Dihamili Kembaran Suami

Dihamili Kembaran Suami
DKS ^ Bab 46


__ADS_3

Birru benar-benar menahan kesal saat Cakra yang terbaring dengan sisa kekuatannya itu mengatakan hal yang terbilang mengerikan baginya. Bagi Birru, meskipun dia sangat mencintai Aize, tapi setelah semua yang terjadi, rasanya tidak akan mungkin dia menikahi Aize.


“Cakra. Berhenti bicara omong kosong. Kamu mau bikin hubunganku sama Aize semakin canggung?” tanya Birru dengan napas tersengal menahan emosi. “Lagi pula aku sudah punya kekasih!”


Pernyataan yang baru keluar dari mulut Birru itu benar-benar sangat mengejutkan bagi semua orang, terutama Cakra dan Aize. Mereka tidak pernah mengira bahwa Birru memiliki kekasih.


“Aku berangkat ke Amerika untuk ketemu dia. Jadi, sekarang kamu berusaha lebih keras untuk sembuh. Aku akan bantu semua urusanmu, Cakra!”


Birru sudah tidak tahan melihat rasa sakit yang dialami oleh kembarannya saat ini. Dia segera berpamitan dan meninggalkan rumah sakit untuk mengurus masalah Cakra.


Lagi-lagi, Roy harus bekerja keras untuk mencari akar permasalahan yang Cakra hadapi. “Tuan, mayatnya Rose sudah ditemukan polisi. Tapi, yang tadi menghubungi istrinya Tuan Cakra, sepertinya tidak ada hubungan dengan Rose!” jelas Roy saat Birru sudah masuk ke mobil.


Kening Birru seketika berkerut mendengar pernyataan anak buahnya itu. Kalau bukan Rose, artinya Cakra masih punya musuh yang lain.

__ADS_1


“Siapa lagi yang memusuhinya? Kenapa anak baik masih punya banyak musuh juga?” gumam Birru sembari mengecek email yang dikirim anak buahnya.


Email itu berisi daftar kegiatan penting Cakra selama enam bulan terakhir. Birru pikir, dengan menyelidiki dari hal-hal kecil seperti ini mungkin bisa menemukan petunjuk yang lain.


Benar saja, saat melihat tanggal dan waktu Cakra menghadiri sidang sebagai saksi dalam sebuah kasus tabrakan maut. Dia lalu mengecek beberapa masalah yang muncul di usaha yang telah Cakra bangun.


“Apa Tuan memiliki kecurigaan yang sama dengan saya? Sepertinya ini ada hubungannya dengan pengusaha yang telah menabrak orang hingga tewas dan Tuan Cakra menjadi saksinya,” balas Roy yang memiliki pemikiran yang sama dengan Birru.


“Minta orang buat selidiki ini! Sekarang kita urus para karyawan yang ingin mengundurkan diri!”


Kedatangan Birru ke restoran itu tentu saja membuat kehebohan di kalangan para pegawai. Yang mereka tahu, Cakra mengalami kecelakaan dan saat ini masih dirawat di rumah sakit. Lalu, siapa yang tiba-tiba berdiri di hadapan mereka dengan tubuh yang segar bugar?


“Siapa yang ingin mengundurkan diri?” tanya Birru tanpa basa-basi dan pengenalan terlebih dahulu.

__ADS_1


Para pegawai itu saling melirik, saling berbisik, dan saling memojokkan satu sama lain. Sampai akhirnya, Birru menunjuk salah seorang untuk maju dan menjelaskan apa yang mereka mau.


“Kami ingin keluar dari sini, Pak! Kami juga minta hak kami berupa uang pesangon dan gaji lebih awal!” jelas pegawai yang ditunjuk oleh Birru.


Birru meminta manajer untuk mengambilkan surat perjanjian kerja yang ditandatangani para pegawai sebelum bekerja di restoran itu. Tak butuh waktu lama setelah membaca detail isi perjanjian, Birru menutup map itu dan tersenyum licik.


“Kalian hanya akan mendapat pesangon saat dipecat. Mengundurkan diri berarti kalian melanggar kontrak dan harus membayar denda,” balas Birru dengan santai.


Para pegawai itu saling melirik dan bingung. Namun, Birru tersenyum karena merasa menang.


“Aku akan buat kalian tidak bisa diterima di restoran mana pun. Mungkin kalian hanya akan bisa mengandalkan orang-orang yang membayar kalian agar mengundurkan diri, tapi aku bisa jamin kalau kalian tidak akan bekerja lama di sana dan harus bersiap mencari pekerjaan lain!”


Semua orang benar-benar bingung dengan Birru yang sangat berbeda dengan Cakra. Walau mereka belum tahu bahwa sebenarnya yang di hadapan mereka bukanlah Cakra, melainkan Birru.

__ADS_1


***


Kalau ada typo, langsung komen di paragraf boleh banget yak gess 💋💋


__ADS_2