Dihamili Kembaran Suami

Dihamili Kembaran Suami
DKS ^ Bab 56


__ADS_3

Birru tidak menyangka jika Aize akan menahannya pergi demi Arka. Padahal, sebelumnya Aize sendiri yang mengusirnya dari kehidupan wanita itu dan putra mereka. Birru pikir, Aize pasti melakukan semua ini demi menjaga perasaan Arka.


“Aize, aku pergi demi kamu! Aku nggak mau lihat kamu terus-terusan sedih dan terpuruk. Arka juga pasti pengen lihat kamu senyum, lihat kamu ketawa lagi,” kata Birru sembari mengusap kepala Aize yang masih terisak.


Wanita itu mengangguk setuju dengan pendapat Birru. Yang Arka inginkan adalah kebahagiaan mereka, dan beberapa hari ini Aize sempat mengabaikan hal itu.


“Jangan pergi, Birru. Arka udah kehilangan Mas Cakra. Dia masih butuh kamu. Jangan bikin dia sedih dengan kehilangan kamu juga. Sebisa mungkin aku nggak akan terganggu dengan kamu, maaf karena aku udah nyuruh kamu pergi!”


Birru tersenyum mendengar pengakuan Aize. Dia lalu menarik wanita itu ke dalam pelukannya lagi.


“Aku nggak akan pergi! Demi kamu dan Arka!”


Kedua orang tua Arka itu saling berpelukan dan berbesar hati untuk bersama-sama membesarkan putra mereka.


**


**

__ADS_1


Pagi telah tiba. Aize membuka mata dengan pelan dan mulai menyadari dirinya berada di tempat yang salah.


Entah bagaimana caranya, Aize bisa bangun dengan posisi memeluk Birru dan kepala mereka berlawanan dengan posisi Arka. Mereka berdua tidur dengan posisi kepala di bawah kaki Arka.


‘Astaga, kok bisa aku tidur sama Birru dengan posisi begini,’ batin Aize. Dia bergerak pelan untuk bangun dan berniat meninggalkan Birru.


Sayangnya, Aize tak bisa lari. Birru yang merasa kehilangan sesuatu, langsung menarik Aize lagi dan memeluknya semakin erat.


Aize memejamkan mata karena hal itu. Dia merasa ini adalah sesuatu yang salah. Aize dan Birru sepakat untuk tidur bersama demi menemani Arka, tapi mereka malah melakukan kesalahan dengan melakukan adegan mesra.


Menyadari ada yang menyentuh wajahnya, Birru sedikit membuka mata dan tersenyum saat melihat Aize. Dia masih di ambang sadar antara mimpi dan nyata.


“Aize ... Aize cintaku yang kandas!” gumam Birru dengan mata yang masih belum terbuka sepenuhnya. Dia tiba-tiba mencium kening Aize dan semakin erat memeluknya.


“Birru! Lepaskan! Kita harus bangun!” Aize memukul lengan Birru dengan kuat agar laki-laki itu segera sadarkan diri.


Suara berisik Aize rupanya mengganggu tidur Arka. Bocah itu terbangun sambil mengucek mata dan melihat kedua orang tuanya berpelukan.

__ADS_1


“Papa, Mama, aku mau peluk juga!”


Birru membuka mata lebar-lebar dan melepaskan tangannya dari tubuh Aize. Dia terkejut saat mendengar suara Arka yang menyadarkan alam bawah sadarnya.


Aize sedikit kesal, tapi dengan cepat dia turun dari kasur setelah terlepas dari Birru. “Mama mau bikin sarapan dulu, Arka!”


Arka tampak kecewa dengan jawaban sang ibu. Bocah itu memajukan bibirnya dengan alis bertaut.


Birru paham perasaan kecewa Arka dan langsung menarik tubuh kecil itu ke dalam pelukannya. “Sini peluk papa aja!”


“Padahal Arka pengen dipeluk Mama sama Papa sama-sama,” balas bocah itu. “Tapi, Arka seneng karena Mama mau tidur sama Papa juga. Setelah ini, Arka nggak akan bisa tidur sama kalian berdua lagi!”


Birru mencubit gemas kedua pipi putranya yang sangat pandai berkata-kata.“Doakan aja, Mama mau menikah sama Papa suatu hari nanti. Kamu masih pengen punya adik, ‘kan?”


**


Sory agak telat gess, gpp ya yang penting up 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2