Dihamili Kembaran Suami

Dihamili Kembaran Suami
DKS ^ Bab 28


__ADS_3

Aize tidak mengerti apa yang membuat Birru turut melampiaskan dendam itu padanya. Dia juga tidak pernah merasa dibuntuti atau dikorek informasi oleh siapa pun. Lalu, dari mana Birru mengetahui semua tentangnya dan Cakra. Pasti dia hanya membual saja, pikir Aize.


Birru memperbaiki posisi duduknya. Dia tidak mau mengingat apa pun tentang masa lalu, karena itu adalah patah hati terberat yang pernah dia rasakan.


Mereka saling membisu. Tenggelam dalam pikiran masing-masing. Sementara taksi terus melaju hingga berhasil mengantarkan mereka sampai di depan sebuah rumah yang cukup mewah.


Birru dan Aize sama-sama turun dari taksi setelah Birru membayar ongkos. Tanpa banyak basa-basi lagi, Birru segera masuk dan meninggalkan Aize yang masih harus mengatur napas dan bersiap menghadapi apa yang akan terjadi.


Saat masuk ke rumah Cakra, terlihat dua orang tua yang sedang mencemaskan apa yang terjadi. Mereka menatap Birru dengan pandangan bingung karena keduanya masih belum menyadari perbedaan antara Cakra dan Birru.


Begitu Aize menyusul masuk, mereka bisa menyimpulkan bahwa itu adalah Birru melihat ekspresi kebencian di mata menantu mereka.


“Apa yang ingin kalian bicarakan?” tanya Birru yang sama sekali tidak merasa perlu bersikap sopan pada orang tua kandungnya.


Mama Cakra mendekat dan berniat merangkul putranya itu, tapi sayangnya Birru berhasil menghindar. Dia sangat enggan bersentuhan dengan orang tua yang sudah tega membuangnya sejak bayi.

__ADS_1


“Birru, tolong jangan menghancurkan kehidupan Cakra. Dia nggak tahu apa-apa. Dia nggak salah, Birru. Kembalikan Arka pada Cakra dan Aize!” kata mama Cakra sambil menangkupkan kedua tangan, memohon pada putra pertamanya itu.


Birru mengangkat ujung bibir kirinya dan menampilkan senyum sinis. “Apa Aize menantu yang bisa Anda andalkan? Bukankah beberapa waktu lalu Anda sangat ingin Cakra menceraikannya?”


Sontak saja hal itu membuat mama Cakra dan Birru itu seakan tertaampar dengan pertanyaan yang putranya lontarkan. Dia memang tidak begitu menyukai Aize, tapi walau bagaimanapun Aize adalah istri Cakra dan sebagai ibu dia tidak ingin putranya menghancurkan kebahagiaan putranya yang lain.


“Arka itu anakku dan Aize. Hanya aku dan Aize yang berhak atas Arka. Bukan kalian, bukan juga Cakra!” imbuhnya masih dengan tatapan sinis.


“Birru, tolong maafkan Papa sama Mama. Kami tidak bermaksud membuangmu, tapi keadaan saat itu sangat sulit buat kami, Birru!” sahut papa Cakra merasa bersalah.


Aize tidak tahan untuk diam saja. Dia harus tahu cara apa yang bisa lakukan untuk mendapatkan putranya kembali.


“Aku tidak peduli dengan dendammu yang tidak masuk akal itu. Katakan, apa yang harus aku lakukan agar Arka kembali padaku!”


Birru mengalihkan perhatiannya pada Aize. Dia berjalan mendekati istri kembarannya itu dan mendekatkan wajahnya pada Aize hingga wanita itu mundur beberapa langkah. “Kamu mau Arka kembali?” tanyanya dengan kedua alis terangkat.

__ADS_1


Aize mengangguk dan menatap Birru dengan wajah takut. “I-iya!”


“Ceraikan Cakra!”


Jantung Aize rasanya berhenti berdetak. Dia sekarang harus memilih antara suami dan anaknya, sedangkan bagi Aize keduanya bukanlah sebuah pilihan.


Tanpa terasa air bening meluncur keluar dari pelupuk matanya. “Maksud kamu ... kamu ingin aku menceraikan Mas Cakra, lalu menikah denganmu?” tanya Aize dengan suara bergetar.


Birru lagi-lagi tersenyum licik. “Aku nggak butuh istri sepertimu! Aku hanya butuh kamu menceraikan Cakra. Lagi pula, aku sudah pernah menikmatimu!”


Mendengar jawaban Birru itu, ada hati yang terasa panas dan membakar jiwanya. Tanpa pikir panjang lagi, dia langsung menghantamkan pukulan keras di wajah Birru untuk melampiaskan rasa kesalnya.


***


Ramaikan komennya, jangan lupa like dan hadiahnya 😚😚😚

__ADS_1


__ADS_2