
Birru masih mencari alasan untuk menghindari permintaan Arka yang ingin bertemu dengan Aize. Dia merasa, sekarang adalah saatnya dia bahagia dengan putranya itu karena selama ini dia tidak pernah mendapatkan apa pun yang menjadi haknya dari keluarga itu.
“Arka, tadi pagi Mama kirim pesan ke Papa, kalau Mama masih butuh waktu sebentar lagi. Mama bilang Mama juga kangen Arka, Arka harus minum obat dan sembuh, tapi Mama masih harus selesaikan urusan Mama. Sekarang, Arka sama Papa dulu, nggak apa-apa, ‘kan?”
Birru berusaha membujuk Arka agar bisa lebih tenang dan ceria lagi. Dia ingin Arka melupakan Aize dan Cakra, lalu menjalani hidup bahagia dengannya.
“Tapi, Mama nggak pernah pergi lama, Pa. Arka pengen dengar suara Mama sebentar aja!”
Dengan terpaksa Birru menghubungi nomor pribadinya yang sudah lama tidak aktif. Dia mengganti nama panggilan di kontak ponselnya itu dan me-loudspeaker suaranya.
Tidak ada suara Aize di sana. Yang ada hanya suara operator yang mengatakan bahwa nomor yang tengah dihubungi saat ini sedang tidak aktif dan meminta untuk mencoba beberapa saat lagi.
“Tuh kan! Mama lagi sibuk nomornya nggak aktif. Nanti kita coba lagi ya!” bujuk Birru yang sepertinya kali ini caranya berhasil.
Arka akhirnya mau sarapan dengan Birru. Kedua laki-laki beda generasi itu rupanya memiliki selera makan yang sama. Birru juga tampak telaten menyuapi Arka yang tanpa dia sadari sudah membuat perubahan yang cukup besar dalam hidupnya.
Sementara itu, Aize akhirnya diizinkan pulang. Dia masih merasa sedih karena fakta bahwa putranya tidak di rumah sekarang. Oleh karena itulah, Aize tidak ingin pulang sekarang.
“Aku antar kamu pulang ya! Kamu istirahat di rumah, kalau dia datang kamu langsung telfon aku!” kata Cakra setelah menebus obat untuk sang istri.
Aize menatap suaminya yang saat ini tengah membukakan pintu mobil untuknya. “Mas, apa aku boleh ikut? Aku nggak mau di rumah sendirian!” pinta Aize yang merasa tidak nyaman di rumah tanpa Arka.
__ADS_1
Cakra menghela napas berat. Dia harus mengurus banyak hal dan rasanya tidak akan mudah jika Aize harus ikut.
“Aize, aku pergi juga sambil cari Arka. Kamu harus di rumah, supaya kalau Birru datang bawa Arka, ada orang di rumah!” balas Cakra yang merasa keberatan jika Aize ikut keluyuran dengannya.
“Mas, aku mohon! Aku nggak akan ngerepotin kamu kok!”
Melihat wajah Aize yang pucat itu tengah memohon, Cakra pun tidak bisa menolak lagi. Akhirnya, pasangan suami istri itu pergi bersama. Cakra membawa Aize ke rumah ibunya untuk melihat keadaan kedua orang tua yang juga tengah mengalami kesulitan itu.
Sesampainya di rumah orang tua Cakra, ternyata kedua orang tua paruh baya itu tengah bertengkar hebat. Keduanya saling menyalahkan karena sama-sama ditipu. Sang ayah ditipu oleh investasi bodong, dan sang ibu juga tertipu karena tergiur arisan yang tidak jelas.
“Papa, Mama, stop!” teriak Cakra saat baru memasuki rumah orang tuanya.
“Cakra!”
Keempat orang dewasa itu akhirnya duduk saling berhadapan. Cakra sudah terlalu banyak masalah sehingga dia tidak bisa banyak membantu masalah orang tuanya itu.
“Anak aku diculik, sekarang nggak tahu di mana keberadaannya. Papa sama Mama apa nggak simpati sedikit pun?” tanya Cakra dengan tampang lelah menghadapi orang tuanya sendiri.
“Soal Birru. Papa sudah dengar Cakra. Kalau pun Arka bukan anak kamu ....”
“Arka itu anakku, Pa!” sahut Cakra yang mempertegas status Arka di pikiran, mata, dan hatinya.
__ADS_1
“Iya, Papa tahu! Bagaimana perkembangannya? Apa sudah ada kabar terbaru dari polisi?”
Cakra menatap ayah dan ibunya secara bergantian. Semua yang menimpanya saat ini adalah kesalahan mereka di masa lalu.
“Belum ada. Aku ke sini mau minta tolong sama Mama dan Papa. Selama Arka belum ketemu, tolong jaga rumahku. Aku yakin, Birru pasti akan datang lagi, target dia itu kalian, bukan kami!”
***
Kembang kopi, like komennya buat dukung othor ya gess biar semangat up 3 bab tiap hari 🤣🤣🤣
Othor bawakan rekomendasi lagi, kali ini dari Ratu Ngupil, Dhevis Juwita. Judulnya : Skandal di atas Skandal
Karena tidak mau hidup miskin lagi, Zara nekat menjebak Logan Genoz yang notabene adalah seorang direktur di tempatnya bekerja. Status Zara yang seorang cleaning service mendadak berubah menjadi seorang nyonya Genoz.
Logan meminta Zara untuk melahirkan seorang pewaris jika ingin bertahan dengan posisinya. Tapi, selama dua tahun Zara tak kunjung hamil.
Setelah Zara selidiki ternyata Logan yang tidak subur dan terpaksa Zara tidur dengan pria lain supaya bisa hamil dan posisinya aman.
Mampir ya gaess
__ADS_1