kedua akan dirayakan secara meriah sore nanti.


Birru yang tadinya akan ke luar negeri, kini memberikan kejutan untuk Arka. Dia tiba-tiba muncul dengan membawa kue bersama Aize dan membangunkan Arka di kamarnya.


“Papa! Papa nggak jadi pergi?” tanya Arka dengan wajah berbinar. Dia tentu sangat bahagia karena akhirnya bisa merayakan ulang tahun bersama dengan Birru, padahal sebelumnya ayahnya itu mengatakan akan pergi ke luar negeri.


“Demi kamu!” jawab Birru yang lagi-lagi harus membuang tiket demi orang-orang yang disayanginya.


Arka sangat bahagia. Bocah itu mengucapkan permohonan sebelum meniup lilin seperti yang ibunya katakan. Arka memohon agar Tuhan menyatukan kedua orang tuanya dalam sebuah hubungan yang membuat mereka bisa tinggal serumah selayaknya orang tua yang lain.


“Selamat ulang tahun, anak papa!” ucap Birru yang kemudian menggendong putranya itu.


Setelah prosesi tiup lilin dan potong kue, Arka tampaknya sudah tidak sabar untuk mendapatkan hadiah. Sejak tadi, dia hanya melihat hadiah yang diberikan oleh Aize, sedangkan Birru belum memberinya apa-apa.

__ADS_1


“Papa nggak kasih aku kado?” tanya Arka yang mulai melayangkan tatapan protes.


“Kadonya bentar lagi datang, Sayang!”


Benar saja, beberapa menit setelah Birru mengatakan itu, beberapa orang datang dengan membawa hadiah. Namun, hadiah itu tidak hanya ditujukan untuk Arka, tapi untuk Aize juga.


“Papa kasih kado bunga-bunga?” tanya Arka tampak kebingungan.


“Kado dari sebenarnya ... papa akan menikahi Mama hari ini,” jawab Arka sembari menatap wajah Aize.


Wanita itu langsung memasang ekspresi syok yang luar biasa. Dia sama sekali tidak tahu jika Birru memiliki rencana yang luar biasa. Padahal, baru kemarin dirinya menerima laki-laki itu, apa tidak terlalu cepat jika menikah hari ini?


“Jangan bercanda dong! Kita mau rayakan ulang tahun Arka, ‘kan? Masa iya kita nikah hari ini?” Aize berusaha meyakini diri bahwa semua ini hanyalah ide konyol Birru dan hanya bercanda saja, tidak serius.


Namun, Birru tidak pernah main-main dengan omongannya. “Kemarin aku sudah bilang kalau kita akan menikah secepatnya, ‘kan? Jadi, hari ini kita menikah! Pernikahan kita akan menjadi kado terindah untuk Arka yang akan dia ingat seumur hidup. Bagus ‘kan ideku?”

__ADS_1


***


Bagus nggak gess??


__ADS_2