
Birru telah meninggalkan rumah sakit dan kini menemui Rose untuk membalas kejadian malang yang menimpa saudara kembarnya. Anak buah Birru sekarang sudah memantau posisi dan pergerakan wanita itu.
Sesampainya di sekitar rumah Rose, Roy mengabarkan bahwa kedua sopir yang menabrak Cakra juga ada di rumah itu. Ini adalah suatu kebetulan yang sangat menguntungkan untuk mereka.
“Aku akan masuk lebih dulu! Kalian bisa menyusul kalau aku tidak kembali dalam tiga puluh menit!” seru Birru pada anak buahnya. Dia lalu keluar dari mobil dengan memakai topi, masker, dan jaket dan membuat keributan dengan memukul pagar rumah Rose.
Setelah beberapa kali Birru memanggil nama Rose sembari menggedor-gedor pagar besi, akhirnya penjaga keluar. Tubuh kekar dan beberapa tato dengan lengan tampak garang menyapa Birru.
“Ada apa!” sentak penjaga rumah dengan tampang galak itu saat melihat Birru datang membuat keributan.
“Ada kiriman penting untuk Ibu Rose. Ini penting dan saya harus menyampaikannya langsung pada Bu Rose!” balas Birru yang sudah menyiapkan sebuah map dengan logo rumah sakit tempat Cakra dirawat.
Penjaga rumah itu tampak saling pandang dengan temannya yang botak dan berpenampilan yang sama, tato dan juga tubuh kekar. Si botak lalu meminta dokumen yang dibawa Birru untuk mengecek apa isinya.
“Kita harus pastikan dulu apa isinya. Lagi pula kenapa kamu pakai masker dan topi?” tanya si botak yang ternyata tidak mudah ditipu.
__ADS_1
Birru lalu melirik anak buahnya sendiri yang sengaja diperlihatkan untuk melancarkan rencananya. “Di sana ada dua orang yang sejak tadi mengikuti saya dari rumah sakit. Dan dokumen ini harus dibuka langsung oleh Bu Rose. Kalau saya buka topi dan masker, mereka pasti langsung curiga karena saya sedang menyamar,” jawabnya yang sebisa mungkin terlihat panik dan takut di depan dua penjaga itu.
“Kita geledah saja dulu. Siapa tahu dia bawa senjata!” putus si botak.
Penjaga yang lain akhirnya memeriksa Birru dan menggeledah jaket serta tubuhnya. Gerakan itu rupanya memancing dua anak buah Birru yang sejak tadi ditunjuk. Dua penjaga rumah Rose tampak panik dan langsung mengantarkan Birru masuk.
Rose sedang berhadapan dengan dua sopir yang dibayarnya untuk menabrak Cakra. Di sana ada banyak pengawal yang sedang mengintimidasi dua sopir itu dengan tatapan garang mereka.
Birru muncul masih dengan jaket, topi, dan masker. Hal itu membuat Rose memicingkan mata karena bisa-bisanya orang yang tidak dikenali masuk ke rumahnya.
Birru hanya mengangkat dokumen yang dibawanya. Dia lalu mendekati Rose meskipun beberapa anak buah Rose sudah bersiap menyerangnya. “Saya kurir dari rumah sakit!”
Rose berdiri dan seketika itu Birru melemparkan dokumen kosong ke arahnya. Mata Rose membulat sempurna saat melihat Birru melepas topi dan maskernya.
“Halo, Rose! Lama tidak bermain-main denganmu!” sapa Birru dengan senyum mengerikan yang membuat semua pengawal Rose bersiap dengan mengacungkan senjatanya.
__ADS_1
“Dasar giigolo! Mau apa kamu ke sini?” sentak Rose yang perlahan mundur.
Namun, tangan Birru dengan sigap menahan gerakannya. “Mau bersenang-senang denganmu. Bukankah kamu merindukanku? Aku juga rindu uangmu, Sayang!” ejek Birru sembari menyentuh wajah Rose dengan ujung jari kelingkingnya. “Eh tunggu sebentar! Jangan menyerang! Rasanya ada yang mengganjal!”
Mata Birru mengarah pada sesuatu di bawah celananya. Secara otomatis, Rose juga mengikuti ke mana arah mata Birru itu bergerak. Namun, laki-laki malah melepas sepatunya, membuat Rose merutuki pikirannya yang kotor.
Birru membuang sebelah sepatunya dan mengarahkannya pada kedua sopir yang telah menabrak Cakra. “Ini buat kalian! Kemarin aku kurang puas menghajar kalian, harusnya kubiarkan mati, tapi kalau kalian mati ....” Birru menatap Rose dengan senyum yang sulit diartikan. “Aku tidak bisa bertemu dengan kesayanganku!” lanjutnya sembari melepas sebelah sepatunya yang lain.
“Apa yang kamu mau Birru? Kamu ke sini mau balas dendam karena Cakra, atau mau mengucapkan terima kasih karena aku sudah mengurangi satu musuhmu?” tanya Rose dengan ekspresi bingung.
Birru sudah selesai melepas semua sepatunya dan mengeluarkan sebuah pistol dari sana. “Aku ke sini ingin membunuhmu!”
***
Kira² Birru punya hubungan apa sama Rose? 🙈🙈
__ADS_1