
Cakra sangat merasa bersalah pada Aize. Selama ini dia sibuk memikirkan nasib usahanya dan juga bingung mencari keberadaan Arka. Sampai-sampai dia lupa dan tidak menyadari bahwa dia telah memperlakukan Aize dengan berbeda.
“Lupakan kejadian itu, Aize. Aku tahu itu bukan kesalahan kamu. Maafkan aku, Sayang. Aku juga nggak mau kehilangan kamu.”Cakra memeluk istrinya dengan sangat erat. Dia bisa merasakan tubuh Aize yang bergetar karena tangis.
Aize mencurahkan kesedihannya dan pasangan suami istri itu akhirnya bisa saling memaafkan dan menerima takdir yang menimpa mereka.
**
**
Setelah Arka kembali, secara otomatis orang tua Cakra juga pulang ke rumahnya. Mereka pikir keadaan sudah aman dan terkendali meski mereka belum bertemu dengan Birru lagi. Namun, rupanya masalah yang orang tua Cakra hadapi belum selesai.
Seseorang telah mengambil alih rumah yang mereka miliki karena rupanya dana untuk investasi bodong itu mereka dapatkan setelah meminjam sejumlah uang di bank. Tahun-tahun awal mereka memang mendapatkan keuntungan yang besar, tapi sayangnya sekarang mereka telah tertipu habis-habisan setelah menginvestasikan uang yang tidak sedikit jumlahnya.
__ADS_1
Mendengar kabar menyedihkan dari orang tuanya, Cakra berusaha membantu. Namun, kedua orang tuanya menolak karena saat ini usaha Cakra juga sedang tidak baik-baik saja. Mereka juga sudah memutuskan untuk pulang kampung ke tanah kelahiran mama Cakra.
Cakra merasa semua ini ada hubungannya dengan Birru, untuk itulah dia mendatangi kediaman saudara kembarnya itu dan mendapat sambutan baik.
“Jangan ikut campur dengan masalahku dan orang tuamu. Kamu tidak mengerti penderitaan yang harus aku lalui karena mereka. Dan asal kamu tahu, aku melepaskanmu bukan karena aku merasakan ikatan saudara di antara kita. Semua itu karena Arka dan juga ... Aize!”
Mendengar pengakuan dari Birru, tentu saja Cakra merasa ada yang aneh. Apalagi, dia sudah melihat sendiri bagaimana Birru memperlakukan Aize dan juga tatapan mata Birru pada wanita yang menjadi istrinya itu.
Birru tersenyum sinis. “Aku punya anak dengannya. Aize adalah wanita yang telah melahirkan anakku. Kamu masih tanya hubunganku dengannya?” Birru seakan mengejek saudara kembarnya karena berhasil menikmati tubuh istrinya.
“Bukan! Bukan karena alasan itu, ‘kan? Pasti ada alasan lain. Ada hubungan apa kamu dan Aize di masa lalu?”
Tebakan Cakra memang benar. Ada sesuatu yang belum selesai antara Birru dan Aize. Sebuah kesalahpahaman yang berujung menyakitkan bagi Birru.
__ADS_1
Tatapan penuh tanda tanya yang dilayangkan oleh Cakra rupanya membuat Birru tertarik untuk membuka cerita lama yang selama ini dia pendam sendirian.
“Kamu tahu, saat itu ayah angkatku baru meninggal. Aku pikir, aku bisa menemukan kalian dan bisa berkumpul bersama, tapi aku gagal mencari keberadaan kalian karena ayahku hanya menyebutkan nama rumah sakit dan nama orang tuamu.” Birru menarik napas panjang dan tersenyum tipis sebelum melanjutkan kembali ceritanya. Dia berdiri di belakang jendela dan menatap ke pekarangan rumahnya sendiri yang sangat luas.
“Di rumah sakit itu, aku bertemu dengan Aize yang sedang menemani ibunya kontrol. Dia satu-satunya orang yang bisa bicara berbahasa inggris di ruang tunggu itu. Aize gadis yang sangat menyenangkan, bahkan ibunya juga terlihat menyukaiku. Sayangnya, kami tidak berkenalan lebih jauh karena aku harus kembali ke Jepang setelah mendapat kabar ibu angkatku meninggal karena kecelakaan di hari itu. Tapi, aku selalu mengingat Aize.”
Mendengar cerita Birru, kening Cakra terangkat tinggi. “Ma-maksud kamu ... kamu lebih dulu ketemu Aize tanpa saling berkenalan?”
Birru kembali menatap Cakra dan duduk di hadapannya. “Ya! Sayangnya, setelah aku kembali dan melarikan diri dari neraka itu, aku melihat kalian di butik sedang memesan gaun pernikahan. Kalau saja aku tidak punya hati, pasti saat itu juga aku akan menghancurkan hubungan kalian. Parahnya lagi, aku mendapat semua informasi tentang kalian, dan ternyata aku sudah dianggap mati oleh keluargamu. Sekarang kamu tahu bagaimana sakit yang aku rasakan selama ini, ‘kan?”
***
Sabar ya, atu-atu kebongkar 🤗🤗 pokoknya selama sajen kembang sama kopi aman, like komen aman juga, othor mah akan berbaik hati 🤣🤣🤣
__ADS_1