Dihamili Kembaran Suami

Dihamili Kembaran Suami
DKS ^ Bab 21


__ADS_3

Arka membuka mata dan melihat sekeliling. Dia melihat ayahnya sedang menelepon seseorang di ruangan yang sangat asing.


“Papa!”


Suara lirih bocah itu berhasil mengalihkan perhatian Birru. Dia segera mengakhiri panggilan teleponnya dan menghampiri sang putra yang tengah sakit itu.


“Iya, Sayang. Kamu butuh apa? Biar Papa bilang sama Bibi!” Birru tampak khawatir dengan keadaan putranya. Dia agak menyesal karena membawa Arka dalam keadaan sakit, tapi kesempatan yang dia peroleh sangatlah sedikit, dan memang ini waktu yang Birru rasa paling pas untuk membawa putranya itu.


“Ini di mana, Pa? Mama mana?” tanya Arka dengan wajah sedih.


Birru mengusap kepala putranya itu dan menjawab, “Mama lagi ada urusan. Kamu di sini sama Papa ya, ini rumah Papa, rumah kamu juga, Sayang!”


Sayangnya, Arka tampak tidak puas dengan jawaban ayahnya itu. Dengan tanpa suara, bocah laki-laki itu mulai menangis. Dia sangat membutuhkan ibunya apalagi dalam keadaan sakit seperti ini.


“Mama, kenapa Arka nggak diajak? Kenapa Mama pergi sendiri? Kenapa Papa bawa Arka ke sini?”


Berbagai pertanyaan dari bocah empat tahun itu membuat kepala Birru terasa pening. Dia berusaha bersabar dengan mencoba mengambil napas dalam-dalam.


Memang, membesarkan anak tidak semudah yang Birru bayangkan. Apalagi, Arka sudah mengerti keadaan dan mulai mencari-cari ibunya.

__ADS_1


“Sayang, Papa kan udah bilang kalau Mama ada urusan. Arka lagi sakit, jadi nggak bisa ikut Mama. Arka harus ngerti ya. Cepat sembuh dan jangan pikirin Mama, nanti kalau bisa Papa akan hubungi Mama ya,” kata Birru yang kemudian memeluk sang putra agar kembali tidur. Sepertiya obat dari dokter kurang bekerja sehingga Arka tidak bisa tidur lelap.


Sementara di rumah sakit, Aize akhirnya membuka mata. Dia melihat suaminya sedang berbincang dengan seorang perawat yang telah memberikan obat untuk Aize.


Beberapa saat setelahnya, Cakra pun menghampiri sang istri yang ternyata sudah sadar. Dengan sigap laki-laki itu meletakkan obat di nakas, dan langsung menghampiri sang istri.


“Aize, kamu udah sadar?” tanya Cakra pada sang istri yang baru membuka mata.


“Mas Cakra!” Meski kepalanya masih terasa pusing dan rasa ingin muntah, tapi Aize berusaha bangun dan mengkhawatirkan hubungannya dengan Cakra yang sedang di ujung tanduk.


“Maafkan aku, Mas. Aku nggak pernah siap untuk cerita, maaf!” ucap Aize sambil menundukkan kepala. Dia belum mengetahui kabar kalau anaknya sudah dibawa pergi oleh Birru, tapi Aize masih memikirkan hubungannya dengan Cakra yang sudah terjalin selama bertahun-tahun.


Mendengar jawaban suaminya, Aize merasa sangat terharu dan bersyukur. Dia meraih tangan Cakra dan menciumnya berkali-kali. Rasanya, tidak ada yang lebih melegakan daripada pengertian suaminya.


Cakra awalnya tidak ingin memberitahukan kabar mengenai Birru yang membawa Arka, tapi tiba-tiba polisi datang ke ruangan Aize untuk meminta keterangan. Mereka harus menggali informasi dari Aize yang beberapa kali pernah berhubungan dengan Birru.


“Mas, kenapa ada polisi?” tanya Aize saat aparat penegak hukum itu datang ke ruangannya.


Cakra terlihat gugup, tapi kebenaran harus diungkapkan. Siap tidak siap Aize harus tahu keadaan Arka sekarang.

__ADS_1


“A-Arka … Arka dibawa pergi sama Birru waktu kamu pingsan, Aize!”


***


Ah, aku tidak sanggup membayangkan🙈🙈🙈


Mon maap promo ya gaess, agak telat sebenarnya karena aku sakit lama juga 🙈🙈


Nupel baru dari Ratu Anu



Tiba-tiba menjadi gadis penebus hutang, Aina harus merelakan dirinya dinikahi oleh pria paruh baya, sosok yang lebih pantas menjadi ayahnya.


Namun, siapa sangka, ternyata pria tersebut adalah orang yang terhubung dengan masa lalunya.


Lalu bagaimana Aina keluar dari bayang-bayang itu, sementara masa lalu terus mengejarnya. Bahkan mengikatkan tali tak kasat mata di kakinya.


Penasaran langsung cuss ya, yang udah mampir makasih ❤️

__ADS_1


Ramaikan komennya Cakra Birru ya gaess 😘😘😘


__ADS_2