
Birru masih berada di restoran milik Cakra dan belum ada yang menyadari bahwa dirinya bukanlah Cakra yang asli. Dia memeriksa beberapa dokumen di kantor yang berada di restoran itu. Birru juga memeriksa data ponsel beberapa karyawan untuk menyelidiki siapa yang membayar mereka, melalui jaringan wifi yang mereka gunakan.
Birru memang lebih cepat mengurus masalah Cakra karena dia memiliki anak buah yang berkompeten dan sangat memudahkannya. Dia juga memiliki relasi yang sangat membantu sehingga tidak heran kalau masalah yang Cakra hadapi ini bukanlah masalah yang besar.
Beberapa karyawan yang ingin mengundurkan diri dan menuntut untuk membayar pesangon, akhirnya memutuskan untuk bertahan. Tak berapa lama, Roy juga mendapat informasi dari hacker mereka bahwa pelakunya sudah ketemu. Sementara tim lain juga melaporkan bahwa mereka sudah berhasil mendapatkan beberapa informasi berharga mengenai pelaku tabrakan maut yang ingin menghancurkan usaha Cakra.
“Bagus! Kasih bonus dua puluh persen dari gaji untuk mereka semua!” titah Birru sembari senyum-senyum menatap surat elektronik yang berisi amunisi untuk membalas apa yang terjadi pada Cakra.
“Siap, Tuan!”
Roy dan Birru segera meninggalkan restoran dan menemui pengusaha yang cukup berpengaruh di negeri ini. Pengusaha itulah yang menjadi pelaku utama berbagai masalah yang muncul di bisnis yang Cakra bangun.
Sebelum sampai di perusahaan milik pengusaha itu, Birru sudah mengirimkan pemberitahuan dengan mengirim sebuah video rekaman kecelakaan dari sebuah ruko yang sebenarnya sudah dihapus oleh pemiliknya atas perintah dari pengusaha itu. Karena ancaman itulah, Birru bisa mendapat akses untuk datang ke perusahaannya.
__ADS_1
Sesampainya di gedung bertingkat milik targetnya, Birru dan Roy disambut seorang wanita dan diantarkan menuju ruangan CEO. Laki-laki itu tersenyum mengejek saat memasuki ruang kerja pengusaha yang diketahui bernama Mario itu.
“Ka-kamu!” Tentu saja laki-laki paruh baya itu kebingungan setelah melihat wajah tamu yang mengirimkan ancaman padanya.
“Halo, Tuan Mario. Anda kenal saya, ‘kan?” sapa Birru yang kemudian berjalan menghampiri Mario.
Pengusaha yang berbuat jahat pada Cakra itu mengusap wajahnya dengan kasar. Jelas dia kebingungan. Bagaimana bisa orang yang baru saja mengalami kecelakaan dan menjalani operasi di kepala, sekarang berdiri tegak di hadapannya dengan gagah tanpa luka sedikit pun.
“Tidak usah heran! Belum pernah ketemu anak kembar yang identik ya?” sindir Birru yang saat ini sudah duduk di depan kursi kebesaran milik Mario. “Akan lebih baik kalau kita bicara secara pribadi.” Pandangan Birru tertuju pada wanita yang tadi menyambutnya di lobi dan saat ini masih berada di ruangan Mario.
“Pergilah, Sayang! Kekasih gelapmu ini aman bersamaku!” Lagi-lagi Birru mengejek Mario dengan senyumannya yang membuat pengusaha itu semakin kalang kabut.
Jelas saja Birru tahu semua tentang Mario dan ini adalah saat yang tepat untuk menghancurkan laki-laki itu sampai ke akarnya. Dia bisa melenyapkan Rose dengan mudah, dan meski Mario adalah orang kuat di negeri ini, Birru memiliki banyak kelemahan Mario yang menjadi senjata untuk menghancurkannya.
__ADS_1
“Apa yang kamu mau?” tanya Mario tanpa basa-basi.
Melihat Birru yang memiliki rekaman CCTV kecelakaan maut yang dilakukannya, dan juga fakta perselingkuhan Mario dengan sekretarisnya, jelas saja laki-laki itu tahu Birru bukan orang yang sembarangan.
“Berhenti mengganggu Cakra dan keluarganya. Usahanya, dan kehidupannya! Kembalikan nama baik usaha Cakra dan bertanggung jawablah dengan kecelakaan itu. Kalau tidak, semua data ini akan muncul di media!” Birru melemparkan tablet miliknya yang menampilkan berbagai kejahatan dan kecurangan Mario yang selama ini selalu lolos dari jerat hukum.
Mario mengambil tablet itu dan hendak menghapusnya, tapi Birru sudah bisa membaca pikiran Mario.
“Hapus saja. Aku masih punya seribu salinannya!” kata Birru dengan santai. “Aku sudah mengirimkan semua itu pada media nasional dan internasional dengan email berjadwal. Hanya aku yang tahu email dan kata sandinya. Kalau kamu mau aku membatalkan jadwal emailnya, maka turuti perintahku!”
Ekspresi wajah Birru seketika berubah jadi menyeramkan. Dia tidak pernah main-main dengan ancamannya. Masalah besar akan menimpa Mario saat email itu berhasil terkirim, dan tidak akan ada yang bisa menyelamatkan kehancurannya.
***
__ADS_1
Hari senin, bagi vote dong gaess 🤗🤗🤗