Dihamili Kembaran Suami

Dihamili Kembaran Suami
DKS ^ Bab 36


__ADS_3

Hubungan Cakra dan Aize sudah kembali seperti semula. Begitu pula dengan hubungan yang terjalin antara keduanya dengan Birru.


Cakra berbesar hati dengan menerima dan membesarkan Arka selayaknya anak kandungnya. Sementara Birru, berbesar hati dengan mengizinkan anak kandungnya dirawat saudara kembarnya itu.


Sore ini, Birru datang ke rumah Cakra untuk mengunjungi Arka. Dia datang dengan membawa beberapa makanan juga mainan untuk Arka.


“Hai, Aize! Aku ke sini mau ketemu Arka!” ucap Birru saat Aize membukakan pintu untuknya.


Aize berusaha tenang meskipun Cakra belum kembali dari bekerja. Dia meyakinkan diri bahwa Birru memang sudah berubah sekarang.


“Arka di dalam. Masuk aja!” balas Aize dengan bersikap ramah pada kakak iparnya itu.


Birru memperhatikan sekeliling. Sepertinya, Cakra tidak ada di rumah karena mobilnya juga tidak ada di garasi depan. “Cakra mana?”


“Mas Cakra belum pulang!”


Mendengar jawaban Aize, Birru jadi merasa canggung karena dia tahu di rumah itu hanya ada dia, Aize dan juga Arka, anak mereka.

__ADS_1


“Aku tunggu di luar aja! Ini aku ada bawa makanan! Rencananya aku mau numpang makan malam di sini!” kata Birru sembari menyodorkan makanan yang sengaja dia beli untuk dimakan bersama di rumah Cakra.


Aize mengangguk dan membawa makanan itu ke dalam. Dia segera memanggil Arka agar menemui Birru yang ingin menunggu di luar rumah.


“Papa Birru datang, Ma?” tanya Arka dengan antusias.


Wajah Arka terlihat sangat bahagia, sepertinya bocah itu terlalu merindukan papa kandungnya. Walaupun ada Cakra yang sangat mirip dengan Birru, tapi ikatan batin antara anak dan ayah kandung tidak bisa dibohongi.


“Iya, Sayang. Papa tunggu kamu di luar, Mama bikinin minum buat Papa dulu!”


Arka langsung berlari menemui Birru yang menunggu di teras rumah Cakra. Laki-laki itu tidak mau menimbulkan kesalahpahaman di antara dia dan Cakra, karena sekarang dia harus menitipkan Arka sepenuhnya pada saudara kembarnya itu.


Dua gelas jus mangga sudah siap di nampan, dan Aize segera memberikannya pada Birru dan Arka. Saat hampir sampai di teras, Aize melihat Arka dan Birru sedang bermain basket di halaman. Kedua laki-laki itu sama-sama melepas alas kaki mereka dan terlihat sangat menikmati permainan.


“Arka, ajak Papa minum dulu!” teriak Aize dengan sengaja supaya Birru juga mendengar suaranya.


Aize lalu meletakkan nampan berisi minuman buatannya ke atas meja. Dia melihat ada beberapa mainan baru yang tergeletak di salah satu kursi teras dan meyakini itu adalah pemberian Birru untuk Arka.

__ADS_1


Arka dan Birru menghampiri Aize. Keduanya sama-sama menikmati minuman buatan Aize dan mengucapkan terima kasih dan kembali bermain.


Tidak berapa lama, Cakra sampai di rumah. Melihat wajah lelah suaminya itu, Aize tahu seberapa berat masalah yang tengah dihadapi oleh Cakra. Namun, Cakra seperti berusaha menyembunyikan masalah itu dari Aize.


“Papa!” teriak Arka saat melihat Cakra keluar dari mobil.


Birru pun mengakhiri permainannya dan menghampiri Cakra. Dia menggandeng tangan Arka dan sama-sama berjalan ke arah Cakra yang kini menghampiri Aize.


“Kamu sudah dari tadi di sini, Bi?” sapa Cakra pada saudara kembarnya.


Arka yang sudah berada di dekat Cakra langsung berganti minta digendong. Bocah itu seakan tengah bersikap adil pada kedua ayahnya.


“Baru aja kok. Aku mau main sama Arka. Oh iya, kalau boleh, aku mau ajak Arka nginep di rumahku malam ini karena aku harus pergi!”


Kening Cakra berkerut mendengar permintaan Birru yang terdengar sedikit aneh. “Pergi?”


“Aku mau ke Amerika selama dua tahun. Ada urusan penting yang harus aku selesaikan. Bagaimana? Aku boleh ajak Arka nginep di tempatku untuk malam ini?”

__ADS_1


***


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋💋💋


__ADS_2