
Birru membelalakkan mata saat melihat foto seseorang yang diduga menjadi dalang kecelakaan yang menimpa Cakra. Dia sama sekali tidak menyangka jika salah satu musuhnya adalah orang yang mencelakai Cakra.
“Apa dia mengira kalau Cakra itu aku? Dia salah orang?” tanya Birru dengan wajah tegang karena rasa curiganya.
Roy—orang kepercayaan Birru— menggeleng pelan. “Sepertinya, ada hubungan yang terjalin antara wanita itu dengan Tuan Cakra. Mereka berasal dari sekolah yang sama. Kebetulan juga, dia adalah musuh kita. Saya masih menyelidiki apakah kecelakaan itu karena kebenciannya pada kita, atau karena memang ada hubungan langsung dengan Tuan Cakra. Beberapa bulan sebelum kejadian ini, dia kembali dari Jepang dan sempat menemui Tuan Cakra.”
Kening Birru seketika berkerut mendengar penjelasan Roy. Kemungkinan besar, dirinya dan Cakra memiliki musuh yang sama. Namun, apa yang menjadi motif wanita itu untuk mencelakai Cakra, masih harus dilakukan penyelidikan.
“Mereka saling mengenal? Berarti wanita itu juga tahu kalau aku dan Cakra kembar?”
Roy mengangguk. “Sekarang kami masih menyelidikinya, Tuan. Kemungkinan juga wanita itu memiliki dendam dengan ibunya Tuan Muda Arka!”
Birru menghela napas berat. Sepertinya masalah yang terjadi saat ini terlalu rumit. Dia meminta Roy untuk mencari bukti juga informasi sebanyak-banyaknya. Meski sudah mendapat seseorang yang mencurigakan, tapi Birru tidak ingin langsung membalas tanpa bukti yang kuat.
**
**
__ADS_1
**
Dua hari sejak kejadian malang yang menimpa Cakra, Birru sudah berhasil mendapatkan bukti yang kuat. Dia juga sudah memastikan motif yang menjadi alasan wanita itu menyerang Cakra.
Aize dan Arka sudah siap ke rumah sakit. Perawat mengabari mereka bahwa Cakra sudah sadarkan diri dan mereka langsung bersiap untuk menjenguk orang yang sangat mereka sayangi.
“Kalian mau ke rumah sakit?” tanya Birru yang sebenarnya juga bersiap untuk menemui wanita yang telah mencelakai Cakra.
“Iya, Pa. Papa Cakra sudah sadar. Aku sama Mama mau ke sana buat jenguk Papa,” jawab Arka, sedangkan Aize hanya diam tanpa mau memandang Birru.
“Papa antar ya! Papa juga mau ketemu Papa Cakra!”
Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung ke ruangan Cakra yang sekarang sudah dipindahkan ke ruang perawatan dengan pengawasan khusus. Aize tampak sangat bahagia melihat suaminya sudah sadar. Dia langsung memeluk dan menciumi suaminya dengan berderai air mata bahagia.
“Makasih kamu sudah bangun buat aku dan Arka, Mas!” ucap Aize sembari mengusap air matanya.
Tubuh Cakra masih terbaring lemah. Matanya terbuka, senyumnya masih bisa terlihat. Akan tetapi, tangan dan kakinya terlihat sangat kaku, karena menurut penjelasan dokter, Cakra mengalami luka yang sangat parah dan kesadarannya adalah suatu keajaiban. Mungkin ini semua karena doa dari Aize yang tiada henti dia ucapkan.
__ADS_1
Arka juga terlihat sangat bahagia. Hanya Birru saja yang merasa hancur melihat betapa bahagianya Aize saat ini. Namun, laki-laki itu sangat pandai menyembunyikan perasaannya.
“Cakra, apa kamu punya hubungan dengan wanita yang bernama Rose?” tanya Birru saat mendekati saudara kembarnya yang masih terbaring di ranjang rumah sakit.
Mata Aize membelalak menatap Birru. Yang dia tahu, Rose adalah kekasih Cakra di masa lalu. Sebelum bertemu Aize, Cakra pernah menjalin hubungan dengan Rose, tapi entah kenapa hubungan mereka berakhir dan Rose masih sesekali muncul di kehidupan mereka.
“Aku ... aku sangat mencintai Aize. Aku nggak bisa meninggalkannya,” jawab Cakra dengan suara yang sangat lirih.
Birru bisa menyimpulkan sesuatu. Memang benar semua bukti dan alibi yang dia dapat, dan sekarang saatnya membalas wanita bernama Rose itu.
“Kamu tenang aja! Aku yang akan urus semuanya. Kamu harus segera pulih biar aku juga bisa pergi ke Amerika dengan tenang!”
“Birru! Apa pun yang terjadi, tolong jaga Aize dan Arka. Cuma kamu yang bisa aku andalkan!” kata Cakra masih dengan suara yang sangat lirih.
Birru menatap Cakra, Aize, dan Arka secara bergantian. Entah apa yang dimaksud Cakra, tapi rasanya itu seperti pesan terakhir baginya.
“Jangan khawatir masalah itu. Anak buahku di sini masih ada. Mereka akan mengawasi keluarga kamu, karena aku juga tidak bisa melepaskan Arka begitu saja. Aku masih terus mengawasi kalian demi keselamatan Arka!”
__ADS_1
***
Yok, udah tahu pelakunya kan? Sekarang kasih aku kopi sama vote yang punya yak 😅😅😅