
Mulai hari ini, Aize bekerja menggantikan suaminya. Dia sudah mulai mengunjungi kafe dan restoran juga beberapa usaha lain yang dirintis oleh Cakra. Wanita itu benar-benar sibuk hari ini dan membiarkan Arka bersama Birru selama seharian ini.
Ibunda Arka itu tidak sendirian. Dia ditemani oleh Roy yang juga membantu Birru saat menangani masalah yang dihadapi Cakra. Tentu semua itu atas perintah Birru yang saat ini ingin menghabiskan waktu bersama Arka sebelum pergi ke Amerika.
Sampai akhirnya, tanpa terasa sore pun tiba. Aize yang mulai sekarang harus menyetir mobil sendiri, kini terdiam di dalam mobil. Biasanya, Cakra yang akan mengantar dirinya ke mana pun Aize pergi. Kalau tidak, dia akan pergi dengan taksi karena Cakra akan selalu khawatir tiap kali Aize menyetir.
“Mas, dulu kamu yang larang aku buat nyetir sendiri, sekarang kamu yang maksa aku buat lakuin semuanya sendiri, Mas!” ucap Aize yang seolah tengah mengeluh pada sang suami.
Saat Aize masih meratapi nasibnya yang kini sangat berubah sejak bahu tempatnya bersandar pergi, tiba-tiba sebuah panggilan telepon masuk ke ponselnya. Wanita segera meraih tas miliknya dan mengecek siapa yang tengah meneleponnya.
Senyum di wajah cantik itu langsung terbit setelah melihat wajah lucu sang putra memenuhi layar ponselnya. Tanpa menunggu lama, Aize segera menjawab panggilan telepon dari Arka yang saat ini masih bersama Birru.
“Halo, Sayang!” sapa Aize sambil melambaikan tangan ke arah kamera.
Arka sepertinya berada di tempat futsal saat ini. “Mama, ke sini dong! Lihat, Arka sama Papa lagi tanding, Arka butuh suporter, Ma!” seru Arka yang terlihat sangat antusias.
“Emangnya kamu lagi di mana, Sayang?” tanya Aize yang tampaknya akan mengabulkan keinginan sederhana Arka.
“Aku kirim lokasi ya, Ma! Mama harus ke sini loh!”
__ADS_1
Jelas saja Aize tidak bisa menolak keinginan pangeran kecilnya yang kini menjadi satu-satunya penyemangat hidup Aize. Dia segera meluncur menuju alamat yang telah Arka kirimkan. Meski nantinya akan bertemu Birru di sana, tapi Aize lebih mementingkan perasaan sang putra daripada perasaannya sendiri.
**
Aize kini sudah berada di lapangan futsal tempat Arka dan Birru bermain sepak bola. Wanita itu mencari sekeliling untuk menemukan putranya karena di sana ada beberapa lapangan yang disekat dengan jaring tinggi.
“Mama!” Suara teriakan Arka membuat senyum di wajah Aize kembali terbit.
Wanita itu kini mulai mengembalikan senyum yang lama menghilang dari wajahnya. Dia berusaha menepati janji pada dirinya sendiri yang ingin melanjutkan hidup dengan baik demi Arka, dan perlahan mengubur kesedihannya.
Aize menghampiri Arka dan membawakan minuman dingin untuk putranya itu. “Sini, Sayang!” Aize memanggil sang putra agar menepi sejenak dari lapangan.
Aize mengangguk sebagai jawaban. “Kamu yang kasih ke Papa ya!”
Birru tentu sangat senang mendapat perhatian kecil dari Aize. Dia sama sekali tidak menyangka jika Aize mau peduli dengannya yang sejak awal sudah wanita itu benci.
“Makasih, Sayang! Makasih mamanya Arka!” ucap Birru saat menerima minuman yang diberikan oleh putranya.
Ketiga orang yang terlihat sebagai keluarga utuh itu, akhirnya menikmati sore yang indah bersama-sama. Arka dan Birru bisa bermain dengan bahagia ditemani Aize yang selalu menjadi pendukung putranya.
__ADS_1
**
Malam ini, Birru kembali menginap di rumah Aize. Arka yang memintanya untuk menginap karena malam ini adalah malam terakhir mereka sebelum berpisah untuk waktu yang cukup lama.
“Mama, Papa, Arka boleh minta sesuatu nggak?” tanya Arka saat akan ke kamarnya untuk tidur.
Aize dan Birru saling melirik sebelum akhirnya keduanya menanyakan apa yang menjadi keinginan Arka.
“Aku ... aku ingin tidur sama Mama sama Papa sebelum Papa pergi! Aku kangen tidur bertiga lagi kayak waktu Papa Cakra masih hidup. Sekali ini aja, Ma, Pa! Boleh nggak?” pinta Arka dengan wajah memohon.
Birru tahu Aize pasti merasa keberatan. Dia berinisiatif untuk menolak agar Aize tidak mencurigainya yang tidak-tidak. “Nggak boleh, Sayang! Papa bukan suaminya Mama!”
“Tapi, kalau Papa bukan suaminya Mama, kenapa aku bisa jadi anak Mama sama Papa?”
***
Innpo nupel baruku gaess, cuss maampir yuk 🤗🤗
__ADS_1