Dihamili Kembaran Suami

Dihamili Kembaran Suami
DKS ^ Bab 44


__ADS_3

Para pengawal Rose saat ini tengah siaga karena Birru tiba-tiba mengeluarkan senjatanya dari balik sepatu. Para pengawal Rose memang lengah dan mudah ditipu, dan Birru sudah mengetahui itu sejak lama.


Ujung pistol yang dipakai Birru menyentuh leher Rose, tapi wanita itu yakin, Birru tidak akan membunuhnya sekarang. “Santai, Bi. Kita bisa bicarakan ini baik-baik, ‘kan?” Rose berusaha menyentuh kulit Birru, tapi dengan cepat laki-laki itu menahan gerakan Rose.


Rose sangat terkejut dengan sikap Birru saat ini. Yang dia tahu, Birru sangat membenci Cakra, dan kematian Cakra pasti menjadi hal yang membahagiakan untuk Birru. Lalu, kenapa dia jadi semarah ini?


“Kita? Sejak kapan ada kata kita di antara aku dan kamu,” balas Birru yang kemudian menyandera Rose. Dia akan membawa wanita itu kabur dan melanjutkan rencananya.


“Birru, Birru! Jangan sok keren, kamu hanya seorang giigolo! Kamu pikir kamu bisa keluar dari tempat ini dengan selamat!” ancam Rose dengan senyum yang terkesan meremehkan.


Wanita itu menatap bangga pada pasukannya yang berjumlah lebih dari sepuluh orang. Rose sangat yakin bahwa dirinya tidak akan dikalahkan begitu saja oleh Birru.


“Oh ya, aku sanggup kok melawan mereka semua. Apa perlu kita coba?” tantang Birru sembari menekuk tangan Rose ke belakang. “Maju!” serunya pada para pengawal Rose.


Satu tangan Birru memegang tangan Rose yang tertekuk ke belakang, sementara tangan yang lain juga kakinya menahan dan menyerang para pengawal Rose.

__ADS_1


Mereka tidak begitu berani menyerang secara keroyokan karena Birru masih memegang pistol dan juga tangan Rose. Jika salah melangkah, bisa-bisa nyawa Rose melayang.


“Segini saja kemampuan kalian?” ejek Birru yang berhasil mengalahkan pengawal Rose dengan satu tangan.


Tentu saja Birru bisa mengalahkan mereka karena satu tangan yang lain memegang kendali atas keselamatan Rose. Tak berselang lama, para pasukan Birru datang menyerang dan melumpuhkan mereka semua. Akhirnya, Rose berhasil dibawa pergi. Sementara dua sopir yang dibayar oleh Rose menjadi tawanan mereka.


Para pengawal itu tidak ada yang tahu ke mana Rose dibawa pergi. Wanita itu kini sudah diamankan oleh Birru dan bersiap menjalankan rencana mereka selanjutnya.


Birru membawa Rose pergi dengan menggunakan mobil wanita itu. Tangan Rose yang sejak keluar rumah tadi terikat, membuat wanita itu tidak bisa bergerak untuk melarikan diri. Kini, mobil itu berhenti di suatu gudang yang sangat sepi.


Rose bersikeras menolak, tapi Birru tak kehabisan akal untuk memaksanya. Laki-laki itu terus membuat Rose meminum minuman yang telah dia siapkan.


Meski banyak minuman yang berhasil dibuang Rose, tapi efek kuat dari minuman itu tetap saja terasa setelah dia meneguknya. Kepala wanita itu terasa sangat berat dan dia mulai meracau.


Birru tersenyum licik karena berhasil membuat Rose terperangkap dalam rencananya. Dia lalu memberi kode pada Roy yang sekarang sudah ada di belakangnya.

__ADS_1


Birru mengendalikan mobil Rose itu dan membawanya ke luar kota. Sampai di jurang yang cukup sepi, Birru memindahkan tubuh Rose yang tak sadarkan diri karena mabuk berat itu ke kursi kemudi. Lalu, Roy mensterilkan mobil itu agar tidak ada sedikit pun jejak Birru yang tertinggal di sana.


Roy menyalakan sebatang rokok, dan membuang sisanya di kursi samping. Mereka akan membuat seolah-olah Rose mabuk berat dan karena rokok itulah mobilnya akan terbakar dan bisa dipastikan Rose tidak akan selamat.


Birru benar-benar manusia kejam. Demi kebahagiaan Arka dan Aize, dia membalas perlakuan jahat Rose pada Cakra.


Kedua laki-laki mengamati sekitar dan memastikan tidak ada saksi yang melihat mereka. Lalu, keduanya mendorong mobil Rose ke jurang dan menunggunya terguling-guling dan akhirnya meledak. Roy lalu menghubungi seseorang untuk menghapus rekaman CCTV di rumah Rose lewat hacker yang mereka punya.


“Sudah beres semua, Tuan! Kita bisa kembali!” ucap Roy setelah menyelesaikan tugasnya.


Birru tersenyum sinis menatap mobil Rose yang terbakar di bawah sana. Di saat itulah, ponselnya berbunyi, dan itu dari Arka.


“Papa! Mama, Pa!”


***

__ADS_1


Banyakin komennya gaess, mau dukung Aize sama Cakra atau Birru 🤣


__ADS_2